60 Views

biMBA Memberikan Senyuman bagi Anak Indonesia

a10Sudahkah anda melihat video 7 nilai dasar biMBA? Ketika melihat video itu hati saya sangat tersentuh. Dengan backsound instrument yang syahdu, berbagai pose foto anak-anak Indonesia, anak biMBA, para motivator biMBA serta orang tua telah membuktikan bahwa biMBA berhasil menebarkan senyuman bagi anak Indonesia.

biMBA menebarkan senyuman melalui inovasinya dalam menciptakan berbagai metode kreatif yang mampu menumbuhkan minat baca dan belajar anak Indonesia. Saya hanyalah satu dari sekian banyak orang tua lainnya yang telah merasakan keberhasilan anak dengan mengikuti metode biMBA. Sebagai orang tua hal apa yang membuat kita pertama kali melihat keberhasilan anak kita ketika mereka sudah mampu untuk membaca dan menulis? Tentunya perasaan senang diiringi dengan senyuman penuh syukur bahwa anak-anak telah berhasil melewati fase yang sering dianggap orang tua adalah fase sulit, yang terkadang justru sering membuat orang tua khawatir akan kemampuan anaknya khususnya persiapan ketika mereka hendak memasuki sekolah dasar.

Namun dengan metode pendidikan yang menyenangkan (fun learning), biMBA selalu membawa keceriaan dan senyuman bagi anak-anak. Ratusan ribu anak Indonesia, mulai dari kota-kota besar hingga pelosok negeri telah merasakan senyuman hangat dari para pengajar biMBA, yakni para motivator terpilih yang telah dibina sehingga menghasilkan sumber daya biMBA yang berkualitas, yang senantiasa belajar mandiri sepanjang hayat. Selama berada di lingkungan biMBA anak-anak terbiasa mendapat sambutan, senyuman, sapaan dan salam dari ibu guru. Tak lupa guru pun selalu menyebutkan nama anak sehingga anak merasa nyaman dan senang berada pada suasana yang akrab dan hangat serta lingkungan belajar yang kondusif.

Saya teringat ketika anak saya pertama kali masuk ke biMBA pada usia tiga tahun, sering kali ketika ia datang selalu berlari-larian di kelas, naik ke atas meja, berlari-lari di pinggir kolam hingga ia pernah tercebur dan berendam bersama ikan dan kura-kura. Sang ibu guru juga pernah dijadikan kuda-kudaan ketika sedang belajar. Namun para guru selalu sabar membimbing, tetap tersenyum dan terus memotivasi anak saya agar mau belajar. Kondisi ini yang membuat anak-anak betah datang ke biMBA karena mereka dapat bermain sambil belajar.

Anak-anak biMBA selalu menebar senyuman setiap hari. Senyuman karena hati mereka senang, ceria dan gembira ketika menerima proses pembelajarannya. Anak biMBA tidak pernah dipaksakan untuk belajar, karena biMBA menyadari bahwa dalam proses pembelajaran kebutuhan dan hak anak harus benar-benar diperhatikan. Anak berhak untuk belajar dan kita sebagai orang tua berkewajiban untuk memfasilitasi kebutuhan anak tersebut.

Orang dewasa berkewajiban memberikan hak belajar pada anak

b_crSelain fun learning, proses pembelajaran di biMBA dilakukan secara bertahap (small step system), dimulai dari pemberian materi yang mudah dan disesuaikan dengan kemampuan anak. Senyuman anak-anak biMBA juga dikarenakan mereka bisa mendapatkan haknya untuk belajar. Ini dapat mereka peroleh karena biMBA menggunakan pendekatan individual (individual system) kepada anak-anak, dimana dalam proses pembelajarannya kebutuhan dan hak anak benar-benar diperhatikan. Dengan demikian anak merasa senang, enjoy, tidak merasa terbebani dan terpaksa sehingga materi pembelajaran dapat diterima dengan mudah. Keceriaan di wajah lugu anak-anak semakin bertambah ketika materi yang diberikan ke anak melalui sarana lagu. Mereka dapat bermain dan bernyanyi bersama sambil belajar membaca. Kondisi inilah yang membuat anak tidak jenuh dalam kelas.

Anak amanah Tuhan YME

Anak adalah anugerah Tuhan YME yang diamanahkan kepada setiap orang dewasa. Amanah ini adalah suatu kenikmatan yang harus kita jaga dan kita bimbing agar menjadi anak berhasil dan sukses ketika dewasa kelak. Sejak dini kita harus memberikan ‘pupuk’ dengan kualitas tinggi sehingga anak akan mendapatkan gizi, baik batiniah dan rohaniah dengan baik dan akan menghasilkan sesuatu yang besar, yang akan kita rasakan sendiri kenikmatannya di kemudian hari. Salah satu bentuk gizi tersebut adalah pendidikan.

Pendidikan tidak akan lepas dari aktivitas membaca dan menulis. Kebiasaan positif membaca harus dipupuk sejak anak usia dini. Karena aktivitas membaca bukanlah aktivitas paksaan, dimana anak merasa terbebani untuk melakukannya. Tetapi aktivitas membaca membutuhkan motivasi intrinsik dari tiap individu, sehingga akan menimbulkan kesadaran sendiri atas kebutuhan membaca.

Seorang anak pembelajar, tidak perlu disuruh atau diperintah oleh orang tua dan gurunya. Melainkan atas motivasi intrinsik itulah, ia akan melakukan atas keinginannya sendiri dengan perasaan senang, penuh senyuman dan ikhlas.

Dengan demikian bimbingan minat baca dan belajar harus dilakukan sejak anak dini, ketika usia mereka 3-6 tahun. Karena diusia inilah anak memasuki periode emas (golden age), dimana proses otak sangat berkembang dahsyat dalam menyerap berbagai informasi.

Sebagai orang tua tentunya kita ingin selalu memberikan yang terbaik bagi anak kita. Berbagai upaya dan metode kita lakukan demi kemajuan anak-anak. Kita berkewajiban untuk menumbuhkan minat belajar anak, karena setiap anak berhak untuk belajar.

Senyuman biMBA mampu melahirkan senyuman bagi banyak orang karena mereka telah merasakan manfaat biMBA, mulai dari anak-anak, orang tua, guru, bangsa dan negara. Bila minat baca dan belajar anak berkembang dengan baik, maka pada akhirnya akan membentuk karakter positif yaitu menjadikan membaca sebagai kebiasaan layaknya makanan yang kita santap setiap hari. Mari kita sinari anak-anak Indonesia melalui senyuman biMBA dengan memotivasi minat baca dan belajar sehingga mereka mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas, tangguh, kreatif, memiliki semangat belajar yang tinggi dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.(Bunda Ranis)