11 Views

Bermain Penting untuk Anak? Simak Ini!

Bermain Penting untuk Anak
[Pa&Ma.com]
Ayahbunda, apakah ini yang tersisa setelah anak bermain? Mainan berserakan, buku-buku cerita tergeletak dimana-mana atau lantai penuh dengan bercak air? Tarik nafas dalam-dalam, tahan emosi dan endapkan saja kemarahan.  Memang seperti itulah anak-anak!  Dunia anak-anak adalah dunia bermain, jadi biarkan anak-anak bermain seperti yang mereka mau.  Tapi, rumah jadi kayak kapal pecah?  Ayahbunda harus menyimak artikel ini sampai tuntas agar mengetahui mengapa bermain penting untuk anak, meski rumah jadi tidak sedap dipandang.

Bermain penting bagi anak karena menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Bermain membantu perkembangan kemampuan motorik, kognitif, emosi dan fisik anak.  Bermain memberi kesempatan anak untuk belajar berinteraksi, berlatih dan mengeksplorasi kemampuan dalam dirinya.  Selain itu perkembangan emosi, psikis dan fisiknya juga akan semakin terasah.

Jadi berilah waktu pada anak Anda bermain, jangan pernah menyepelekan waktu bermain bersama anak Anda. Dengan bermain dia mempelajari semua hal mengenai dirinya dan dunia luar serta bagaimana mengembangkan kemampuan semua indera-indera yang ada pada diri buah hati Anda. Lalu tipe permainan seperti apakah yang mampu mengembangkan dan meningkatkan kemampuan juga tumbuh kembang anak Anda?

Bermain sangat penting untuk perkembangan anak. Dengan bermain mereka dapat mengembangkan emosi, fisik, dan pertumbuhan kognitif nya. Bermain adalah cara bagi anak untuk belajar mengenai tubuh mereka dan dunia ini, dan pada saat itulah mereka akan menggunakan kelima indra yang dimilikinya.
“Bagaimana rasanya jika benda ini disentuh? Bagaimana bunyinya jika benda ini dijatuhkan? Apa yang terjadi jika benda ini dilempar?”

Dengan mengeksplorasi hal-hal yang ada disekitarnya inilah otak anak akan berkembang. Dengan bermain mereka mengembangkan imajinasi, skill, kemandirian, kreativitas, dan kemampuan bersosialisasi. Disini mereka akan belajar berbagi mainan dengan teman dan saudaranya, belajar mengucapkan kata ‘maaf’ dan ‘terima kasih’.

Pada saat ini, bermain adalah pekerjaan anak, dan membereskan sisa permainan menjadi pekerjaan kita sebagai orang tua.