99 Views

Bolehkah Anak Usia Dini Belajar Calistung?

Belajar
Mengajarkan anak baca, tulis, dan hitung, seharusnya dilakukan dengan cara yang menyenangkan. [http://id.theasianparent.com]
Banyak kalangan yang masih pro dan kontra tentang mengajarkan membaca dan menulis pada anak usia dini. Sebagian menyatakan bahwa membaca dan menulis pada usia anak usia dini berarti memaksakan anak untuk memiliki kemampuan yang seharusnya baru diajarkan di bangku sekolah dasar.

Hal ini mengakibatkan waktu bermain yang seharusnya adalah aktivitas dominan di usia mereka berkurang atau bahkan terabaikan, sehingga dikhawatirkan akan menghambat perkembangan potensi dan kemampuan anak secara optimal di kemudian hari.

Sebagian lain berpendapat, tidak masalah mengajarkan membaca dan menulis sejak anak usia dini. Biasanya yang memiliki pendapat untuk membolehkan anak diajarkan baca dan tulis dilatarbelakangi agar anaknya tidak mengalami kesulitan ketika masuk SD. Tuntutan masuk ke SD pada saat ini mensyaratkan bahwa anak sudah mampu untuk membaca dan menulis.

Dengan adanya polemik tersebut, tidak jarang membuat orangtua menjadi bingung, pendapat mana yang harus diikuti, karena masing-masing pendapat memiliki alasan yang cukup kuat. Orang tua dan guru harus bersikap bijaksana dengan menentukan solusi terbaik.

Di satu sisi kita sebagai orang tua atau guru tentunya menginginkan potensi dan kemampuan anak dapat tumbuh optimal melalui stimulasi pendidikan yang tepat yang akan kita ajarkan kepada mereka, tetapi tetap tidak mengurangi aktivitas dominan di usia mereka yaitu bermain.

Pertanyaannya bukan lagi apakah seorang balita bisa diajar membaca atau tidak, tetapi bagaimana mengajar anak balita membaca? Di Jepang dan negara-negara maju lainnya anak-anak telah diperkenalkan membaca sejak mereka masih pra-TK. Mereka tentu tidak ingin ‘mengorbankan’ anak-anak mereka jika mereka tahu bahwa belajar membaca akan berakibat buruk bagi anak mereka di masa depan.

Bagaimanapun metode mengajar anak usia dini untuk membaca, menulis dan berhitung harus benar-benar diperhatikan. Mengajar bagi anak usia dini harus dilakukan dengan suasana gembira, tidak formal atau serius seperti mengajar anak yang sudah usia SD, karena ini akan menimbulkan kejenuhan atau rasa bosan pada anak. Mengingat konsentrasi pada anak usia dini untuk satu topik bahasan saja masih sangat terbatas.

Oleh karena itu, materi pelajaran yang diberikan jangan terlalu banyak dan durasi belajar jangan terlalu lama. Belajar dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan anak, bukan dipaksakan sehingga si anak akan merasa terbebani. Namun, lakukan sambil bermain sehingga aktivitas dominan anak pada usia tersebut, yaitu dunia bermainnya mereka tidak hilang. (Ern)

1 Komentar

Bimbingan Minat Belajar dan Minat Baca Anak Usia Dini Indonesia is Stephen Fry proof thanks to caching by WP Super Cache