114 Views

3 Aspek Penting dalam Menciptakan Kondisi Belajar Kondusif

Belajar

Suasana kondisif yang dimaksud adalah situasi dan kondisi yang memungkinkan tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. [kesekolah.com]

Ayah bunda agar anak dapat mencapai hasil optimal maka harus didukung dengan suasana belajar yang kondusif, yaitu suasana yang memungkinkan mereka menggunakan seluruh panca indera dalam belajar dengan tenang. Situasi belajar yang tenang dapat menentukan keberhasilan seorang anak.

Kondisi belajar itu dapat diciptakan dan tidak terjadi dengan sendirinya. Keinginan tersebut harus benar-benar dilaksanakan, bukan sekedar keinginan tetapi tanpa tindakan. Para pendidik, baik orang tua dan guru harus membuat strategi untuk menciptakan kondisi belajar yang kondusif agar anak didik dapat mencapai keberhasilan belajar dengan optimal.

Menurut Tessie Setiabudi dan Joshua Maruta dalam bukunya Cerdas Mengajar : Dampingi Anak Anda Belajar dengan 13 Kiat Jitu, untuk mendukung keberhasilan belajar seorang anak maka kita harus memperhatikan tiga hal, yakni aspek internal, aspek eksternal dan lingkungan.

1. Aspek Internal

Aspek internal merupakan aspek-aspek yang ada di dalam diri si anak. Aspek-aspek ini akan menentukan kenyamanan yang dirasakan seorang anak baik secara fisik, mental dan emosional.

Ø Fisik

v Tubuh yang segar

Secara fisik misalnya si anak memiliki tubuh yang segar, maka anak akan lebih mudah fokus dalam belajar, sedangkan bila kondisi tubuh sedang ngantuk dan lelah akan menghambat konsentrasi anak dalam belajar.

v Makan secukupnya

Sebaiknya sebelum belajar anak sudah makan secukupnya, jangan terlalu kenyang. Bila anak makan terlalu kenyang biasanya lebih mudah mengantuk sehingga mengganggu konsentrasi belajar. Hal ini disebabkan karena energi yang seharusnya dibutuhkan untuk berkonsentrasi dalam belajar, justru menjadi energi yang digunakan untuk mencerna makanan.

v Rentang waktu konsentrasi.

Pada umumnya anak-anak mampu berkonsentrasi maksimal sampai 20 menit. Lebih dari waktu tersebut, mereka cenderung sudah bosan, gelisah dan sulit untuk berkonsentrasi.

Ø Mental dan emosional

v Suasana hati (mood)

Mood yang baik akan mempengaruhi keberhasilan anak dalam belajar. Ketika anak sedang merasakan suasana hati yang tidak menyenangkan karena berbagai perasaan negatif (sedih, tertekan, kecewa atau marah) akan mempengaruhi konsentrasi mereka sehingga tidak fokus dalam belajar.

v Bebas dari ketegangan psikologis

Situasi belajar akan kondusif bila anak bebas dari ketegangan psikologis. Misalnya anak tidak terganggu oleh pertengkaran orang tuanya atau saudara-saudaranya. Bahkan terkadang hingga timbul kekerasan baik secara fisik maupun verbal.

v Bebas dari ancaman

Seorang anak akan merasa nyaman dalam belajar ketika ia sungguh bebas dari ancaman dan paksaan orang tua yang mengharuskan untuk belajar ini dan itu. Dengan memberikan pengertian yang baik, anak akan dengan sendirinya memahami bahwa dia memang perlu belajar dan akan melakukannya dengan gembira

v Hadirnya sosok pendukung

Sosok pendukung terdekat dengan anak biasanya adalah seorang ibu. Kehadiran sosok ibu dapat memberikan motivasi bagi anak untuk belajar. Bayangkan betapa beratnya jika setiap hari Ia harus selalu belajar sendiri, tanpa ada seorangpun yang menemani dan membimbingnya.

2. Aspek Eksternal

Aspek eksternal merupakan aspek-aspek di luar diri si anak. Sama halnya dengan aspek internal, aspek ini juga akan turut serta memberikan kenyamanan dan situasi yang kondusif dalam membentuk suasana belajar yang santai. Aspek eksternal dapat kita bedakan menjadi dua yaitu sarana utama dan sarana pendukung.

Ø Sarana utama

v Meja belajar yang bersih

v Kursi yang nyaman

v Alat tulis serta buku tulis yang memadai

v Buku pelajaran yang dibutuhkan

v Penerangan yang cukup

Ø Sarana pendukung

v Air minum yang berada dalam jangkauan

v Papan untuk menempel kertas atau stiker

v Papan untuk mencoret-coret

v Poster atau lukisan yang bertema belajar yang dapat menjadi sumber inspirasi saat motivasi anak menurun.

v Kertas bertuliskan rumus-rumus, diagram atau mind mapping.

v Komputer dan printer

3. Lingkungan

v Interior kamar yang mendukung. Misalnya berikan warna dinding dan hiasan dinding yang disukai anak. Biasanya warna cerah akan menimbulkan semangat dan keceriaan anak dalam belajar. Sebuah penelitian menyatakan bahwa warna biru, putih dan kuning dapat memberikan pengaruh positif terhadap konsentrasi belajar.

v Temperatur ruang belajar yang nyaman. Setiap anak memiliki kepekaan terhadap suhu yang berbeda-beda. Kenali suhu paling nyaman bagi anak agar dapat membantu mereka berkonsentrasi dalam belajar.

v Bebas gangguan atau distraksi. Misalnya suara televisi, radio, kegaduhan orang bicara, suara bising jalan raya dan lain-lain.

v Bebas bau yang tidak enak. Pastikan ruang belajar anak tidak terganggu oleh bau-bau yang tidak sedap sehingga akan mengganggu anak dalam belajar

v Musik yang mendukung proses belajar. Misalnya musik klasik yang termasuk musik barok pada frekuensi 55 hz. Musik jenis ini sesuai dengan gelombang otak saat seseorang sedang konsentrasi.

v Belajar tidak harus selalu di ruangan tertutup. Tetapi dapat juga dilakukan di outdoor, pada udara terbuka. Suasana ini akan membuat anak santai dan tidak bosan dalam belajar.

v Berikan komentar positif dan tunjukkan bahwa kita mendukung anak agar mereka semakin semangat dan termotivasi dalam belajar.

Dari ketiga aspek yang dapat mendukung keberhasilan anak dalam belajar tersebut tidak dapat berdiri sendiri secara ekslusif atau terpisah dari faktor-faktor lainnya. Faktor-faktor itu saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Analisa tentang faktor-faktor itu bertujuan untuk mempengaruhi suasana belajar mengajar dan strategi pendidik demi menciptakan iklim belajar yang kondusif. (Bunda Ranis/Ern)