75 Views

3 Cara Membacakan Buku Secara Efektif pada Anak

Membaca
Pilihlah buku sesuai kebutuhan anak agar mereka tertarik dan bisa fokus untuk membacanya [merdeka.com]
Ayah bunda, dalam membentuk karakter dan perilaku anak, Anda dapat melakukan cara kerja seperti komputer. Otak anak ibarat komputer dengan program softwarenya adalah pikiran anak. Cara kerja pikiran anak itulah serupa dengan cara kerja komputer.

Setiap anak yang baru lahir seperti komputer yang masih kosong, belum terisi program apapun. Program yang akan Ayah bunda input pada anak tersebut tergantung dari lingkungan mereka berinteraksi, keinginan serta kebutuhan masing-masing orangtua, sehingga otak anak akan memproses, menyimpan dan menghasilkan output sesuai dengan harapan orangtuanya.

Ibarat komputer, kita harus memasang sistem operasi yang tepat agar komputer tersebut dapat berfungsi dengan baik. Begitupun dalam membentuk karakter dan perilaku anak, kita juga harus memasang ‘sistem operasi’ yang tepat dalam diri anak agar memiliki kualitas hidup yang baik.

Salah satu cara memasukkan program yang kuat yaitu dengan membacakan buku. Ayah bunda dapat membacakan buku cerita tentang pendidikan karakter pada mereka. Lewat membaca, Ayah bunda akan mendapatkan dua manfaat, yakni membiasakan anak untuk gemar membaca sekaligus membangun karakter dan perilaku si anak sesuai yang Ayah bunda harapkan.

Contohnya, ada anak yang sulit untuk menggosok gigi, tetapi Ayah bunda sering membacakan buku cerita tentang menggosok gigi setiap hari, di saat mereka tidur siang dan menjelang tidur malam. Jika proses ini dilakukan berulang-ulang dan tersimpan di alam bawah sadar mereka, maka akan tertanam di dalam pikiran mereka dan menghasilkan manfaat seperti yang Ayah bunda harapkan yaitu anak-anak jadi rajin menggosok gigi.

Agar dalam proses membacakan buku semakin efektif, Ayah bunda harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

Pilih Buku yang Tepat untuk Anak

Masalah yang dialami setiap orangtua dalam membimbing anaknya akan berbeda. Pilihlah buku sesuai kebutuhan anak agar mereka tertarik dan bisa fokus untuk membacanya, pilih buku yang menarik, gambar warna-warni, tulisan jangan terlalu panjang dan kecil-kecil.

Pilih Waktu yang Tepat

Sebaiknya membacakan buku cerita di saat mereka hendak tidur. secara alami setiap manusia yang akan tidur dan bangun tidur akan memasuki kondisi gelombang otak di alpha dan theta. Menurut psikiater Jerman, Hans Berger, yang menemukan alat ukur otak yang dinamakan Electro Encephalograph (EEG).

Pada saat itu, frekuensi gelombang otak menandakan aktivitas pikiran bawah sadar. Anak menjadi seperti terhipnosis, yaitu kondisi anak sudah merasa sangat rileks, tenang, dan hampir tertidur, tetapi anak masih menyadari keberadaannya. Oleh sebab itu, anak-anak cepat sekali dalam belajar dan mudah menerima perkataan dari orang lain apa adanya. Manfaatkan waktu yang tepat ini untuk memberikan input positif pada anak.

Lakukan Pengulangan Terus Menerus

Saat membacakan cerita ke anak perlu dilakukan pengulangan karena dengan pengulangan inilah kemampuan anak akan berkembang. Anak akan mempertahankan input, yakni berupa informasi yang diterimanya dan disimpan dalam memori jangka panjang. Tanpa disadari, di bawah alam sadarnya, mereka akan terpengaruh dari informasi yang diterimanya. Sehingga perilaku atau tindakan yang diharapkan dapat tercapai.

Hal ini seperti diungkapkan oleh Sigmund Freud, seorang tokoh psikologi terkemuka, bahwa sebagian besar perilaku manusia dipengaruhi oleh pikiran bawah sadarnya. Kekuatan pikiran bawah sadar mempengaruhi sebesar 88% dari tindakan kita, sedangkan kekuatan pikiran sadar hanya berpengaruh sebesar 12%.

Mari kita memasang software positif ke dalam diri anak. Jadikan mereka individu yang dapat meraih keberhasilan di dalam hidupnya. Semakin banyak software positif yang tersedia di dalam pikiran anak, maka semakin banyak mereka dapat menjalankan program yang diinginkannya sehingga dapat menghasilkan output positif dengan berprestasi dan meraih kesuksesan. (Bunda Ranis/Ern)