439 Views

14 Karakter Guru yang Disukai Anak Didik

Guru

Menjadi seorang pendidik yang baik tidaklah semudah membalik sebuah telapak tangan. Diperlukan keikhlasan dan ketulusan dalam berbagi ilmu dengan anak didiknya, pendidik juga harus membuat strategi dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Proses pembelajaran akan menyenangkan bila guru bisa menjadi teladan bagi anak didiknya, cekatan dalam merespon kebutuhan anak didik.

Terkadang guru lupa, bahwa dalam satu kelas, tidak semua anak didik memiliki kemampuan belajar yang sama. Sehingga hanya anak yang pintar saja yang mampu mengerjakan soal tersebut, sedangkan anak yang kurang pintar, menjadi semakin bingung, gelisah, dan cepat bosan karena si guru memberikan soal sulit tanpa memberikan jalan keluar. Situasi kelas pun menjadi tidak tertib karena anak didik yang tidak mampu mengerjakan soal tersebut justru akan membuat ulah. Alhasil guru akan merasa gagal mengajar anak didiknya.

Seorang guru yang baik hendaklah dapat membuat jam pelajaran berlangsung tanpa terasa. Baik guru dan anak didik sama-sama merasakan kenikmatan dalam proses belajar mengajar. Situasi belajar yang menyenangkan ini dapat tercipta berkat kreativitas dan usaha yang dilakukan oleh pendidik atau motivator. Banyak cara untuk menjadi seorang guru yang baik. Menurut pakar pendidik yang biasa dipanggil Pakde Sofa. Seorang pendidik atau motivator agar disukai anak usia dini, memiliki 14 karakter atau kriteria sebagai berikut:

1. Sabar

Kesabaran merupakan suatu kondisi seseorang dapat mengendalikan emosinya ketika dihadapi suatu kondisi tertentu. Misalnya seorang guru sering menghadapi tingkah laku anak didik, terkadang tingkah laku tersebut tidak menyenangkan, sulit diatur, membuat gaduh suasana kelas sehingga berpengaruh terhadap proses belajar mengajar. Di sinilah tantangan guru untuk tetap bersabar menghadapi berbagai perilaku anak didiknya.

2. Penuh kasih sayang

Ketika berada di lingkungan sekolah, guru merupakan orang tua bagi anak didiknya. Anak usia dini, relatif masih sangat muda membutuhkan kasih sayang penuh dari orang tuanya. Oleh karena itu, peran guru sebagai orang tua di sekolah harus mampu memberikan kasih sayang tulus kepada semua anak didiknya.

3. Penuh perhatian

Seorang guru yang baik memiliki sifat penuh perhatian kepada anak didiknya. Guru harus peka melihat segala sesuatu perubahan yang terjadi pada anak didiknya. Misalnya, ketika seorang anak yang biasanya ceria dan semangat belajar di kelas, suatu waktu anak tersebut menjadi sensitif, mudah menangis dan tidak semangat belajar. Guru yang penuh perhatian tentunya akan mengetahui perubahan tersebut dan mencari tahu penyebabnya serta membantu mencari solusi permasalahan yang dihadapi anak.

4. Ramah

Guru hendaknya selalu menunjukkan perilaku yang menyenangkan bagi orang lain. Ketika masuk ke dalam kelas, berikan senyuman kepada seisi kelas, jangan bermuka masam, cemberut dan berkesan galak. Sapa anak didik dengan ramah dan ucapkan salam kepada mereka dan buatlah anak didik merasa nyaman dengan kehadiran guru di dekat mereka.

5. Toleransi terhadap anak

Toleransi merupakan suatu perilaku guru tidak memaksakan kehendak pada anak dan mau mengerti apa yang sedang dihadapi anak.

6. Empati

Empati merupakan suatu sifat guru yang dapat merasakan apa yang dirasakan oleh anak didiknya. Seorang guru yang memiliki sifat empati tidak akan membiarkan anak didiknya sedih, apa yang dirasakan anak pada satu waktu tertentu dapat dirasakan oleh gurunya pula. Sifat empati perlu dimiliki guru agar guru memiliki rasa kepekaan terhadap apa yang dialami atau dirasakan anak didik.

7. Penuh kehangatan

Guru yang memiliki sifat penuh kehangatan ditandai dengan kemampuan menciptakan suasana yang menyenangkan, bebas dari rasa takut dan cemas. Suasana seperti ini dapat diciptakan guru dalam kondisi dan waktu apapun. Anak tidak takut dengan guru yang penuh kehangatan, bahkan anak merasa aman dan selalu ingin dekat dengan gurunya.

8. Menerima apa adanya

Setiap anak terlahir dari keluarga yang berbeda dan anak memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Guru tidak dapat menyamakan anak dan memperlakukan sama semua anak karena setiap anak punya sifat dan kemampuan yang berbeda-beda. Guru perlu menerima anak apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

9. Adil

Adil merupakan satu sifat lain yang perlu dimiliki guru sebagai pendidik. Guru yang adil adalah guru yang tidak membeda-bedakan anak, semua anak diperlakukan sama terutama dalam hal perhatian dan kasih sayang.

10. Memahami perasaan anak

Anak adalah individu yang masih sangat labil, perilaku anak senantiasa dipengaruhi oleh lingkungannya. Bila anak diperlakukan menyenangkan maka anak akan tampil cerah ceria. Namun, bila anak diperlakukan tidak menyenangkan, sering dipersalahkan, banyak dilarang dan bentuk perlakuan lainnya membuat anak tidak dapat tampil ceria seperti anak lain. Suasana psikologis yang dialami anak akan mempengaruhi bagaimana perilaku anak.

11. Pemaaf

Sikap pemaaf adalah rasa memaklumi atas perbuatan atau kemampuan yang dimiliki anak. Seorang guru tidak boleh memiliki rasa dendam dan kesal pada anak , guru yang pendendam akan memperlakukan anak dengan perilaku yang tidak menyenangkan, misalnya dengan sering mengancam anak, padahal dengan sikap pemaaf atas perbuatan anak dapat menumbuhkan sikap untuk menerima anak apa adanya.

12. Menghargai dan mengerti anak

Rasa dihargai merupakan salah satu aspek kebutuhan setiap individu yang perlu dipenuhi termasuk anak usia dini. Sekecil-kecilnya kemampuan yang ditunjukkan anak, guru harus mampu menghargainya. Ungkapan terima kasih atas perilaku atau jasa yang sudah dilakukan anak merupakan salah satu wujud penghargaan guru terhadap anak.

13. Memberi kebebasan pada anak

Anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar, anak memiliki sifat berpetualang, tidak mengenal takut dalam situasi apapun dan anak tidak mengenal lelah. Untuk memfasilitasi berbagai sifat yang dimiliki anak maka guru perlu memiliki sikap memberi kebebasan pada anak untuk mencoba, menemukan, memilih sesuatu sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

14. Menciptakan hubungan yang akrab dengan anak

Memfasilitasi tumbuh kembang anak merupakan salah satu tugas yang harus dilakukan guru. Anak memiliki potensi untuk berkembang baik potensi fisik, intelektual, sosial, emosi, maupun bahasa. Pengembangan berbagai aspek perkembangan ini tidak lepas dari pengaruh lingkungan yang ada di sekitar anak termasuk pola interaksi yang terjadi antara anak dan guru. Guru perlu menciptakan hubungan yang akrab dan menyenangkan dengan anak agar dapat mendorong pencapaian perkembangan seperti yang diharapkan. (Ern)