84 Views

Bisa Baca atau Gemar Baca?

Bisa Baca atau Gemar Baca?

b

Saat ini banyak lembaga yang membuka pengajaran membaca bagi anak usia dini. Target mereka tentunya agar anak bisa membaca, sehingga ketika memasuki bangku SD anak sudah mahir dalam membaca , menulis dan berhitung. Para orangtua berlomba untuk mengikutkan anaknya les membaca agar semata anaknya jadi bisa membaca. Namun sayangnya, orangtua seringkali lupa, tidak memperhatikan apakah metode yang diberikan pada anaknya dalam les membaca tersebut sudah tepat.

Metode les yang semata hanya menjejal huruf, suku kata atau kalimat secara langsung justru akan menjadi beban dan tugas berat bagi anak. Hal ini dikarenakan secara mental dan perkembangannya anak belum siap menerima proses pembelajaran seperti ini. Anak hanya duduk, kemudian meniru ejaan yang diucapkan oleh gurunya. Metode seperti ini hanya membuat anak merasa bosan. Pada akhirnya metode tersebut memang akan membuat anak menjadi bisa membaca. Namun apakah anak akan tumbuh menjadi pribadi yang gemar membaca?

Pentingnya gemar membaca

b2Sesungguhnya menumbuhkan kegemaran membaca itu jauh lebih penting daripada hanya sekedar bisa membaca. Anak yang gemar membaca sudah memiliki motivasi dari dalam dirinya sendiri (motivasi intrinsik) untuk melakukan aktivitas membaca. Kegiatan membaca yang mereka lakukan bukan karena disuruh, diteriaki atau bahkan dipaksa sama pihak lain, baik itu orang tua atau gurunya. Namun anak yang gemar membaca, melakukan aktivitas baca atas dasar kemauan atau minatnya sendiri. Ia senang dan menikmati aktivitas tersebut dan melakukannnya atas kesadaran sendiri karena ia memang membutuhkan aktivitas itu.

Menanamkan sifat kegemaran membaca memang tidak mudah hanya sekali jadi. Tetapi membutuhkan proses panjang, tahapan demi tahapan. Dalam hal ini tentunya lingkungan terdekat dengan anaklah yang memiliki peranan besar untuk membantu menumbuhkan kegemaran membaca pada anak. Misalnya lewat dongeng yang rutin dibacakan orangtua di rumah dan guru di sekolah. Bila kita konsisten melakukan ini, lama kelamaan anak akan mulai tertarik dengan isi buku dan melihat buku sebagai suatu hal yang “lezat” untuk disantap.

Metode Menumbuhkan Minat Baca Anak

b3Menumbuhkan minat baca anak dibutuhkan metode tepat agar anak tertarik untuk melakukan aktivitas membaca. Hal terpenting yang harus diperhatikan bahwa dunia anak adalah bermain. Dengan bermain, situasi dan suasana hati anak riang gembira. Dalam kondisi seperti inilah merupakan moment tepat untuk memberikan materi pembelajaran agar lebih mudah dipahami oleh anak. Jadi proses pembelajaran yang menyenangkan (fun learning) merupakan hak setiap anak.

biMBA-AIUEO peduli akan hak anak untuk mendapatkan pembelajaran yang menyenangkan. Melalui formula yang disesuaikan dengan tahapan karakteristik pertumbuhan anak, biMBA hadir bukan sebagai tempat les calistung. Tetapi kehadiran biMBA untuk membimbing, menumbuhkan minat baca dan belajar anak sejak usia dini. Setelah minat baca dan belajar tumbuh, anak akan merasakan nikmatnya proses belajar. Sehingga belajar bukan lagi menjadi suatu hal yang harus dipaksakan, yang akan menjadi beban bagi anak.

biMBA berhasil menyatukan konsep antara bermain sambil belajar. Belajar merupakan suatu kegiatan yang mempunyai tujuan kemampuan. Sedangkan bermain merupakan suatu kegiatan apapun yang menyenangkan ketika dilakukan. Jadi metode pembelajaran di biMBA, anak-anak tidak mengenal belajar. Tetapi anak-anak diajak 100 % untuk bermain sambil belajar. Sehingga anak tidak menyadari bahwa ketika mereka bermain, ternyata sambil disisipkan materi pembelajaran. Misalnya sambil bernyanyi, disisipkan dengan pengenalan kata bermakna, seperti “mama”, “papa”, “dede”, dan lain-lain.

Kegiatan belajar yang diciptakan dengan suasana menyenangkan membuat anak akan merasa senang dan minta diulangi kembali (repeatition). Pengulangan kegiatan inilah, yang lama kelamaan akan menjadi suatu kemampuan bagi anak. Disinilah minat baca dan belajar anak perlahan tumbuh. Jadi anak bukan hanya sekedar bisa membaca, tetapi memiliki minat dan kegemaran membaca yang akan menjadikan mereka seorang pembelajar mandiri sepanjang hayat.

Oleh: Bunda Ranis

Sumber :

• Dr. Masnipal, M.Pd. Siap Menjadi Guru dan Pengelola PAUD Profesional. Jakarta : Kompas Gramedia. 2013