3.763 Views

Bolehkah Belajar Membaca dan Menulis Bagi Anak Usia Dini ?

Sumber : http://sweetchocolatecandystba.blogspot.com/

Banyak kalangan yang masih pro dan kontra tentang mengajarkan membaca dan menulis pada anak usia dini.    Sebagian menyatakan bahwa membaca dan menulis pada usia anak sebelum SD berarti memaksakan anak untuk memiliki kemampuan yang seharusnya baru diajarkan di SD.    Hal ini mengakibatkan waktu bermain, yang seharusnya adalah aktivitas dominan di usia mereka akan berkurang atau bahkan terabaikan, sehingga dikhawatirkan akan menghambat perkembangan potensi dan kemampuan anak secara optimal dikemudian hari.   Sebagian lain berpendapat, tidak masalah mengajarkan membaca dan menulis sejak anak usia dini.   Biasanya yang memiliki pendapat untuk membolehkan anak diajarkan baca dan tulis dilatarbelakangi agar anaknya tidak mengalami kesulitan ketika masuk SD.   Tuntutan masuk ke SD pada saat ini mensyaratkan bahwa anak sudah mampu untuk membaca dan menulis.

Dengan adanya polemik tersebut, tidak jarang membuat orangtua menjadi bingung, pendapat mana yang harus diikuti, karena masing-masing pendapat memiliki alasan yang cukup kuat.

Dalam menyikapinya, orang tua dan guru harus bersikap bijaksana dengan menentukan solusi terbaik.  Disatu sisi kita sebagai orang tua atau guru tentunya menginginkan potensi dan kemampuan anak dapat tumbuh optimal melalui stimulasi pendidikan yang tepat yang akan kita ajarkan kepada mereka, tetapi tetap tidak mengurangi aktivitas dominan di usia mereka yaitu bermain.

Mengenai kontroversi bisa tidaknya anak usia dini diberikan materi pelajaran, Prof. DR. Dedi Supriadi, Guru Besar Universitas Pendidikan Bandung, dengan tegas menjawab bahwa anak usia dini dapat diajari membaca, menulis, dan berhitung. Bahkan menurutnya anak usia dini dapat diajar tentang sejarah, geografi, dan lain-lainnya.  Pertanyaannya bukan lagi apakah seorang balita bisa diajar membaca atau tidak tetapi  ”Bagaimana mengajar anak balita membaca.”

Di Jepang dan negara-negara maju lainnya anak-anak telah diperkenalkan untuk membaca sejak mereka masih Pra-TK dan kita yakin bahwa bangsa Jepang tentu tidak ingin ‘mengorbankan’ anak-anak mereka jika mereka tahu bahwa belajar membaca tersebut akan berakibat buruk bagi anak-anak mereka di masa depan.

Bagaimana cara atau metode mengajar anak usia dini untuk membaca, menulis dan berhitung harus benar-benar diperhatikan.   Mengajar bagi anak usia dini harus dilakukan dengan suasana gembira, tidak formal atau serius seperti mengajar anak yang sudah usia SD, karena ini akan menimbulkan kejenuhan atau rasa bosan pada anak.   Mengingat konsentrasi pada anak usia dini untuk satu topik bahasan saja masih sangat terbatas.   Oleh karena itu materi pelajaran yang diberikan jangan banyak dan durasi belajar jangan terlalu lama.    Belajar dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan anak, bukan dipaksakan sehingga si anak akan merasa terbebani.   Tetapi dilakukan dengan sambil bermain sehingga aktivitas dominan anak pada usia tersebut, yaitu dunia bermainnya mereka tidak hilang.   Metode tersebut akan berhasil bila diiringi dengan rasa kasih sayang, ketelatenan dan kesabaran dari para pendidik, baik orang tua maupun guru.

Pembiasaan sejak dini

Bentuk perkembangan anak sejak bayi hingga menjelang sekolah, dimana mereka dapat membedakan berbagai macam benda, mengucapkan dan menghitungnya, merupakan pengetahuan yang didapatkan dari pembiasaan.   Pembiasaan ini bisa dari melihat, mendengar dan menirukan perilaku orang-orang yang ada di sekitarnya, sehingga anak dapat membedakan berbagai perubahan dan kondisi sekitarnya. Misalnya dapat membedakan siapa dan yang mana ibunya, bapak, kakak dan orang lain satu persatu.   Dalam hal ini anak tidak terbebani harus menghafal satu persatu dari sekian banyak pengetahuan yang mereka lihat.

