280 Views

5 Cara Mengendalikan Emosi Anak

Emosi Anak
Emosi anak meledak ketika keinginannya tidak terpenuhi
[pixabay.com]
Ayah bunda, pernahkah Anda menghadapi emosi anak yang meledak-ledak jika tidak terpenuhi keinginannya? Beberapa anak mengalami ledakan emosi secara berkala, namun ada pula anak yang jarang-jarang saja mengalaminya. Usia anak balita baik laki-laki maupun perempuan sering mengalami emosi yang terkadang sulit dikontrol. Ledakan emosi anak dengan marah-marah, melempar-lempar barang, atau berteriak sebaiknya memang tidak dibiarkan. Bagaimana pun, anak harus dilatih mengendalikan emosinya.

Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak mengendalikan emosi dan meredam amarahnya.

1. Mengetahui Penyebabnya

Pastikan Anda mengetahui terlebih dulu penyebabnya. Berbagai penyebab anak marah dan meluapkan emosinya karena lingkungan kurang nyaman, keinginannya tidak terpenuhi, lapar, bosan, dan mengantuk. Hal ini akan membantu Anda untuk mencegah ledakan emosi yang dialami anak di kemudian hari. Apabila anak sedang mengalami kekecewaan, berikan empati terlebih dulu kepadanya, baru kemudian menasihatinya.

2. Mengalihkan perhatiannya

Dengan mengalihkan perhatian, anak akan melupakan kekecewaan dan kemarahan yang dirasakannya. Pengalihan perhatian ini, misalnya dengan mengajaknya melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti menggambar, bernyanyi, berolahraga, bersepeda, dan bermain mainan favoritnya.

3. Bersikap tenang

Anak yang tiba-tiba marah memang bisa menyulut emosi Anda. Namun, berusahalah untuk bersikap tenang dan santai menghadapi si Kecil. Sikap tenang akan membuat Anda lebih mudah mencari solusi untuk meredakan amarah anak. Jangan sampai Ayah bunda tersulut emosi yang sama, jika kejadian tersebut terjadi di tempat umum, bawalah anak ke tempat sepi dan hindari untuk memarahinya.

4. Memberi perhatian dan pelukan

Bagi beberapa anak, perhatian dan pelukan Ibu dapat membuatnya merasa nyaman dan aman. Ledakan emosinya sedikit demi sedikit bisa berkurang saat Anda memeluknya dan memberikan perhatian positif kepadanya. Hal ini akan membuatnya merasa senang dan disayangi.

5. Biarkan anak tenang dulu untuk diajak berdiskusi

Lebih baik Anda menunggu sampai anak merasa tenang baru kemudian mengajaknya berbicara mengenai masalahnya. Ketika anak sudah tenang, akan lebih mudah diajak berdiskusi untuk mengatasi masalahnya.(Ern)