527 Views

5 Alasan Kenapa Anak Tidak Suka Membaca

Apa saja Alasan Kenapa Anak Tidak Suka Membaca?

anak8

Membantu anak agar tumbuh minat membacanya merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh orang tua dan guru. Namun dalam pengimplementasiannya seringkali kita jumpai hal-hal yang membuat anak enggan untuk membaca. Menghadapi kondisi ini sebaiknya Jangan panik terlebih dahulu. Ada banyak faktor yang harus kita cari tahu kenapa anak kita enggan untuk membaca. Misalnya, apakah anak kita masih tergolong muda usianya dibandingkan dengan anak lain yang ada di kelompoknya, apakah perkembangan si anak belum siap untuk membaca atau jangan-jangan anak kita mengalami gangguan kesehatan seperti memiliki masalah pendengaran.

Pada kondisi lainnya, andaipun anak harus melakukan aktivitas membaca di sekolah, lebih karena mereka merasa terpaksa, sehingga membaca diasosiasikan sebagai suatu tugas atau pekerjaan yang diinstruksikan dari guru. Jadi membaca bukan sebagai suatu kenikmatan yang disukai anak. Akibatnya, anak justru kehilangan rasa ingin tahu dan minatnya untuk membaca. Padahal esensi dari timbulnya minat baca anak diawali dari hausnya rasa ingin tahunya tersebut.

Menurut Reading is Fundamental, salah satu lembaga nirlaba di Washigton DC – Amerika Serikat, yang peduli dalam hal keaksaraan anak-anak menyatakan bahwa ada lima alasan kenapa anak tidak mau untuk membaca buku, sebagai berikut :

Membaca itu membosankan

anak-cerdas4

Bagi anak-anak membaca itu adalah hal yang membosankan. Apalagi bagi anak yang sudah diberikan buku materi pelajaran di sekolah dan mereka ditugaskan untuk membacanya. Jangan putus asa , kita masih bisa membantu mereka mengatasi kebosanan ini. Kalau di rumah, coba cari bacaan jenis lain yang berkaitan dengan kepentingan dan kegemaran anak. Misalnya bila anak senang dengan lego, berikanlah buku-buku yang berkaitan dengan lego. Pancing rasa ingin tahu mereka terlebih dahulu, perlahan mereka akan mulai suka untuk membaca.

Anak tidak punya waktu

Terkadang anak merasa tidak memiliki waktu untuk membaca buku. Berbagai kesibukan harian, mulai dari sekolah, les, bermain dengan teman, mengerjakan tugas sekolah dan tugas-tugas lain serta menonton televisi telah menyita waktu mereka. Kondisi ini artinya bahwa anak merasa kesulitan untuk mengatur waktunya sendiri. Mereka membutuhkan bantuan kita dalam mengatur jadwal mereka dalam hal membuat waktu untuk membaca.

Membaca itu sulit

Untuk beberapa anak membaca adalah suatu hal yang sulit. Bisa jadi mereka menganggap sulit karena merasa putus asa atau bahkan trauma karena telah terjadi kegagalan dalam kemampuan membacanya. Bahkan bagi beberapa anak yang mengalami kesulitan membaca, akan timbul rasa kecemasan bila melihat buku. Sebaiknya kondisi seperti ini dikonsultasikan dengan gurunya, buku-buku seperti apa yang menarik dan sesuai dengan tingkat kemampuan anak kita untuk membaca.

Jika anak sudah berhasil membacakan suatu kalimat dengan baik, jangan sungkan untuk memberikan pujian untuknya. Begitu juga sebaliknya, bila ada sesuatu yang tidak benar ketika ia membaca, berikanlah masukan sehingga ia mau memperbaikinya. Sehingga anak akan mempersepsikannya ini bukanlah suatu hal yang buruk. Kesalahan yang ia lakukan hanya sebagian dari proses pembelajaran.

