177 Views

4 Cara Mengembangkan Imajinasi Menulis Anak

Menulis
Proses belajar yang menyenangkan akan meningkatkan semangat anak dalam menulis. [http://buahhati.co.id]
Keterampilan menulis dapat di stimulasi sejak dini melalui hal-hal yang sederhana. Hal yang paling terpenting ketika melakukan kegiatan harus dalam suasana yang menyenangkan, sehingga menulis bukan dianggap sebagai sesuatu yang sulit, serius, dan kaku. Namun, anak bisa menikmati proses menulis seperti halnya bermain bukan belajar.

Anak dapat dilatih menulis sambil bermain untuk mengembangkan imajinasi mereka, sebuah tulisan dapat dikembangkan bila anak memiliki banyak pengetahuan. Salah satu sumber pengetahuan itu didapat dari membaca buku. Jadi, membaca buku bukan hanya bisa menambah wawasan anak tetapi juga bisa membantu mengembangkan imajinasi anak.

Perkembangan dan kemampuan membaca anak dapat didukung dari lingkungan yang kondusif. Para pendidik baik orang tua maupun guru harus memberikan stimulus ke anak dan dapat menjadi teladan bagi mereka terhadap perilaku aktivitas membaca. Umumnya anak-anak yang membaca dengan baik berasal dari keluarga yang mendorong anaknya untuk membaca.

Biasanya mereka memiliki banyak buku bacaan, bersedia meluangkan waktu untuk membacakan keras-keras, atau mendongengkan anak-anaknya, mendiskusikan ide-ide dan pengalaman mereka, membatasi tontonan televisi dan menikmati perubahan dalam kemajuan anaknya untuk membaca.

Mendorong anak untuk mengarang atau menulis dapat dilakukan dengan berbagai macam cara yang menarik dan menyenangkan. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Mengarang cerita berdasarkan gambar

Pancinglah imajinasi mereka dengan cara bersenang-senang menuangkan ide kreatifnya melalui gambar yang disukainya. Dari gambar tersebut, anak dilatih untuk menulis sederhana. Apapun ide mereka, dituangkan melalui tulisan untuk membuat suatu cerita. Ajak mereka berimajinasi dengan gambar yang sudah dipilihnya tersebut agar berkorelasi sehingga dapat membentuk suatu cerita yang menarik.

2. Membuat cerita berdasarkan wajah

Berikan anak sebuah gambar wajah yang belum ada mata, bibir, hidung, alis dan ekspresinya. Biarkan anak melengkapi gambar tersebut dengan ekspresi yang disukainya. Apakah wajah sedih, menangis, senang, tertawa, atau marah. Biarkan anak menuangkan imajinasi terhadap gambar tersebut hingga selesai.

Selanjutnya, anak membuat cerita mengenai gambar wajah yang sudah dibuatnya. Misalnya biodata bagi gambar tersebut, siapa namanya, tempat tinggalnya di mana, anaknya siapa, umurnya berapa, hobinya apa, kapan ulang tahunnya, di mana sekolah atau tempat kerjanya dan lain-lain. Kemudian ditambah pula tulisannya mengenai kenapa memiliki ekspresi wajah seperti itu, sedang bahagia, sedih atau marah.

Dengan cara ini, anak diajak bersenang-senang, sambil berimajinasi menggambar, mewarnai dan menulis. Hal ini juga dapat menambah wawasan anak dalam mengenali wajah dan mengidentifikasi jati diri. Apalagi bila anak dapat mengasosiasikan wajah tersebut dengan wajah keluarga, saudara atau teman-temannya.

3. Mengembangkan cerita dari buku

Berikanlah sebuah buku cerita kepada anak dan mintalah mereka untuk mengembangkan ceritanya tersebut. Apakah pengembangan ceritanya menjadi suatu cerita baru, cerita kejadian sebelumnya atau sesudah kejadian dari cerita yang dibacanya. Anak juga dapat menambahkan cerita dari tokoh yang tidak menonjol atau menambah bumbu dari cerita tersebut agar lebih menarik.

4. Membuat surat

Ajak anak untuk bermain surat-suratan. Mereka akan senang karena mendapat pengalaman baru, yaitu menerima surat yang ditujukan langsung untuk mereka. Misalnya Ayah bunda membuat surat yang ditujukan untuk anak kita, dan anak-anak juga membuat surat yang ditujukan untuk kita. Buat dua buah kotak surat kecil dari kotak sepatu. Caranya dengan membuat lubang di tutup kotak sepatu. Siapkan gunting, lem dan spidol agar anak dapat mengkreasikan kotak suratnya.

Buatlah tema surat yang mereka sukai, misalnya mengirim surat ke tokoh kartun favorit mereka. Kita dapat bermain peran menjadi tokoh kartun yang mereka sukai. Anak dapat bermain peran sebagai tokoh yang kita inginkan. Pancing anak untuk berkreasi menulis dalam menuangkan ide-idenya mengenai tokoh kartun favorit mereka, hal-hal apa yang ingin mereka ungkapkan tentang tokoh tersebut.

Kemudian, masukkan surat yang sudah kita buat ke dalam kotak surat anak dan anak memasukkan suratnya ke dalam kotak surat punya kita. Buka dan bacalah surat dari anak, tunjukkan ekspresi gembira seperti kita sedang menerima sebuah surat yang sedang kita nantikan.

Ayah bunda, Minat menulis dan kemampuan menulis anak dapat didongkrak dengan cara-cara yang kreatif dan menyenangkan. Apalagi belajar menulis sambil bermain akan membantu menumbuhkan minat anak sejak dini melalui hal-hal sederhana tetapi mengena pada bagian otak kanan anak yang imajinatif. Jadi sesungguhnya tidak ada anak-anak yang “kurang pandai” untuk menulis, melainkan hanyalah anak-anak yang belum dikembangkan kemampuannya secara optimal. (Ern)