38 Views

Ayah Bunda Sudahkah Kita Memenuhi Hak Anak?

Minat belajar merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan, setiap anak berhak mendapat pendidikan. Secara umum belajar adalah proses kehidupan dalam pengembangan diri setiap orang untuk dapat melangsungkan kehidupan. Pendidikan pertama yang didapatkan oleh anak tentu saja pendidikan dari lingkungan keluarga, Ayah Bunda adalah pendidik pertama bagi mereka.

Berhenti Memaksa Anak

Setiap orangtua pasti menginginkan mendidik buah hatinya agar bisa sukses dan bahagia. Namun pada kenyataannya hal itu bukanlah sesuatu yang mudah, terkadang tanpa sadar orangtua melakukan pelanggaran saat anak harus mengembangkan diri sesuai potensinya. Misalnya orangtua yang berprofesi sebagai guru lantas menuntut anak menjadi seorang guru tanpa menanyakan apakah anak suka atau tidak.

Dalam mendidik, orangtua juga perlu memberikan pola asuh yang tepat agar anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemauan dan kemampuan yang dimilikinya. Ayah Bunda, sudah sepatutnya memperhatikan Minat anak dengan arahan, biarkan anak memilih sesuai keinginannya, bebas, dan tanpa dipaksa.

Tugas orangtua adalah membimbing dan memotivasi anak sesuai dengan Minatnya masing-masing serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Rasa senang adalah awal mengapa anak bisa menyukai suatu hal, jangan sampai anak menjadi benci belajar karena memaksa anak mengikuti kemauan orangtua. Anak bukanlah miniatur orang dewasa, mereka memiliki pikiran, perasaan dan sikap yang berbeda dengan orangtuanya.

Anak Berhak Belajar dan Bermain

Hak anak adalah kewajiban yang harus dipenuhi setiap orangtua, seperti halnya belajar dan bermain. Terkadang yang orangtua ketahui mengenai belajar hanyalah anak duduk di bangku sekolah, dan menganggap hak anak sudah dipenuhi saat menyekolahkan mereka. Namun ada hal yang lebih besar dari hanya bersekolah dan meraih nilai bagus secara akademis.

Pendidikan sejati tidak hanya menjadikan anak sukses secara materi ataupun pintar dalam nilai dan prestasi akademis. Pendidikan bukan sekedar untuk mendapatkan ijazah dan berhasil bekerja di perusahaan ternama, tetapi yang lebih penting adalah bermanfaat atau tidaknya ilmu yang didapatkan, apabila tidak menimbulkan kebaikan artinya pendidikan tersebut bisa dibilang tidak berhasil.

Selain belajar anak juga memiliki hak untuk bermain. Pakar psikologi menyatakan bahwa sebagian besar dari kehidupan anak adalah bermain, maka itulah muncul banyak Taman Kanak-kanak, PAUD, bahkan biMBA juga berperan serta dalam membangun Minat anak dengan metode yang tepat yaitu proses bermain sambil belajar yang wajib menyenangkan, bertahap dan individual. Di biMBA hak anak untuk belajar dan bermain dipenuhi tanpa ada paksaan. Belajar tidak berorientasi pada hasil tetapi melalui proses yang menyenangkan.

Tips Pola Asuh Orangtua untuk Memenuhi Hak Anak Sejak Dini

1. Pendampingan

Orangtua mendampingi anak belajar maupun bermain dan bukan memaksa, sebab orangtua adalah guru pertama bagi anak sebelum memasuki dunia sekolah. Kedekatan anak dan orangtua bisa memberikan rasa aman, nyaman, dan anak merasa disayangi.

2. Menyediakan fasilitas belajar

Sediakan anak fasilitas belajar yang memadai yang disesuaikan dengan kemampuan dan kemauan anak serta bermanfaat, misalnya buku dengan gambar-gambar yang menarik atau pun permainan edukatif yang bisa merangsang daya imajinasi anak.

3. Ciptakan kondisi yang nyaman dan menyenangkan

Jangan marahi anak ketika mereka menolak belajar. Biarkan dulu dan tukar dengan aktivitas lain yang menarik Minatnya dengan memasukkan unsur pembelajaran di dalamnya.

4. Selalu berikan jawaban yang mengesankan

Ketika anak mengalami kesulitan memahami pembelajaran, jangan bosan menjelaskan meskipun harus berulang kali. Beri penjelasan dengan kata-kata yang mudah dimengerti dan perlahan ajak anak berdiskusi untuk mendengarkan jalan pikirannya.

5. Bertanggung jawab

Semakin canggih teknologi, sebagai orangtua juga harus memperkaya diri dengan mencari ilmu dan menambah wawasan, agar bisa mengontrol anak di masa kini. Semakin hari tanggung jawab kepada anak semakin besar, maka itu bukan hanya mengisi hak anak untuk belajar, namun orangtua juga perlu terus belajar.

Dalam uraian tersebut di atas, bahwa hak untuk belajar merupakan hak seluruh anak maka sangat sesuai dengan butir ke-5 Tujuh Nilai Dasar biMBA yang menyebutkan bahwa bimbingan minat belajar anak merupakan hak anak dan kewajiban setiap orang dewasa. Oleh sebab itu, sudah seharusnya setiap anak-anak di seluruh Indonesia mendapatkan hak pendidikan, hak untuk bermain sambil belajar demi menciptakan generasi pembelajar mandiri sepanjang hayat. (Ern/NH)

Sumber foto: www.satujam.com
.

Tinggalkan Balasan