21 Views

biMBA-AIUEO in Inclusive Business Regional Forum Philippines

Bagaimana biMBA-AIUEO in Inclusive Business Regional Forum Philippines?

Asian Development Bank (ADB), SNV, IDB  dan beberapa organisasi dunia memprakarsai Diskusi Panel yang bertemakan “Investing in Inclusive Business in Asia”  di Kantor Pusat ADB di Manila pada tanggal 28~29 November 2012.

Acara tersebut dihadiri oleh beberapa perusahaan yang bergerak dalam bentuk usaha yang inclusive (Inclusive Business Companies), Perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan dan Investasi (IB Investor), Utusan Pemerintah dan Asosiasi, Mitra Pengembang (Development Partner) dan para konsultan ahli yang menangani Investasi berdampak (Impact Investment).

Dalam diskusi panel ini dihadiri 120 peserta dari Asia, Eropa dan Amerika yang bahasannya melingkupi bidang Manufaktur, Agrikultur, Energi, Pendidikan, Kesehatan dan Sanitasi.

Perwakilan ADB memaparkan tentang Base Of Pyramid(BoP) yang merupakan kalangan menengah ke bawah yang harus diberdayakan dikarenakan sektor ini memiliki jumlah yang besar dan berpotensi untuk ditingkatkan kualitas hidup atau kesejahteraannya (Opportunities for the Majority/OMJ).   Dengan kata lain tujuan dari forum regional ini untuk menarik investor memilih pengusaha yang berorientasi pada dampak sosial dengan memberdayakan kaum yang berpenghasilan rendah dan menekan angka kemiskinan di beberapa negara berkembang.

.

Pada tanggal 19 November 2012, biMBA-AIUEO disurvey oleh konsultan dari ADB di Jakarta yaitu IBCSD (Indonesian Business Council for Sustainable Development) Ibu Tiur Rumondang & Ibu Lusye Marthalia yang ingin mengetahui bentuk usaha dari biMBA (biMBA Business Model) yang dinilai berkembang sangat baik dan memiliki manfaat sosial yang sangat luas.   Setelah survey dan wawancara dilakukan selama 2 jam akhirnya pihak konsultan IBCSD menawarkan apakah biMBA bersedia memberikan presentasi di Forum Regional tentang Inclusive Business di Manila, Philipina tanggal 28~29 November 2012.   Akhirnya keesokan harinya manajemen biMBA-AIUEO yang menghadiri pertemuan tersebut memberikan jawaban tentang kesediaannya untuk memberikan presentasi dan mengikuti acara tersebut.

Hari pertama penyampaian (sharing) pengalaman IDB (Inter-American Development Bank) tentang inclusive business di Amerika Latin yang disampaikan oleh Mr. Steven Puig (Vice President IDB for Private Sector and Non-Sovereign Guaranteed Operation).  Steven Puig menyampaikan pengalaman, pelajaran dan inovasi yang dikembangkan IDB dalam sektor Impact Investing dan Inclusive Business 

 

IDB adalah lembaga keuangan yang pertama dan satu-satunya yang beroperasi secara menyeluruh pada sektor Impact Investing dan Inclusive Business dan telah menyalurkan dana lebih dari US$ 250 juta ke lebih dari 40 peluang usaha di Amerika Latin dari sektor pendidikan sampai ke sektor perumahan, agribisnis sampai ke lembaga keuangan.  Acara tersebut dilanjutkan dengan beberapa diskusi panel diantaranya membahas Praktek Inclusive Business model dengan contoh dari Amerika Latin.  Diantara panelist ada Luiz Ros (Manager IDB for OMJ Sector Office) menyampaikan Inclusive Business in America Latin, Marry Anne Amorim (CEO – Pupa Brazil) memperkenalkan Learning Tools for Children, Natalie Cely Suarez ( Ambassador of Ecuador to US) dan lain lain.

Disela-sela makan siang dan coffee break para utusan biMBA-AIUEO melakukan ramah tamah dan Networking untuk sosialisasi tentang biMBA bisnis model dan peluang kerjasama dengan beberapa peserta yang sebagian besar merupakan investor yang memang sangat berpotensi melakukan kerjasama dalam bidang pendidikan.

Pada kesempatan di hari kedua ada 4 perusahaan dari Indonesia dari 16 perusahaan negara berkembang di Asia dan Amerika Latin yang memberikan presentasi dengan berbagai bentuk model bisnis yang memliki dampak sosial baik (inclusive Business) termasuk biMBA-AIUEO.

Diskusi dibagi menjadi 4 kelompok. Group 1: Agriculture & Manufacturing, Group 2: Financial Services & Information Technology, Group 3 : Energy & Transport, Group 4 : Kesehatan & Pendidikan. Yayasan Pengembangan Anak Indonesia biMBA-AIUEO mengutus 4 orang, yaitu Bapak Dr. Ir.Sudarsono H, MA, SH (Chairman), Bapak Ir. Bambang Suyanto (Founder & CEO), Bapak Imam Sutrisno (Direktur Pengembangan) dan Bapak Harubimo Equin (Staff Pengembangan) untuk menghadiri diskusi panel tersebut.

Presentasi di hari kedua pada Group 4 dibawakan oleh Chairman Bapak Sudarsono yang memberikan paparannya tentang Visi dan Misi biMBA, business model biMBA yang inclusive, Dampak dan Keuntungan (Impact & Benefit),  Pengembalian Keuntungan (Commercial Return), Potensi Pertumbuhan ( Potential Growth), Yang dibutuhkan dari investor (Requirement from Investor). 

 

 

Beberapa investor, ADB dan Perusahaan IB dari mancanegara sangat tertarik dengan business model dan dampak sosial dari biMBA-AIUEO yang sudah berjalan dan berkembang di Indonesia.  Karena Visi biMBA AIUEO untuk membangun generasi pembelajar mandiri sepanjang hayat sehingga bisnis model biMBA  memberikan dampak sosial yang sangat luas.  Dari memenuhi kebutuhan anak yang menginginkan belajar dengan suasana yang menyenangkan, kebutuhan orang tua akan anak –anaknya yang cerdas, memberdayakan wanita untuk menjadi Guru dengan penghasilan yang baik, memberikan garansi keuntungan sebagai tambahan penghasilan kepada mitra atau investor, kebutuhan masyarakat akan terciptanya lingkungan yang terpelajar dan berbudi, dan membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta membuka lapangan pekerjaan.

Pertumbuhan unit yang mencapai lebih dari 700 unit dengan jumlah muridnya mencapai lebih dari 30.000 murid yang tersebar di lebih 40 kabupaten di Indonesia membuat biMBA AIUEO semakin memberikan keyakinan kepada para mitra yang sudah bergabung ataupun calon investor yang tertarik dalam bidang pendidikan dan berdampak sosial (Social Development).