Sama halnya dengan membaca dan menulis.   Jika anak dibiasakan untuk melihat susunan huruf setiap hari, maka tidak akan membebani memori mereka karena anak tidak diajak untuk berpikir.   Melainkan anak sudah terbiasa melihat dan membedakan susunan huruf satu dengan lainnya, maka lama-kelamaan tanpa disadari dibawah alam sadarnya mereka, susunan huruf tersebut dapat terekam dan anak dapat membedakan huruf-huruf tersebut.   Kemudian perlahan anak akan mulai menghubungkan antara kata demi kata dan frase.

Dalam metode belajar membaca, kita sebagai pendidik, harus bisa menjadi teladan sebagai subjek yang mencintai bacaan terlebih dahulu.   Karena bila menginginkan anak didik untuk membaca, maka sering-seringlah kita membaca bersama mereka.   Jadikan pembiasaan rutinitas membaca buku bersama dengan anak didik kita, walau hanya 10 menit perhari, tetapi bila dilakukan dengan konsisten, maka akan melahirkan sang “kutu buku”.

Sedangkan dalam metode belajar menulis, anak dibiasakan untuk pembiasaan membuat coretan tanpa aturan.   Kemudian menggunakan alat bantu berupa titik-titik atau garis tipis yang lebih terarah.   Misalnya membuat berbagai macam garis, mulai dari garis lurus yang datar, tegak, miring, melengkung dan lain-lain.   Walaupun dalam tahap ini anak belum mampu membuat secara sempurna, terkadang tidak lurus, namun tetap berikan mereka semangat melalui pujian agar mereka terus termotivasi untuk melakukan yang lebih baik.   Dengan seringnya berlatih, kemampuan anak akan semakin meningkat.   Kemudian ajarkan kepada anak bentuk-bentuk dasar huruf abjad.

Proses belajar ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari yang mudah kemudian perlahan diberikan materi yang lain sesuai dengan kemampuan si anak.   Bila pemberian materi diberikan secara bertahap, anak tidak merasa terbebani dan stres.   Mereka justru akan senang dan menjadi suka untuk belajar sehingga tujuan dari pembelajaran itu sendiri dapat tercapai.   Metode proses belajar bertahap ini diterapkan di biMBA-AIUEO, dengan sebutan small step system.

Menyanyikan Lagu

Anak-anak akan mudah menerima pelajaran bila suasana hati mereka gembira dan ceria.   Salah satu metode menyenangkan yang dapat diterapkan untuk belajar membaca adalah sambil bernyanyi.   Jadi anak bukan hanya merasa senang dengan bernyanyi, namun mereka juga mendapatkan pengetahuan baru tentang “cara membaca”.   Perlu diketahui bahwa anak usia dini belajar membaca melalui telinga.   Lagu-lagu diperdengarkan sebagai awal bagi anak sebelum mengenal simbol huruf dan angka.   Berdasarkan inilah, biMBA-AIUEO memiliki konsep bermain sambil belajar. Dimana materi pembelajaran diberikan sambil bermain dan bernyanyi.   Anak akan merasa senang, tidak terbebani, takut atau stres karena harus belajar membaca.   Berbagai huruf, angka dan kata diperkenalkan dengan cara berdialog menggunakan bahasa biMBA dan menggunakan sarana lagu sebagai pengantar.

Berikut contoh lirik yang digunakan biMBA dengan menggunakan metode bernyanyi

“M-A-M-A … MAMA,   P-A-P-A… PAPA,    B-O-B-O … BOBO….. ,  MAMA PAPA BOBO”

“D-E-D-E…. DEDE,    M-I-M-I… MIMI,     S-U-S-U… SUSU,…….,  DEDE MIMI SUSU”

