44 Views

Dedi Mulyadi : Pendidikan Didasarkan Hati, Bukan Ambisi

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Sabtu, 23 Maret 2013 lalu menghadiri acara silaturrahim Bimbingan Minat Baca dan Belajar Anak (biMBA-AIUEO) se-Purwakarta.      Melalui pidato singkatnya, orang nomor satu di Purwakarta ini memberikan pengaruh yang luar biasa bagi peserta maupun pengunjung acara tersebut.

Acara yang diadakan di Situ Buled (Beuleud) ini berlangsung cukup meriah.   Pentas baca anak yang menjadi bagian dari acara silaturahim ini memunculkan kegembiraan bagi orangtua yang mengetahui anaknya berani tampil ke  panggung.

Berbagai macam tarian yang dibawakan oleh anak-anak usia dini pun menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang lewat.   Tak hanya itu badut pun turut menghiasi acara ini.

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa paradigma orang tua terhadap pendidikan melahirkan depresi dimana-mana.   Anak dituntut harus bisa begini, harus bisa begitu.    Semakin banyak uang orang tuanya, semakin depresi anak, karena anaknya harus mengikuti berbagai hal yang ada dalam pikiran orang tuanya sehingga kemerdekaan anak-anak hari ini hampir terampas.

“Anak-anak di Indonesia dibebani kurikulum yang sangat rumit.   Pelajaran agama panjangnya luar biasa, tetapi anak tetap bohong di sekolah. P elajaran matematika rumitnya luar biasa, tapi anak tetap saja jajannya besar.   Pelajaran ekonomi panjangnya luar biasa, tapi anak tetap saja tidak mengerti mana nabung mana bukan.” ucap Dedi dalam salah satu pidatonya.

Menurut Dedi, hal itu terjadi dikarenakan kita sibuk di buku, sibuk di alat peraga, sibuk di pelajaran, sehingga lupa di cinta dan esensi.   Orang tua juga tidak pernah bertanya pada anaknya apakah proses belajarnya menyenangkan atau tidak?   Hatinya menderita atau tidak?   Tidak pernah ditanya, akhirnya anak-anak banyak yang menjadi korban ambisi orang tuanya.

Dedi berharap, semoga dengan adanya lembaga yang bergerak di minat baca ini, nantinya banyak mewarnai pikiran orang tua.    Bagaimana cara mendidik anak yang baik, dan bagaimana pendidikan itu didasarkan oleh hati, bukan didasarkan oleh ambisi.

“biMBA nya ya terus saja berkreasi, terus mendidik anak-anak bangsa di berbagai daerah termasuk Purwakarta.   Tidak usah lelah, terus saja bekerja.”(Bima)

 

Berfoto bersama bapak Bupati

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan