36 Views

Berbagi Pengetahuan dari Talkshow tentang Autisme

1465238_765136526836679_1161094517_n

Sabtu, 16 November 2013 lalu merupakan lembaran teristimewa dalam hidup saya. Mengapa? Karena saya mendapat kesempatan untuk mengikuti talkshow yang mempunyai tema ‘Biomarker Screening For Autism; A First Giant Step for Scientific Based Detection’ (Biomarker Skrining untuk Autisme; Sebuah Langkah Besar untuk Pendeteksian Berbasis Ilmiah). Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 – 12.00 WIB di Auditorium RSIA Grand Family, Jl. Pantai Indah Selatan 1, Komplek Elang Laut Boulevard, Kav. 1 No. 1, Penjaringan, Jakarta itu membuat saya menjadi lebih mengetahui dan mengerti tentang anak-anak penyandang autistik.

Sebelum saya jelaskan lebih lanjut, saya mau berbagi tentang apa itu ‘Autism’. Autism berasal dari kata ‘Auto’ yang juga bisa diartikan ke dalam ‘locked within themselves’. Anak-anak penyandang autistik bisa kita ketahui dengan ciri-ciri ketika anak tersebut tidak bisa melakukan ‘eye contact’ (kontak mata) sama sekali dan tidak melakukan interaksi sosial juga. Anak tersebut memiliki kecenderungan tinggi untuk sibuk dengan dirinya, suka melihat segala sesuatu dengan sudut pandangnya sendiri. Pada dasarnya anak yang mengalami Autism memilki masalah dengan komunikasi. Autistik merupakan ‘brain disorder’ (kerusakan struktur otak) karena memang berdasar penelitian dengan melakuan scan terhadap jaringan otak, struktur otak anak-anak penyandang autis memiliki perbedaan struktur dengan otak anak-anak normal. Tapi tahukah mama, papa, bunda, dan ayah kalau ternyata para public figure berikut merupakan penyandang autistic, seperti: Bill Gate, Van Gough (pelukis terkenal), Einstein dan Mozart. Penyandang autistik itu sama seperti kita cuma memang butuh pendampingan dan juga terapi-terapi khusus.

Menurut Prof. Dr. Michael Klentze (ahli genetika), pada dasarnya penyebab autistik adalah gen, atau bisa dikatakan bahwa autistik ini merupakan penyakit genetik. Jadi sebenarnya kita gampang sekali untuk bisa mengetahui apakah kita bisa melahirkan anak dengan autism adalah dengan mengecek apakah dalam keluarga kita ada yang menyandang autism ini sebelumnya. Jika ada, bisa dipastikan bahwa salah satu dari keluarga kita bisa menjadi pembawa gen ini. Kalau memang kita ada kecenderungan untuk membawa gen ini, maka ketika masa kehamilan faktor lingkungan dan gaya hidup yang sehat perlu sangat diperhatikan, yaitu salah satunya dengan makan makanan organik saat masa kehamilan. Dan perlu diingat bahwa autistik adalah penyakit genetik berbeda dengan ‘hiperaktif’ yang merupakan gangguan perilaku.(Vebi AIUEO)

T2

 

 

Pembicara: Prof. Dr. Michael Klentze, MD, PH.D (Ahli Genetika)