33 Views

Akibat Buruk Hambatan Mental pada Anak

Anak yang sudah diprogram dirinya bodoh maka ia akan terus merasa bodoh
[ayomengajarindonesia.blogspot.co.id] .
Ayah bunda, berikut ini adalah akibat yang ditimbulkan dari hambatan mental yang sudah dibentuk pada masa kritis anak, yakni usia 0-6 tahun. Adakah anak kita memiliki hal berikut ini:

1. Memiliki Kesulitan dalam Belajar

Anak yang sudah diprogram dirinya bodoh maka ia akan terus merasa bodoh, belajar menjadi lebih sulit atau mata pelajaran tertentu sangat sulit maka anak akan memiliki motivasi belajar yang rendah. Mereka akan memiliki segudang alasan untuk tidak belajar dan dampaknya anak akan benci belajar.

2. Rasa Percaya Diri yang Rendah

Pernahkah anak merasa tidak percaya diri dan takut melakukan sesuatu hal. Anak yang sudah diprogram sejak kecil sebagai ‘Anak Bodoh’ maka ia tidak akan berani memberikan masukan atau ide-ide kepada kelompoknya. Terkadang saat mereka diminta menjelaskan di kelas rasa takut sudah menghampirinya.

3. Sulit Bersosialisasi

Beberapa anak akan kesulitan dalam menjalin hubungan secara emosional dengan teman atau lingkungannya. Bahkan tidak jarang diantara mereka membangun kelompok tersendiri yang memiliki kemampuan belajar yang sama di kelas, sehingga anak dengan kemampuan biasa saja sulit bergabung dan menjadi tidak punya teman.

4. Tidak Kreatif

Anak hanya menunggu perintah dari orangtua atau guru untuk melakukan suatu pekerjaan tanpa menunjukkan kreatifitas mereka. Saat anak mendapatkan masalah, mereka cenderung berhenti dan tidak memikirkan bagaimana cara mengatasi hambatan yang dihadapinya. Bila hambatan bental tidak diselesaikan maka tingkat kreatifitas anak juga tidak bisa meningkat.

5. Harga diri yang rendah

Harga diri yang rendah yang dimiliki oleh anak bersumber dari sekolah dan orangtua. Contohnya anak mendapatkan nilai buruk di sekolah. Di sekolah anak sudah merasa bodoh dengan membandingkan nilai yang diraih dengan nilai teman sekelasnya. Ditambah dengan orangtua yang marah karena lelah sepulang kerja, terkadang maksud baik orangtua tidak bisa dimengerti oleh anak karena keterbatasan cara berpikirnya. Perlakuan inilah yang membuat anak merasa tidak berharga.

Keberhasilan atau pun kegagalan anak dalam sekolah sangat mempengaruhi anak dalam menghadapi masa depanya. Cara terbaik untuk mempersiapkan anak menghadapi masa depanya adalah dengan mengatasi hambatan mental dalam proses belajar yang dimiliki oleh anak. Dengan begitu anak bisa bertumbuh dan berkembang sesuai dengan Minat dan kemampuanya dengan lebih cepat. (Ern)