65 Views

7 Cara Tingkatkan Rasa Percaya Diri Anak Saat Belajar

Percaya Diri Anak

Rasa percaya diri anak akan tumbuh dan berkembang melalui prestasi yang berhasil mereka lakukan. Mulai dari hal-hal kecil seperti mengkancing baju sendiri, mengikat tali sepatu, bahkan membaca huruf dan angka. Ketika anak berhasil mencapai prestasi tersebut, mereka merasa mampu, kompeten, dan siap untuk berbuat lebih banyak. Keberhasilan mereka ini dapat meningkatkan rasa percaya dirinya.

Rasa percaya diri anak dapat dibentuk melalui penguatan positif, yaitu anak akan mendapatkan dorongan atau motivasi dari Ayah bunda dan lingkungan sekitarnya melalui komunikasi yang baik. Ketika anak sudah mendapatkan penguatan positif dan berhasil mencapai hal-hal yang baru, mereka cenderung untuk mencoba sesuatu yang lebih menantang karena mereka memiliki keyakinan bahwa mereka dapat menyelesaikan tugas tertentu.

Kondisi ini akan meningkatkan kepercayaan diri anak karena mereka mendapatkan suatu keterampilan baru, dan mereka benar-benar percaya bahwa mereka mampu untuk melakukannya. Anak yang memiliki rasa percaya diri biasanya akan mengucapkan:

“Aku bisa melakukannya!”
“Lihatlah saya!”
“Saya ingin melakukannya sendiri!”
“Aku bisa melakukannya sendiri!”

Pernyataan-pernyataan tersebut adalah contoh bagaimana anak-anak telah meyakini akan kemampuan yang mereka miliki. Dalam proses aktivitas anak di bidang akademis, terkadang mereka sering mengalami rasa tidak percaya diri dalam belajar mengenai materi tertentu. Biasanya anak akan menghindar dan takut bila dihadapi dengan materi bersangkutan. Bahkan tidak jarang pula mereka menangis karena merasa tidak sanggup untuk melakukannya.

Di sinilah peran Ayah bunda, bagaimana memotivasi anak-anak agar mereka merasa percaya diri dan meyakinkannya bahwa mereka mampu untuk melakukan tugas tersebut. 7 langkah ini dapat membantu Ayah bunda mengatasi anak yang tidak percaya diri sebagai berikut :

1. Berikan kepercayaan anak untuk melakukan sesuatu sendiri

Anak akan merasa senang bila mereka dapat melakukan sesuatu sesuai dengan kekuatan dan kemampuan mereka. Berikan kebebasan bagi anak untuk mengeluarkan ide dan pendapatnya. Bila mereka diberi kepercayaan, mereka akan dapat mengembangkan keterampilan untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan yang baik.

2. Mengakui prestasi anak dengan tepat

Berikan pujian kepada anak bila mereka berhasil melakukan hal-hal baru, mulai dari hal sekecil apapun. Hargai usaha mereka dan berikan pengakuan bahwa mereka mampu melakukan tugas tersebut, misalnya mereka berhasil menyelesaikan tugas mewarnai mereka, tempel hasilnya di dinding kamar atau lemari mereka.

3. Membuat daftar kekuatan dan kelemahan

Ayah bunda dapat memantau kegiatan belajar anak dengan cermat dan melihat apa yang mereka lakukan. Di mata pelajaran atau pada materi manakah mereka merasa mudah atau kesulitan untuk melakukannya. Bila tahu kekuatan anak pada mata pelajaran apa yang mereka sukai, gali kemampuannya dan rangkailah prestasi anak di bidang itu.

Hal ini akan membangkitkan semangat mereka dan mendorong percaya diri mereka lebih baik. Sebaliknya jangan terlalu memaksakan bila ada mata pelajaran yang sulit dan tidak disukai anak. Jangan membuat anak semakin depresi karena tekanan dari Ayah bunda dan lingkungan sekitarnya.

4. Jangan Bandingkan Anak

Kebiasaan membandingkan anak dengan anak lainnya, baik itu adiknya, kakak, teman atau saudaranya, karena akan merusak harga diri anak. Mereka merasa dirinya selalu menjadi perbandingan dan merasa dirinya tidak mampu untuk melakukan tugas yang diberikan.

Mungkin anak belum mampu untuk mengungkapkan kekesalannya karena selalu dibanding-bandingkan tetapi hal ini lama kelamaan akan mempengaruhi bawah alam sadarnya bahwa mereka merasa benar-benar tidak mampu melakukan tugas tersebut, kondisi ini akan mempengaruhi rasa percaya dirinya.

5. Ekspresi positif

Reaksi Ayah bunda dapat mempengaruhi bagaimana anak-anak merasa tentang diri mereka sendiri. Wajah bahagia dan ekspresif positif seperti intonasi suara dan bahasa tubuh akan membuat anak merasa bahwa mereka mendapatkan perhatian dari Ayah bunda.

Perhatian orangtua dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri anak. Misalnya, bila anak menunjukkan kertas ulangannya dan mendapat nilai 85 pada mata pelajaran matematika. Tunjukkan ekspresi kegembiraan, berikan mereka pelukan, senyuman tulus, tatap matanya sambil mengacungkan dua jempol.

6. Belajar dari kesalahan

Setiap anak pasti pernah mengalami sebuah kesalahan. Terkadang kesalahan itu terjadi berulang kali yang akhirnya membuat anak menyerah dan tidak ingin melakukannya lagi. Kondisi ini membuat anak menjadi tidak percaya diri. Ketika anak dalam kondisi seperti ini, mereka membutuhkan dukungan dari Anda bahwa kesalahan adalah hal yang biasa.

Membuat suatu kesalahan bukan berarti anak tidak memiliki kesempatan untuk berhasil, tetapi dari kesalahan justru anak dapat belajar untuk tidak mengulanginya lagi dan berusaha agar lebih baik sehingga tujuan mereka dapat tercapai.

7. Ciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan

Salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi rasa percaya diri anak adalah kasih sayang tulus yang diberikan oleh ayah bunda. Ciptakan lingkungan rumah yang harmonis dan bahagia. Keceriaan dan kehangatan suasana di rumah akan berpengaruh dalam proses belajar mereka.

Jika Ayah bunda pekerja dan tidak bisa menemani anak belajar, Ayah bunda bisa bergabung dengan biMBA-AIUEO (bimbingan Minat Baca dan Belajar Anak) karena belajar yang sepenuhnya menyenangkan ada di biMBA. Anak dapat dibantu pertumbuhan Minat aca dan belajarnya. Anak akan senang dengan menyukai kegiatan baca dan belajar karena biMBA tidak memaksa dan membebani anak. (Ern)

 

Bimbingan Minat Belajar dan Minat Baca Anak Usia Dini Indonesia is Stephen Fry proof thanks to caching by WP Super Cache