70 Views

10 Tips Agar Anak Hobi Membaca

Sumber : http://hot.detik.com/read/2014/03/07/073106/2518243/764/modal-agar-anak-gemar-cari-pengetahuan-lewat-membaca-buku
Sumber : http://hot.detik.com/read/2014/03/07/073106/2518243/764/modal-agar-anak-gemar-cari-pengetahuan-lewat-membaca-buku

Buku adalah jendela dunia.   Mengajarkan anak kita membaca berarti membantu mereka untuk membukakan jendela dunia agar mereka dapat menambah wawasan, membuka cakrawala, mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru.   Dengan demikian akan terbentuk sumber daya manusia suatu bangsa yang memiliki intelektualitas tinggi dan berkualitas.  Hal yang sering terjadi adalah anak-anak cenderung lebih memilih kegiatan bermain atau hal yang menyenangkan lainnya daripada harus membaca.

Membaca dianggap sebagai sesuatu hal yang membosankan, tidak menarik dan membuat ngantuk.    Bahkan anak yang suka membaca sering mendapat julukan dari teman-temannya si kutu buku.   Dimana image kutu buku bukanlah sesuatu yang keren, bergengsi dan layak ditiru.    Melainkan image si kutu buku adalah sosok yang ketinggalan jaman, berkaca mata tebal dan kuper (kurang pergaulan).  Oleh karena itu kegiatan membaca harus dibuat menarik, menggembirakan dan menyenangkan agar anak dapat terjangkit “virus” untuk melakukan kegiatan membaca.

Peter Corey, seorang penulis buku anak  ternama dari Inggris, seperti dikutip oleh Risang Melati dalam buku Kiat Sukses Menjadi Guru PAUD yang disukai anak-anak, memberikan tips untuk meningkatkan minat baca pada anak yaitu :

  • Kegiatan membaca bersama lebih efektif bila dilakukan 10-15 menit setiap harinya.    Bagi anak didik yang sedang berada di lingkungan sekolah,  bila guru tidak menemukan waktu yang tepat karena anak-anak terlalu asyik bermain, maka manfaatkanlah waktu sebelum pulang sekolah untuk membaca bersama anak didik
  • Membaca merupakan kegiatan yang menyenangkan, jadi hindari memaksakan anak didik untuk membaca saat mereka lelah dikarenakan banyak kegiatan.   Biarkan mereka memiliki inisiatif untuk memulai membaca
  • Setelah kegiatan membaca selesai, sebaiknya gunakan waktu untuk anak-anak memberikan pendapat, kesan, ide tentang cerita tersebut dan dengarkan apa yang diutarakannya kemudian diskusikan.    Dengan begitu kita dapat mengetahui apakah isi dari buku tersebut dipahami oleh anak-anak atau tidak.
  • Gunakanlah fasilitas yang mendukung cerita, seperti menikmati setiap gambar pada buku cerita tersebut.   Gambar-gambar yang jenaka dan menarik akan membangkitkan “virus” membaca pada anak.    Karena anak akan mengalihkan perhatiannya kepada gambar tersebut dan membangkitkan rasa ingin tahu lebih dalam tentang isi buku tersebut

  • Tema cerita buku anak-anak sangat beragam.    Jadi pilihlah buku cerita dengan tema yang menarik.     Terkadang  fisik buku pun  berpengaruh pada minat membaca anak.    Jika dari covernya saja sebuah buku tampak sulit dan tidak menarik, anak-anak tidak akan mau mencoba membacanya.
  • Selalu memilih cerita yang sederhana, lucu dan menarik untuk anak.   Bila perlu kita dapat menjodohkan anak dengan buku. Maksudnya bahwa kita dapat memilihkan buku cerita yang menjadi tema kesukaan anak.   Jika suka mobil balap, belikan buku-buku mengenai mobil balap, jika senang memasak, belikan buku-buku resep.
  • Sederhanakanlah penggunaan kata-kata yang kita ucapkan. Hindari membacakan kalimat yang panjang dan sulit dimengerti oleh anak. Bila anak-anak tidak paham dengan alur cerita, maka gunakanlah bahasa sehari-hari yang lebih mudah dimengerti.
  • Jangan ragu untuk menilai buku dari sampul dan siapa penulisnya. Ini dapat menolong kita untuk memutuskan apakah buku tersebut layak kita gunakan atau tidak.
  • Jangan khawatir bila anak kita ingin membaca buku yang sama setiap saat. Anak-anak biasanya menimati kegiatan pengulangan karena dapat membantu mereka untuk lebih memahami cerita.
  • Berikanlah pujian kepada anak yang telah berusaha untuk latihan membaca. Kita tidak perlu memaksakan  anak yang sudah bisa membaca untuk berusaha keras membaca kata per kata, terutama pada kata-kata yang sulit.    Sebaiknya biarkan saja anak membaca terus, tak perlu mengoreksinya karena si anak telah membuat perkiraan yang tepat berdasarkan maknanya.  Artinya, anak ini membaca untuk makna.    Jika kita memintanya berhenti, mengoreksinya, memintanya untuk mengulanginya dan melafalkannya dengan tepat,  mungkin saja si anak justru akan menjadi frustasi sehingga  merusak suasana membaca. Biarkan Ia tahu apa kesalahannya saat membaca.    Dengan begitu, ia akan semakin sempurna dalam membaca.(Bunda Ranis)

Referensi :

Melati, Risang. Kiat Sukses Menjadi Guru PAUD yang disukai anak-anak. Jogjakarta : Araska. 2012

http://abdill01.wordpress.com/2011/02/26/agar-anak-anda-tertular-virus-membaca/

http://ilmuwanmuda25.blogspot.com/2011/11/mahasiswa-itu-haruslah-gemar-membaca.html