611 Views

Bantu Anak Menentukan Cita-citanya

Mengapa harus bantu anak menentukan cita-citanya?

cita-citaku1

Semua anak pasti memiliki cita-cita. Biasanya cita-cita yang mereka sebutkan didapat dari apa yang telah mereka lihat, mereka dengar dan mereka alami. Kalau mendengar cita-cita seorang anak kecil, terkadang kita sering terperanjat karena melihat kepolosan mereka. Saya pernah bertanya kepada anak saya, apa cita-citanya ? jawabannya sungguh diluar dugaan, katanya ia ingin menjadi tukang sampah. Ketika ditanya alasannya, karena ia senang kalau jadi tukang sampah bisa sering dikasih uang sama orang lain. Cita-cita sederhana ini ternyata ia dapatkan karena ia sering melihat tukang sampah yang mengangkut sampah di rumah kami sering mendapat sedekah dari kami. Dan kami membiasakan sedekah itu diberikan oleh tangan-tangan mungil anak kami.

Contoh cita-cita tersebut, nampaknya sangat sederhana. Seorang anak usia 5 tahun, dengan polosnya bercita-cita ingin menjadi tukang sampah. Hal ini karena ia sering melihat suatu rutinitas dengan memberikan sedekah kepada seorang tukang sampah, namun ternyata sangat berkesan untuknya.

Satu tahun kemudian, ketika ia berusia 6 tahun, saya kembali menanyakan apa cita-citanya. Sekarang jawabannya bukan lagi membuat saya tertawa, tetapi justru menitikkan air mata. “Aku ingin membantu orang-orang miskin agar menjadi kaya”. Wow, sungguh takjub saya mendengarnya. Perubahan konsep berpikir yang mengalami 180 derajat dari cita-cita sebelumnya.

Hargai Cita-cita Anak

Setiap anak berhak memiliki cita-cita. Biarkan mereka memiliki mimpi, sekalipun mimpi itu aneh dan seolah-olah hanya imajinasinya saja. Perlahan imajinasi itu akan berkembang sesuai dengan usianya. Jangan sampai kita berkesan tidak mendukung cita-cita dan harapannya sehingga membuat mereka tidak lagi berani untuk bermimpi dan memiliki cita-cita. Kita harus menghargai perasaan anak. Bagaimana jika mereka sedih, dan di hati kecilnya serta pikiran si anak timbul pernyataan seperti “aku tidak boleh menjadi tukang sampah, mama enggak mau aku punya cita-cita. Aku enggak boleh punya mimpi.”

Cita-cita anak sering berganti-ganti

i-have-dream-kids-28125206

Ada anak yang berlomba-lomba untuk memiliki cita-cita yang terdengar keren. Namun ada juga anak yang bermimpi karena kepolosannya, dan ia tidak memikirkan apa yang terjadi ketika ia menjadi seperti yang ia mimpikan. Seiring berjalannya waktu, mimpi anak bisa berubah. Hal ini diakibatkan karena proses diri anak juga semakin berkembang. Mereka semakin banyak mengenal dunia dan semakin banyak informasi yang diterima dari orang lain.

Cita-cita anak bisa berganti tiap hari. Senin menjadi pilot, Selasa menjadi guru, Rabu menjadi tukang salon, Kamis menjadi penyanyi, Jumat menjadi business man, Sabtu menjadi dokter dan Minggu menjadi pemain bola. Hal ini terjadi karena :

  1. Anak belum memahami tentang keunikan dirinya
  2. Anak belum tahu apa yang ingin mereka lakukan untuk masa depannya
  3. Anak juga belum cukup matang untuk menentukan mau jadi apa nantinya
  4. Anak belum terlalu bisa mengambil sisi negatif dari profesi yang nanti akan dijalani.

Orang tua adalah Kompas

kompas

Tidak selamanya kita dapat berjalan seiringan dengan anak sambil memegangi tangan mereka dalam perjalanan hidupnya. Suatu saat kita harus melepas tangannya dan menunjukkan cara dan arah yang tepat agar anak menjadi mandiri, bertanggung jawab, berkontribusi dan memiliki tujuan hidup yang jelas. Disinilah peran kita sebagai orang tua harus mampu menjadi penunjuk arah atau kompas dalam membantu anak menentukan cita-citanya.

Alan YIP dalam bukunya FUNtastic Parenting, memberikan tips (formula dasar) bagaimana menentukan cita-cita anak dengan menggunakan keterampilan untuk membantu diri anak agar berhasil. Latihan berikut ini dapat dicoba dan dijadikan sebagai kebiasaan.

