82 Views

Buku sebagai Hadiah

Buku sebagai Hadiah?

hadiah-buku

Seringkali kita bingung ketika ingin memberi hadiah kepada seseorang. Baik itu untuk hadiah ulang tahun, hadiah pernikahan, promosi jabatan, kelahiran anak atau event lainnya yang menuntut kita untuk memberikan hadiah.

Hadiah yang kita berikan diharapkan dapat memberikan manfaat, awet dan cocok dengan si penerima hadiah. Yang tidak kalah pentingnya bahwa ketika kita memberikan hadiah tentunya harus disesuaikan dengan budget yang kita miliki. Banyak sekali pilihan hadiah, namun pernahkan Anda mencoba memberikan hadiah buku kepada seseorang?

Bagi sebagian orang mungkin aneh kalau memberi hadiah buku. Saya pernah mendapat nyinyiran dari teman-teman ketika mengusulkan hadiah buku bagi wali kelas anak saya yang akan pindah sekolah dan naik jabatan menjadi kepala sekolah. Ketika saya dimintai pendapat hadiah apa yang paling cocok untuk sang guru, spontan saya langsung menjawab yaitu buku. Namun bagi teman lainnya, ketika mendengar buku langsung mengernyitkan dahi sambil berkata “Hah, buku?? buat apa?”, “Kok buku sih, kenapa bukan tas atau jam tangan aja?”, “Buku??, buku apaan? Aneh iih, kok ngasih hadiah buku!”.

Budaya memberi hadiah buku kepada seseorang memang belum terbiasa di Indonesia. Tetapi di Jerman, bentuk hadiah berupa buku sudah begitu umum. Bahkan yang menerimanya pun tidak harus yang sudah bisa membaca. Anak-anak yang belum kenal huruf sama sekalipun tetap diberikan buku sebagai bentuk hadiah. Jadi tidak usah heran, bila anak-anak kecil sudah memiliki koleksi buku yang sangat banyak karena orang tuanya telah memberikan sejak kecil, ketika mereka belum bisa membaca.

kado3

Buku yang disajikan beraneka ragam bentuknya. Unik dan lucu. Ada yang dibuka tutup model pop-up, ada juga yang dimodifikasikan dengan puzzle di sebelah ceritanya. Jadi tidak melulu berupa buku lapang bergambar dan ada tulisannya. Jenis buku semacam ini sangat disukai oleh anak kecil, apalagi yang belum bisa membaca. Lalu bagaimana cara mereka membacanya? Disinilah peran dan tanggung jawab orang tua. Di Jerman para orang tua sangat peduli dengan aktivitas membacakan buku kepada anak-anaknya. Setiap hari rutinitas membacakan buku ke anak sudah menjadi bagian dalam kehidupan mereka. Jadi bukan berarti anak yang belum bisa membaca, tidak bisa mengerti isi buku.

Memberi hadiah buku di Jerman memang merupakan tradisi turun temurun yang masih dilakukan hingga saat ini. Mereka tetap ingin mempertahankan tradisi ini, dan bahkan ingin mempertingginya. Karena apa ? Mereka sadar bahwa untuk menarik anak agar timbul minat bacanya tidaklah mudah. Oleh karena itu sejak usia dini, ketika anak-anak belum bisa membaca sekalipun, orang tua sudah membiasakan untuk memberikan buku sebagai hadiah bagi anak-anaknya. Momen pemberian hadiah tidak hanya ketika si anak berulang tahun. Kapanpun dan dalam event apapun, anak-anak tak luput dari sasaran orang tua untuk diberikan hadiah buku. Jadi ketika si Geburtstagskind (yang berulang tahun) mendapat banyak buku, bukan hal yang aneh lagi

Menghadiahi seseorang dengan buku sama saja memberikan pelita bagi hidup mereka. Buku akan menerangi seseorang melalui pancaran ilmu pengetahuan yang mereka peroleh berkat membaca buku. Buku adalah jendela dunia. Siapapun yang terbiasa membaca buku akan menambah wawasan dan terbuka cakrawalanya. Dengan membaca juga bisa menginsipirasi seseorang dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu buku dikatakan sebagai ‘guru abadi’. Buku juga sebagai investasi jangka panjang yang tidak akan pernah habis, tidak akan pernah turun.

Sukses berkat membaca buku

anak15

Banyak orang sukses mengakui, bahwa salah satu faktor keberhasilannya tersebut berkat kegemarannya membaca buku sejak mereka kecil. Kebiasaan ini mereka dapatkan karena mereka sering mendapat hadiah buku dari orang tuanya. Berbeda dengan kebanyakan kebiasaan orang tua di Indonesia pada saat ini. Ketika memberikan hadiah untuk anak, biasanya kita membelikan sesuatu seperti mainan, tas, gadget, pakaian atau benda lainnya yang bukan buku. Ditambah lagi budaya di sekolah-sekolah yang tidak memberikan PR membaca di rumah bagi siswa-siswanya.