Penggalan lagu diatas diciptakan biMBA dengan nada yang easy listening, kata-kata yang dipilih merupakan kata sederhana yang biasa di dengar oleh anak-anak dan mudah diikuti.    Susunannya terdiri dari empat huruf, dua suku kata, dan tiap suku kata memiliki satu huruf konsonan serta satu huruf vokal dengan pengulangan suku kata yang sama.    Huruf vokal   “A-I-U-E-O’ merupakan huruf yang mudah diingat.   Ini membantu anak untuk membedakan berbagai macam bentuk huruf yang serupa tapi tak sama.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa belajar membaca dan menulis bagi anak usia dini dapat dilakukan melalui pendekatan bermain sambil belajar.    Otak anak jangan diforsir untuk sekedar menghafal karena akan cepat lelah sehingga sulit untuk menerima dan memahami materi yang diberikan.    Jadi tidak perlu menunggu anak ketika sudah usia SD, baru diajarkan baca dan tulis. Tetapi optimalkan kemampuan anak pada usia emas (3-6 tahun) dengan metode pengajaran yang tepat.   Sehingga pertanyaannya bukan lagi apakah seorang anak usia dini bisa diajar membaca atau tidak tetapi “Bagaimana cara mengajar anak usia dini membaca”?.

Guru dan orang tua hendaknya saling bekerjasama untuk dapat memberikan cara belajar dan mengajar yang sesuai untuk anak-anak mereka berdasarkan kemampuan yang dimiliki tiap anak.(Bunda Ranis)

Referensi :

Melati, Risang. Kiat Sukses Menjadi Guru PAUD yang disukai anak-anak. Jogjakarta : Araska. 2012

http://tokobayi.org/perlukah-mengajar-bayi-membaca/

https://www.sahabatnestle.co.id/Page/anak/parenting/dunia/haruskah-anak-tk-bisa-membaca-dan-menulis

http://menghasilkananaksehatcerdas.blogspot.com/2009/07/menarik-minat-baca-pada-anak-sejak-dini.html

http://www.balipost.co.id/BALIPOSTCETAK/2006/7/30/kel1.html

http://satriadharma.wordpress.com/2007/02/11/anak-tk-tidak-boleh-diajari-membaca/

20 Komentar

  1. Menurut Teori Tentang Calistung harus diajarkan sejak sedini mungkin, Calistung itu wajib hukumnya diajarkan dari kecil cuma pendekatan, strategi dan metode ang harus tepat. Pendapat tentang dilarangnya calistung usia dini ini pendapat barat. Sebagai pendidik yang sudah mengajarkan calistung dari sejak dini tidak ada kasus yang menjadi stres gila dan lainnya. Berdasar Pengalaman sebagai guru DA dan MI dan hasil penelitian serta ditulis alam bentuk PTK setebal 250 halaman. Bahwa belajar calistunmg itu harus dilakukan sejak dini usia http://diniyahathfal.blogspot.co.id/2015/02/mengatasi-kesulitan-mengajar-calistung.html
  2. Setujuuuuu..!!!! SAya SANGAAAAAT setuju sekali…!!! :-) kenapa harus menunggu anak nanti SD?? mengajarkn anak sejak dini baca tulis bisa dengan menyenangkan yaitu dengan bermain, n tidak memaksakn..!!! :-)
    1. Ibu Ai Kurniasih,Pendaftaran siswa baru di biMBA-AIUEO bisa kapan saja. Untuk mendapatkan informasi yang lebih detil, ibu dapat menghubungi unit yang terdekat dengan kediaman. Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Terima kasih
    1. Ibu Ria,biMBA-AIUEO sudah ada di Pekanbaru Riau, daftar unitnya bisa diklik di : http://www.bimba-aiueo.com/cabang/sumatra/propinsi-riau/riau/ Demikian yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Terima kasih
  3. kalau untuk di daerah cikarang bimba aiueo adanya di mana ya ? bgmna cara mendptkan atau memperoleh lirik lagu yang lebih lengkap untuk anak yang masih baru belajar membaca?sblmnya trmksh bimba aiueo
    1. Ibu Iis Aulia, Ada beberapa unit biMBA-AIUEO di Cikarang, untuk mengetahuinya, ibu bisa mengklik : http://www.bimba-aiueo.com/cabang/jawa/jawa-barat/bekasi-2/wilayah-kabupaten-bekasi-2/Demikian yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Terima kasih
  4. Puji Tuhan, LIbby usia 3y9m. sdh 2bulan ini bljr di bimba sudah pintar mbaca dan menulis,walaupun baru 2 suku kata. sangat takjub.kok bisa ya???
    1. Bunda Veronika, terima kasih atas informasinya, semoga ananda Libby tetap semangat bermain di biMBA. :)
    1. Terima kasih sudah berkunjung ke website kami dan semoga mendapatkan manfaat. Tetap semangat berbagi dan belajar!