Satu hal yang perlu kita ketahui adalah, jika kita atau orang lain dalam keluarga kita ada yang memiliki masalah dalam membaca, ada kemungkinan besar anak-anak kitapun akan mengalami kesulitan dalam membaca. Mendeteksi dini adanya kesulitan membaca pada anak akan membantu kita agar cepat untuk melakukan penanganannya sedini mungkin.

Membaca itu tidak penting

Anak-anak belum paham bahwa membaca itu sangat penting dan bisa menjadi tujuan hidup mereka. Mereka belum menyadari bahwa buku adalah jendela dunia, dengan banyak membaca dapat membuka cakrawala dan menambah wawasan mereka. Hal inilah yang membuat mereka belum bisa menghargai pentingnya aktivitas membaca.

Membaca itu tidak menyenangkan

Bagi anak-anak, aktivitas membaca bukanlah hal yang menyenangkan. Mereka akan lebih memilih bermain dengan teman-teman, menonton televisi atau main games ketimbang harus membaca buku. Apalagi bagi anak-anak yang sudah bersekolah dan menekankan membaca sebagai suatu kinerja. Maka anak akan menganggap aktivitas membaca merupakan suatu tugas. Kondisi ini justru akan membuat anak semakin terbebani bahkan bisa benci dengan yang namanya membaca. Oleh karena itu, tekanan-tekanan seperti ini hendaknya disingkarkan sehingga anak akan lebih mudah merasakan nikmatnya aktivitas membaca.

Bila anak tidak senang membaca juga dapat kita telaah, apakah anak kita lelah, lapar atau kecewa. Misalnya kecewa karena pemilihan waktu kita untuk membaca bersama anak di saat acara favorit mereka di televisi. Atau mungkin juga anak tidak tertarik untuk membaca karena jenis buku yang kita bacakan tidak sesuai dengan kegemaran mereka. Menurut penelitian, anak laki-laki akan lebih suka bila dibacakan buku non fiksi daripada buku fiksi.

Cara efektif menarik minat anak untuk membaca

anak9

Sejauh ini, cara yang paling efektif untuk mendorong anak agar mau membaca dan mencintai buku adalah dengan membiasakan membacakan buku kepada mereka. Bacakanlah dengan suara yang terdengar oleh anak dan jangan terinterupsi oleh gangguan telepon atau televisi. Anak akan lebih tertarik bila buku yang dibacakan sesuai dengan kepentingan dan kegemarannya. Semakin dini kebiasaan itu kita lakukan, akan semakin efektif hasil yang kita harapkan. Bahkan sejak anak masih usia bayipun sudah dapat kita mulai untuk bacakan buku.

Kebiasaan membacakan buku ini harus konsisten kita lakukan. Hasilnya baru akan kita nikmati setelah berjalan sekian waktu tertentu, perlu kesabaran dan ketelatenan dalam membacakan buku ke anak. Lakukan dengan hati riang gembira, suasana yang menyenangkan atau bahkan sambil bermain.

Bila kita konsisten melakukan ini, suatu saat keajaibanpun akan muncul, ketika kita memberikan buku untuk anak-anak, mata mereka akan berkilau, senyum hangat akan muncul , dan imajinasi mereka menjadi hidup. Dengan demikian, marilah kita terus memotivasi anak-anak kita untuk mau mengubah gaya hidup mereka agar cinta buku dan membaca. Sehingga mereka selalu merasa haus dan lapar akan pengetahuan sehingga dapat membangkitkan semangat mereka untuk belajar.(Bunda Ranis)

Sumber  :

http://www.rif.org/us/literacy-resources/articles/children-who-can-read-but-dont.htm

http://www.rif.org/us/about-rif.htm

http://www.rif.org/us/literacy-resources/articles/getting-your-child-to-love-reading.htm

http://uk.pearson.com/enjoy-reading/what-if-children-just-dont-enjoy-reading.html