• Saya akan + melakukan apa + kapan

Konsep sederhana ini dapat membantu anak untuk belajar ketrampilan dalam menentukan cita-citanya. Diskusikan dengan anak, apa yang mereka cita-citakan. Kemudian gunakan formula diatas untuk membuat langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar harapan si anak dapat tercapai. Misalnya, anak bercita-cita ingin menjadi pemain futsal terbaik di sekolahnya.

“Saya akan latihan futsal tiga kali dalam seminggu”.

Melakukan apa = latihan futsal

Kapan = tiga kali dalam seminggu

• Bermain bola cahaya selama 21 hari

lampu

Riset menyimpulkan bahwa diperlukan waktu setidaknya 21 hari untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru sehingga dapat membentuk kebiasaan. Oleh karena itu permainan bola cahaya ini membantu anak agar tetap fokus pada cita-citanya, paling tidak selama 21 hari.

Caranya : Mintalah anak untuk menggambar sebuah bola lampu besar yang bersinar di atas kertas. Di dalam gambar lampu itu, tulislah formula cita-cita, “Saya akan + Melakukan apa + Kapan”. Lakukan hal yang sama selama 21 hari. Lebih seru lagi bila menggunakan warna-warni cerah untuk cahayanya.

Tujuan dari latihan ini adalah sebagai pengingat visual harian dan pengakuan atas usaha yang telah dilakukan anak. Gambar bola lampu bercahaya warna-warni itu menggambarkan perasaan positif yang terbentuk pada diri anak, semakin banyak anak mencoba meraih cita-citanya, semakin cerah dan bertambah warna yang dipancarkan bola lampu itu. Maka semakin cerah pula anak dapat bersinar. Hal ini dapat mendorong anak agar semakin dekat untuk mendekati cita-citanya.

• Bermain telapak kaki sebagai langkah pertama

small-footprint-md

Permainan ini menggambarkan bahwa perjalanan seribu mil yang akan ditempuh anak, selalu dimulai dengan langkah pertama terlebih dahulu.

Caranya : Mintalah anak untuk menggambar telapak kaki yang besar pada sebuah kertas kosong. Kemudian tuliskan cita-citanya atau rencana si anak di dalam gambar kaki tersebut. Jangan lupa diberi judul diatas gambar telapak kakinya :

“Apa langkah pertama saya untuk memulai, dalam upaya meraih cita-cita saya?”

Misalnya, cita-cita si anak ingin meningkatkan kosa kata dalam bahasa inggris setiap hari. Maka langkah pertama yang harus dilakukan misalnya :

“Saya akan membaca majalah anak yang berbahasa inggris dan mencari 2 buah kata-kata baru yang belum saya pahami, kemudian saya akan menuliskan kata-kata itu beserta artinya kedalam buku tulis kosa kata setiap hari.

Selanjutnya, letakkan gambar bola lampu bercahaya dan telapak kaki ini pada lokasi yang sering dilewati dan dilihat oleh anak. Dengan demikian akan memperkuat kembali dan membangun kebiasaan baik si anak untuk menentukan cita-citanya.

• Rayakan cita-cita anak

ultah

Bila anak berhasil dan komitmen melakukan hal-hal diatas, jangan lupa untuk memberikan penghargaan atas usaha yang telah mereka lakukan. Misalnya dengan mengadakan perayaan atas kemenangan mereka. Perayaan tersebut tidak harus besar, yang terpenting bagi anak ini merupakan bukti solid yang diterima mereka sebagai tanda bahwa “saya sudah berhasil melakukannya.”

Cara ini dapat membantu untuk memupuk kepercayaan diri anak. Rayakanlah keberhasilannya dengan satu keluarga. Nikmati waktu kebersamaan dengan keluarga menjadi hal yang menyenangkan. Kita pun dapat merasakan bahwa kerja keras kita dapat membuahkan hasil.

Referensi :

Alan YIP. FUNtastic Parenting : Menjadi orang tua yang menyenangkan. Jakarta : Grasindo. 2013

Bunda Lucy. Ayah Bunda, Tolong Dukung Mimpiku. Jakarta : Grasindo. 2012

2 Komentar

    1. Bapak Faisal,Pengetahuan anak-anak tentang profesi memang masih sangat minim, sebagai orang dewasa kita bisa mengenalkan berbagai macam profesi kepada anak. Pengenalan profesi bisa dilakukan secara langsung saat berjalan-jalan dengan anak, orangtua bisa mengenalkan jenis2 pekerjaan yg ada di lingkungan sekitar. Misalnya saat kita naik taksi, orangtua bisa mengenalkan profesi supir taksi kepada anak. Selain itu pengenalan profesi bisa juga melalui bacaan atau mengajak anak ke wahana permainan mengenai profesi seperti Kidzania misalnya. Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Terima kasih