48 Views

Bakat Tanpa Minat, Bagaimana hasilnya?

Minat
Adanya Minat membuat anak tergerak untuk melakukan keterampilan yang disukainya  [http://iniyangbaru.com]
Minat adalah keinginan yang tumbuh dalam diri sendiri. Tanpa didukung oleh minat, bakat akan berhenti di tengah jalan sebelum berkembang optimal. Oleh karena itu, bila orangtua melihat anaknya berbakat pada bidang tertentu tapi tidak berminat, sebaiknya jangan memaksa mereka melakukan hal yang tidak disukainya.

Ayah bunda harus menumbuhkan minatnya lebih dulu. Misalnya, anak berbakat musik tapi tidak berminat kursus musik, sebaiknya jangan dipaksa. Ajaklah anak menikmati pagelaran musik dulu, tumbuhkan kebanggaan bahwa bermain musik di atas panggung selain menghibur orang lain dan membuat orang lain merasa senang, juga membuat dirinya kelihatan keren.

Berikan dorongan bahwa dengan minat yang dimilikinya, ia lebih mudah menguasai bidang itu dan hasilnya pun lebih optimal ketimbang mereka yang tidak berminat. Bila setelah berulang kali diajak menikmati pertunjukan musik, diberi dorongan positif, tapi anak belum juga kelihatan minatnya, sebaiknya coba gali lagi, jangan-jangan memang minat anak bukan di bidang itu melainkan di bidang lain.

Minat Tanpa Bakat

Sebaliknya minat tanpa bakat masih ada harapan, karena dari minatlah anak tergerak untuk terus menekuni suatu keterampilan sampai target yang diinginkan tercapai. Alhasil, meski minim bakat, sebenarnya dengan minat yang besar anak dapat meraih prestasi. Meski tentu saja tanpa bakat berarti ia harus kerja keras demi mewujudkan keinginannya.

Bila anak menunjukkan minat serius pada suatu bidang tapi tidak didukung bakat, berikan pengertian bahwa ia harus bekerja lebih keras supaya berhasil seperti teman-temannya yang dikaruniai bakat. Untuk menginspirasi anak, contohkan orang-orang yang berhasil di bidangnya berkat kerja keras meski tanpa didukung bakat.

Ayah bunda, seorang anak yang tidak menyukai bidang tertentu bisa dilihat dari sikapnya, inilah 4 ciri-ciri anak tidak memiliki Minat:

1. Cari 1001 Alasan

Awalnya anak akan mencari 1001 alasan untuk mangkir dari aktivitas tersebut. Misal, waktunya les malah tidur, malas bergerak, mengatakan banyak PR, dan sebagainya.

2. Hasil Tidak Membaik

Meski sudah diupayakan untuk menumbuhkan minatnya, tapi hasil yang dicapai tidak juga menunjukkan kemajuan. Contoh, lagu baru yang harusnya bisa dikuasai dalam 2 minggu, ini sudah hampir 2 bulan belum dikuasainya.

3. Tampak Tertekan

Anak tampak tertekan saat diajak ngobrol tentang kursus yang tak diminatinya itu. Sekedar ditanya akan berangkat kursus jam berapa sudah membuatnya marah.

4. Sakit

Gejala paling parah adalah munculnya rasa sakit pada organ tubuh tertentu karena masalah psikologis. Setiap mau les jadi mual, sakit perut, pusing, sesak napas, dan sebagainya. Bila demikian, hentikan sementara keterlibatkan anak dalam aktivitas tersebut. Pastikan penyebab gejala-gejala psikosomatis ini. Bila pasti karena anak memang tidak berminat, maka keterlibatan anak dalam aktivitas itu tak perlu dianjutkan lagi. (Ern)

Bimbingan Minat Belajar dan Minat Baca Anak Usia Dini Indonesia is Stephen Fry proof thanks to caching by WP Super Cache