85 Views

Anak Tidak Boleh Diajarkan Membaca

Ketika dibangun Minat bacanya, pasti akan meningkatkan kemampuan membaca secara luar biasa. [carasukses.net]
Ayah bunda, apakah Anda termasuk salah satu orangtua yang memiliki ambisi agar anak pintar membaca? Tidak dipungkiri semakin maju perkembangan di dunia semakin menuntut kita menjadi kompetitif, dengan dalih demi kebaikan anak. Agar mereka tidak tertinggal dengan teman-temannya lain dan bisa mengikuti dunia persekolahan dengan baik.

Tahukah Anda, bahwa tanpa sadar kita telah menekan anak untuk belajar di usianya yang masih dini. Padahal anak usia dini dunianya adalah dunia bermain bukan belajar, tetapi karena sudah diajarkan membaca sejak dini mereka justru menjadi benci belajar. Terlebih lagi proses belajarnya menggunakan metode yang tidak sesuai dan hanya berfokus pada hasilnya.

Setiap orangtua melakukan pendekatan yang berbeda-beda terhadap anak, banyak sekali metode membaca cepat yang dipilih orangtua dengan harapan anak bisa cepat baca. Nyatanya anak bisa membaca belum tentu anak suka membaca, bisa jadi ia belajar hanya karena tuntutan orangtuanya. Alhasil membaca menjadi kegiatan yang membosankan karena tidak sesuai keinginan anak atau karena guru yang galak.

Ketua YPAI (Yayasan Pengembangan Anak Indonesia) sekaligus penemu metode biMBA-AIUEO Bapak Bambang Suyanto menuturkan, bahwa yang terpenting bagi anak usia dini bukanlah belajar tetapi membangun Minatnya. Prosesnya harus dilakukan 100% bermain sambil belajar. Harus menyenangkan, harus bertahap, sesuai kemampuan dan kemauan anak, serta tidak boleh memaksa anak.

“Inti dari metode AIUEO yang terpenting adalah membangun Minat bacanya, membangun Minat harus menyenangkan. Tidak mungkin bisa Minat kalau tidak menyenangkan, kita harus tahu arahnya dahulu,” ujar Bapak Bambang saat mengisi acara di program acara ‘Sapa Indonesia Siang’ di Kompas TV.

Proses belajar yang sepenuhnya menyenangkan bisa dilakukan lewat permainan-permainan yang konstruktif, mulai dari bermain huruf, bermain kata, dan bermain kalimat. “Huruf itu sifatnya abstrak, jadi perkenalkan pada anak harus konkrit, mudah diucapkan, dan dekat dengan anak. Karena menarik akan diulang oleh anak, bukan belajar membaca. Tidak boleh anak usia dini diajarkan membaca, yang boleh adalah membangun MINAT bacanya. Ketika dibangun Minat bacanya, pasti akan meningkatkan kemampuan membaca secara luar biasa,” lanjutnya.

Setiap orangtua memiliki kewajiban untuk membimbing Minat belajar anak tanpa memaksa anak, tetapi dengan metode yang sepenuhnya menyenangkan. Perkenalkan pada anak terlebih dahulu lewat nada atau lagu yang isinya ada pembelajaran, lewat berdialog, buku-buku bergambar, bercerita, ataupun dongeng, dan permainan-permainan edukatif.

Bapak Bambang Suyanto menegaskan bahwa bukan anak yang harus belajar tetapi orang dewasa yang seharusnya belajar, “Kita sebagai orang dewasa harus menjadi pembelajar dahulu, bukan anak yang belajar, anak harus bermain. Bermain anak adalah belajar. Bermain apa? Awalnya kita ajak bernyanyi dulu. M A M A MAMA, dengan menggunakan nada.”

Ayah bunda, betapa pentingnya Minat baca bagi anak. Anak adalah aset masa depan dan calon pemimpin, maka seharusnya kita sebagai orangtua harus memahami anak dengan tidak mengajarkan anak usia dini membaca dengan paksaan atau tekanan. Namun, bimbinglah Minat bacanya, kelak anak akan menjadi seseorang yang senang belajar sepanjang hayat.

Ketika dibangun Minat bacanya, pasti akan meningkatkan kemampuan membaca secara luar biasa.

Bimbingan Minat Belajar dan Minat Baca Anak Usia Dini Indonesia is Stephen Fry proof thanks to caching by WP Super Cache