356 Views

Ajari Anak Manfaat Air

air21

Bagaimana ajari anak manfaat air?

“Mama, gara-gara air jadi kebanjiran. Aku tidak bisa pergi sekolah.”

Ungkapan ini mungkin pernah diucapkan oleh anak-anak. Lalu pertanyaannya, apakah anak dapat dijelaskan mengenai manfaat suatu hal sejak usia dini?

Manusia diberikan kelebihan dibandingkan makhluk hidup lainnya, yaitu akal dan pikiran. Dan pada dasarnya sejak kanak-kanak, manusia sudah memiliki kecenderungan dan kemampuan berpikir kritis.

Anak usia dini dapat diajar berpikir kritis dalam berbagai area: seni bahasa, matematika, ilmu pengetahuan, dan ilmu sosial. Perlu dipahami bahwa mengajar anak berpikir kritis tentu berbeda dengan mengajar orang dewasa. Meski kemampuan belajar dan berpikir sudah ada sejak awal kehidupan, tetapi perbedaan-perbedaan isi dan kompleksitas struktur pengetahuan mereka berbeda dengan yang dimiliki orang dewasa. Perbedaan itulah yang perlu dijadikan dasar bagi pengajaran berpikir kritis pada anak.

Dengan demikian, para orang dewasa, yang diharap membantu anak untuk memanfaatkan keterampilan berpikirnya, dengan rendah hati belajar dan melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya pula.

Anak dapat mulai diajarkan keterampilan observasi dasar, seperti mengamati suatu hal atau benda untuk mencari tahu apa yang membuat suatu hal atau benda itu terbentuk. Lewat pengamatan, anak juga dapat diajak memahami apa itu air dan manfaatnya.

Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengajak anak mengenal manfaat air;

1. Saat hujan.

Dampingi anak di saat turun hujan, aktivitas yang dilakukan bisa berupa nyanyian untuk anak yang usianya masih sangat kecil. Dan untuk anak yang usianya lebih besar dapat berupa penjelasan umum mengenai terbentuknya hujan. Libatkan reaksi dan jawaban anak, apa yang ia rasakan saat hujan turun, misalnya udara menjadi lebih sejuk.

2. Saat mandi.

Dampingi anak di saat mandi, aktivitas yang dapat dilakukan yaitu dengan bercerita dan melakukan beberapa permainan di area kamar mandi. Misalnya dengan mandi, badan menjadi segar atau di saat mandi, ajak anak bermain gelembung sabun.

3. Saat minum.

Perlihatkan anak, air bisa berupa air putih, susu, teh maupun sirup. Anak juga bisa diajak bicara langsung mengenai pentingnya air ketika ia haus atau setelah ia minum.

Masih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan untuk mengenalkan manfaat air. Namun, penting untuk diperhatikan, jangan memaksa anak untuk berpikir keras di luar kemampuan dan minatnya. Anak yang merasa dipaksa akan cenderung pasif dan menghindar dari kegiatan berpikir. Lakukan segala kegiatan dengan cara yang menyenangkan (fun learning) sehingga, minat anak akan tumbuh dengan sendirinya dan ia akan dengan senang menerima hal-hal baru serta mau melakukan lagi tanpa merasa dipaksa.(Niesa)