359 Views

Ciptakan Kesan Positif di Hari Pertama Masuk Kelas

anak14

Apa manfaat Ciptakan Kesan Positif di Hari Pertama Masuk Kelas?

Seorang guru pasti akan mengalami masa-masa hari pertama masuk kelas. Pada hari itulah merupakan kunci bagaimana seorang guru mampu menciptakan kesan positif pada anak didiknya bahwa guru tersebut hebat, menyenangkan dan menarik. Oleh karena itu jangan sia-siakan hari yang sangat penting dan spesial tersebut. Ciptakan kesan menggoda di hari pertama masuk kelas.

Ada beberapa langkah yang perlu guru lakukan untuk menciptakan kesan positif pada anak didiknya di hari pertama masuk kelas, sebagai berikut :

Membangun kesan guru hebat

Guru hebat adalah guru yang cerdas dan punya dedikasi tinggi terhadap kemajuan dirinya sendiri dan peserta didik. Cerdas disini menunjukkan pada kepandaian guru dalam menyesuaikan diri dengan peserta didik. Guru cerdas juga mampu menciptakan produk baru sebagai media pembelajaran yang menarik dengan kreasi pribadi. Jadi bukan hanya sekedar copy paste dari produk guru-guru sebelumnya. Namun berani untuk memodifikasi dan mencari metode menarik lainnya agar suasana belajar menjadi asyik dan menyenangkan.

Peserta didik akan sulit untuk menuruti seseorang yang dianggap mereka bukan sosok yang hebat. Dengan demikian guru harus memiliki visi dan misi yang hebat dalam mengajar. Tunjukkan pada anak didik bahwa visi tersebut akan mampu menjadikan mereka pribadi yang hebat di masa depan melalui misi-misi hebat yang guru lakukan.

Humoris

Guru humoris adalah guru yang diidolakan oleh sebagian besar anak didik. Mereka tentu akan lebih suka dengan guru humoris daripada guru yang galak dan cool. Tapi yang perlu diingat bahwa humor itu harus sesuai dengan proporsi, jangan berlebihan. Jadi kita harus tahu benar kapan waktu yang tepat humor itu digunakan supaya suasana kelas menjadi lebih bergairah, ceria dan tidak membosankan.

Guru yang mengajar dengan penuh ceria dan canda akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, rileks dan tidak kaku. Hal ini memberikan nilai positif karena siswa bisa lebih enjoy, tidak merasa takut atau tertekan. Bahkan mereka menjadi lebih berani untuk mengeluarkan ide dan pendapatnya. Sedangkan bagi guru, ia akan lebih mudah untuk merespon dengan penuh empati serta menghargai semua ide dan pendapat siswa-siswanya.

Ditengah-tengah pembelajaran, guru dapat menyisipkan humor-humor ringan yang menjadikan semua tertawa. Kalau siswa bisa tertawa artinya kita telah membantu menghilangkan sekat-sekat psikologis yang bisa menghambat pembelajaran, seperti malu, takut, tertekan, dan semacamnya. Secara fisik tertawa juga akan mengendorkan otot-otot penting yang berhubungan dengan sel-sel otak. Tertawa bisa menjadikan otak kita segar dan sehat.

Perhatian

anak12

Semua anak didik suka diperhatikan dan tidak suka di beda-bedakan. Perhatian ini bisa diwujudkan dalam kelas dengan mengajak dan memberikan kesempatan siswa untuk bertanya dan berkomentar. Kalau perlu kita juga dapat menunjuk siswa tertentu, khususnya bagi siswa yang malu, tidak percaya diri, pasif atau yang slow learner. Selain itu guru juga harus siap jika anak didik membutuhkan bantuan terhadap masalah yang mereka hadapi, baik itu masalah belajar atau masalah yang lain. Upayakan agar guru bisa membangun hubungan komunikatif dan bersahabat dengan anak didik agar dapat tercipta keakraban sehingga anak didik tidak sungkan dengan diri kita.

Mampu berbicara dengan baik

Apakah ini wajib ? Ya, wajib. Guru yang tidak pandai berbicara umumnya kurang menarik dan kurang disukai oleh siswa. Tidak bisa kita pungkiri bahwa masih banyak guru yang kurang mampu berbicara dengan baik di depan kelas, dan akibatnya siswa menganggap guru itu tidak menyenangkan. Selain itu kemampuan guru berbicara juga mengandung magnet tersendiri bagi peserta didik.

Mampu memotivasi dan menginspirasi dengan cerita yang menarik

anak13

Seorang guru yang baik harus mampu memotivasi dan menginspirasi anak didiknya. Caranya bisa beragam, salah satunya dengan mendongeng. Ketika anak diajak berdongeng dapat membawa pikiran mereka untuk ikut masuk dalam cerita yang di dongengkan. Oleh karena itu guru harus mampu mencari cerita-cerita inspiratif berkaitan dengan materi yang diberikan. Sehingga dari cerita-cerita inilah anak didik dapat terbantu untuk meningkatkan motivasinya. Bila guru memiliki pengalaman menarik juga dapat dijadikan bahan cerita motivasi dan inspiratif bagi anak didik. Karena anak-anak sangat suka bila mendengarkan dongeng, hal ini bisa dimanfaatkan sebagai salah satu metode untuk menciptakan kesan positif ketika guru masuk kelas pada hari pertama.(Bunda Ranis)

Sumber :

Risang Melati. Kiat Sukses Menjadi Guru PAUD yang disukai anak-anak. Yogyakarta : Araska. 2012

http://hewarati.blogspot.com/2013/07/7-tips-menjadi-guru-yang-cerdas.html

Guru Humoris Menjadi Favorit Siswa