0 Views

7 Tips Agar Tetap Dekat dengan Anak Meski Orangtua Sibuk Bekerja

[swinglineblog.com}
Ayah bunda, bekerja adalah aktivitas yang biasa dilakukan setiap harinya. Namun, tidak jarang karena terlalu sibuk bekerja terkadang orangtua lalai dalam mendidik anak sehingga semakin jauh dengan anak, mulai dari kurangnya komunikasi membuat anak merasa tidak nyaman jika tidak disiasati dengan baik.

Masa perkembangan anak tidak akan terulang kedua kalinya, oleh karena itu sebagai orangtua kita perlu memperhatikan perkembangan anak di masa pertumbuhannya. Apalagi anak masih dalam masa golden age, yakni di usia 0-6 tahun. Pada masa itu anak menyerap berbagai hal mulai dari yang dilihat, didengar atau dirasakan.

Berikut ini adalah tips yang perlu Ayah bunda lakukan jika sibuk bekerja:

1. Waktu berkualitas bersama keluarga

Berikanlah kualitas yang baik saat Anda bersama dengan anak. Kebutuhan anak bukan hanya makan atau pakaian tetapi anak juga perlu diberikan kasih sayang, dipeluk, dicium, dan diperhatikan. Saat bersama dengan anak, usahakan jauhan diri kita dari gadget atau TV. Luangkan waktu bersama anak mulai dari bercerita bersama, bercanda, olahraga bersama. Ajak anak berwisata ke tempat yang mereka sukai sehingga ia tetap merasakan bahwa Anda begitu peduli dan sayang pada buah hati.

2. Waktu khusus untuk anak

Sesibuk-sibuknya orangtua, anak tetap membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Minimal 1 jam dalam sehari, Anda perlu meluangkan waktu bagi anak, sekadar mendengarkan cerita dari anak, keluhan mereka, dan siap membantu anak bila anak membutuhkan bantuan.

3. Menemani anak bermain

Dunia anak adalah bermain, jangan lewatkan saat-saat kebersamaan untuk bermain dan berkomunikasi, misalnya saat anak sedang sibuk bermain Anda bisa mendekatinya serta mengajak bicara sambil menemani anak bermain. Jangan biarkan anak terlalu sering datang kepada Anda, namun orangtua yang perlu berusaha untuk lebih sering datang kepada anak.

4. Dukung Minat Anak

Anak yang sering ditinggal biasanya lebih sering mengeluh atau bersikap manja. Jangan abaikan keluhan mereka. Anda perlu mendengarkan segala keluhan mereka. Bila keluhan mereka berupa harapan, tetaplah dengarkan. Anda tidak harus selalu mengabulkan permintaan mereka. Terkadang mereka hanya membutuhkan perhatian Anda. Hal yang lebih penting adalah pahami kebutuhan mereka. Misalnya, anak menyukai suatu bidang tertentu, dukung Minat anak dengan memberikan anak kesempatan untuk belajar hal yang disukainya.

5. Tetap terbuka

Perjuangan Ayah bunda dalam menjaga kedekatan dengan anak akan terlihat dari sikap keterbukaan anak pada Anda. Bila anak sudah mulai tertutup dan kurang bisa bersikap jujur apa adanya, orangtua perlu introspeksi diri. Setelah itu Anda perlu berjuang kembali, agar anak bisa dekat kembali dengan Anda. Dengan kata lain, Anda harus lebih aktif mengajak anak berbicara. Jangan biarkan anak sibuk dengan dunianya sendiri.

6. Jangan melampiaskan masalah pada anak

Anak-anak adalah pribadi yang sangat sensitif. Maka berusahalah untuk menggunakan kata-kata yang baik dalam berkomunikasi dengan anak. Perhatikan pula nada bicara anda. Anak-anak bisa menjadi “down” saat orang tua menanggapi pertanyaan anak dengan nada yang kurang menyenangkan atau pun terlihat ogah-ogahan. Apabila orangtua memiliki masalah di pekerjaan maka jangan lampiaskan kemarahan itu pada anak di rumah.

7. Berikan pengertian tentang pekerjaan Anda

Anak-anak terkadang tidak memahami apa yang Anda lakukan di luar rumah, alhasil mereka suka membanding-bandingkan Anda dengan orangtua temannya. Anda harus mampu menjelaskanlah alasan Anda sering meninggalkan rumah, yaitu untuk bekerja. Jelaskan kepada anak tentang pekerjaan Anda, mengapa Anda butuh bekerja, apa yang terjadi bila Anda tidak bekerja, dan lain-lain.

Besarkan hati anak agar mereka bisa menerima keadaan dan yang tidak kalah penting Anda perlu membuat kesepakatan dengan anak tentang kapan Anda bisa menemani anak, kapan Anda akan mengajak anak liburan, kapan Anda akan meluangkan waktu menelepon anak dari tempat Anda bekerja, dan lainnya.

Ayah bunda, Anda pun perlu memahami pribadi anak dan perkembangan kepribadian anak. Dengan memahami kepribadian anak, Anda akan semakin tahu bagaimana Anda harus memperlakukan atau mendidik buah hati Anda. Jangan biarkan anak merasa sendiri atau kesepian di rumah karena Anda terlalu sibuk bekerja. Jangan pula memperlihatkan wajah lelah Anda kepada anak, walaupun Anda baru saja bekerja keras.

Apakah Anda telah mencoba tips di atas? Jika belum, yuk lebih dekat dengan anak dengan mengikuti beberapa tips tersebut. Semoga bermanfaat. (Ern)