Di sekolah Jerman, anak-anak selalu mendapat PR membaca di rumah. Setiap malam, mereka harus membaca minimal satu buah buku cerita. Kalau si anak belum bisa membaca, maka tugas orang tualah yang harus mendongengkan mereka setiap malam. Membaca..membaca…dan membaca. Itulah kebiasaan yang akhirnya terbentuk bagi masyarakat yang tinggal di Jerman. Semua pihak, mulai dari negara, masyarakat, orang tua dan guru, memiliki visi dan misi yang sama. Bacalah…!

Keberhasilan Jerman dalam menimbulkan minat baca pada anak layak kita tiru. Bahkan saya jadi terinspirasi untuk ikut menerapkannya kepada anak-anak dirumah. Mungkin kita bisa mulai dari hal-hal kecil. Misalnya ketika anak sedang minta dibelikan mainan, sebaiknya jangan langsung diberikan. Kita akan mencoba meminta mereka untuk membaca 1 buah buku apapun yang mereka sukai terlebih dahulu. Bila mereka sudah melakukannya dan berhasil menceritakan kembali apa maksud dari isi cerita tersebut, maka apa yang mereka inginkan barulah kita berikan. Hal ini sepertinya patut kita coba. Manfaatnya sangat besar, dapat melatih kesabaran anak dalam meminta sesuatu, melatih anak agar paham bahwa segala sesuatu tidak langsung dengan mudah mereka dapatkan, tetapi butuh perjuangan terlebih dahulu, dan tentunya sebagai salah satu upaya agar anak kita menjadi gemar membaca.

Manfaat Membaca buku bagi Anak

Anak yang suka membaca sangat bermanfaat bagi hidup mereka kelak. Mereka akan lebih kreatif, imajinatif, inovatif, cepat tanggap, mudah menerima pelajaran dan bisa lebih berkonsentrasi. Pada pelajaran Bahasa Indonesia, misalnya mengarang, bagi anak-anak yang suka membaca akan terlihat perbedaannya dengan anak yang tidak suka membaca. Anak yang suka membaca akan menghasilkan karya tulisan yang enak dibaca.

Keuntungan memberi buku sebagai hadiah

kado2

Banyak orang sudah mengetahui bahwa membaca buku sangat penting. Kita bisa tahu berbagai hal dengan membaca buku. Namun sayangnya, masih banyak pula yang belum mau mengimplementasikan. Jangankan memberikan hadiah buat orang lain, beli buku buat diri sendiri saja masih enggan. Padahal dengan mengeluarkan nilai rupiah yang sama, misalnya Rp. 30.000, orang cenderung memilih membelikan hadiah berupa barang lain ketimbang buku. Entah mengapa Rp. 30.000 masih dirasa mahal untuk membeli sebuah buku.

Jika kita ingin memberi hadiah buku, usahakan agar buku yang dibeli sesuai dengan minat, kesukaan dan kebutuhan orang yang akan kita beri buku tersebut. Jika seseorang yang akan kita beri senang memasak, kita bisa belikan buku-buku berkaitan dengan memasak. Jika seseorang yang akan kita beri suka otomotif, kita bisa berikan buku-buku yang berkaitan dengan otomotif. Jika seseorang yang baru menikah, kita bisa berikan buku yang berhubungan dengan tips pernikahan. Sehingga bagi pasangan itupun bisa mendapatkan referensi dan wawasan baru seputar pernikahan.

Adapun keuntungan memberikan buku sebagai hadiah adalah sebagai berikut :

  • Dapat disesuaikan dengan minat, kesukaan dan kebutuhan si penerima
  • Tidak mengenal kadaluarsa, jadi dapat “dikonsumsi” kapan saja
  • Tidak mengenal kata pecah, seperti barang-barang pecah belah atau hiasan keramik
  • Tidak mengenal kata busuk dan basi, seperti makanan atau minuman
  • Tidak mengenal kata kesempitan atau kebesaran seperti pakaian
  • Manfaatnya dapat dirasakan hingga jangka waktu yang panjang
  • Memberikan inspirasi
  • Memperkenalkan dan menumbuhkan rasa cinta pada buku melalui aktivitas membaca

Belum ada kata terlambat! Mulai sekarang, mari jadikan buku sebagai benda berharga yang dapat kita berikan kepada orang–orang yang kita kasihi. Memberikan mereka buku berarti kita peduli untuk berbagi ilmu dengan mereka dan membuat hidup orang lain menjadi lebih terang layaknya pelita ilmu.

Sumber :

http://edukasi.kompasiana.com/2013/06/08/buku-sebagai-hadiah-566866.html

http://www.anneahira.com/cari-buku.htm

http://www.bimbingan.org/kado-buku.htm

http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/10/18/kiriman-buku-dari-bapak-tjiptadinata-600130.html

bimbingan MINAT baca dan Belajar Anak

Oleh Bunda Ranis

Bimbingan Minat Belajar dan Minat Baca Anak Usia Dini Indonesia is Stephen Fry proof thanks to caching by WP Super Cache