653 Views

Anak Kesulitan Membaca Apakah Itu Gejala Disleksia?

Disleksia
Anak Disleksia mengalami kesulitan membaca [pathwaypatofisiologi.blogspot.co.id]
Anak kesulitan membaca bukan berarti anak malas dan tidak suka membaca. Bisa jadi anak Anda mengalami disleksia, yakni permasalahan anak kesulitan terhadap membaca, mengeja, ada pula kesulitan menulis, dan memebdakan kanan kiri. Secara umum anak disleksia juga bermasalah dengan kemampuannya berbahasa, kemampuan memahami tulisan dan kemampuan menulis.

Anak yang mengalami gejala disleksia sangat sulit menekspresikan pendapatnya, sebab ia merasa sulit untuk menggunakan kosakata ataupun menyusun ide dalam sebuah percakapan. Bahkan, ia juga kesulitan menerima pesan dari orang lain, hal ini bukan masalah pendengaran melainkan pengolahan informasi verbal.

Disleksia dapat memberikan dampak yang besar bagi diri anak. Jika dibiarkan, maka anak akan frustasi dengan belajar dan ia akan cenderung kehilangan motivasi untuk melanjutkan belajar. Oleh karena itu, sebagai orang tua hendaknya selalu memantau perkembangan anak, jangan sampai Anda terlambat menyadari bahwa anak Anda mengalami disleksia.

Berikut ini adalah tanda-tanda atau gejala dari disleksia sebagai berikut:

· Anak kesulitan mengenal huruf dan mengeja

· Huruf sering tertukar. Misalnya b tertukar dengan d, p tertukar dengan q, m tertukar dengan w, dan lain-lain.

· Daya ingat jangka pendek buruk.

· Sulit memahami kalimat yang dibaca maupun didengar.

· Tulisan tangan anak tidak bagus.

· Sulit mempelajari tulisan tegak sambung.

· Sulit mengingat nama dan kata-kata.

· Sulit memahami konsep waktu

· Sulit dalam membedakan huruf vokal dan konsonan.

· Kesulitan membedakan arah (kiri dan kanan).

· Membaca dengan lambat dan terputus-putus.

· Tidak mampu membaca atau menyebutkan kata-kata yang tidak pernah dijumpai sebelumnya

· Kata-kata tertukar, misalnya dia-ada, sama-masa, lagu-gula, batu-buta, tanam-taman, dapat-padat, mana-nama, dsb.

Ayah bunda, apakah anak Anda mengalami ciri-ciri seperti poit di atas? Jika iya, maka konsultasikan hal tersebut kepada guru atau dokter agar anak mudah mendapatkan penanganan sejak dini. Kita sebagai orangtua harus memahami anak yang kesulitan membaca, apakah anak memang tidak suka membaca, anak malas, atau justru anak mengalami disleksia sehingga kesulitan untuk membaca. (Ern)

2 Komentar

  1. Salam Sy memiliki anak yang sejauh ini masih sulit membaca atau pun menulis.sudah banyak guru les bahkan guru disekolah ny seakan” tidak sanggup menangani keadaan anak sy ini. Ciri” yg menjurus ke penyakit disleksia itu hampir 85 % .tp,jujur karna keadaan ekonomi sy,sy belum pernah Membawa anak sy ke dokter specialis. Sy sedih 😢ta tau harus bagaimana berbuat apa.dirumah sy sudah mengajarkan membaca n menulis pd anak sy.terkadang karena emosi sy memukul anak sy.😢sy tau itu sangat salah.tp,sy tidak tau harus bagaimana lagi..,.,, Sekarang ini sy mencoba mencari lagi guru les n tempat les yg bisa membantu sy mendidik anak sy.tolong lah berikan sy saran atau petunjuk bagaimana n apa yg harus sy lakukan terhadap anak sy ini.
    1. Ibu Mey Siang Lee,Salam biMBA. Ayah dan Bunda yang berbahagia, membesarkan anak dengan Disleksia dapat melibatkan emosi yang campur aduk. Hal pertama yang harus bunda lakukan adalah menerima keadaan anak-anak kita apa adanya, cintai mereka dengan dengan sepenuh hati dan tanpa syarat. Limpahi mereka dengan kasih sayang agar anak-anak istimewa kita dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan misi yang dibawanya dari Tuhan Yang Maha Esa. Selamat bunda telah dipilih Tuhan untuk membimbing anak yang istimewa, itu artinya bunda adalah orangtua yang istimewa. Langkah berikutnya adalah mempelajari apa itu disleksia dan mencari tahu bagaimana cara membimbing anak disleksia agar mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak bahagia dan juga sukses. Disleksia bukanlah jaminan kegagalan, banyak tokoh dunia yang juga terlahir dengan kondisi ini, misalnya Picasso, Steven Spielberg, hingga Bill Gates.Disleksia adalah jenis gangguan belajar. Anak-anak dengan disleksia memiliki masalah dalam pengolahan informasi yang mereka lihat saat mereka membaca sesuatu. Anak dengan disleksia sering tertukar antara huruf “b” dan “d”, sering kebingungan mengurutkan urutan huruf untuk membentuk suatu kata, atau mengartikan bunyi huruf- huruf yang membentuk suatu kata.Harus kita pahami bahwa prinsip utama dalam belajar bukan membuat anak bisa baca, menulis, atau berhitung, tapi membuat anak bahagia melakukan kegiatan belajarnya. Anak yang senang dengan kegiatan membaca memiliki keinginan untuk membaca setiap hari, karena dilatih membaca setiap hari maka kemampuan membacanya semakin meningkat, begitu juga dengan kemampuan menulis ataupun berhitungnya.Jika bunda ingin ananda mampu membaca dan menulis, maka ciptakanlah suasana belajar yang menyenangkan bagi ananda, sehingga ananda akan tertarik dengan kegiatan membaca dan menulis. Berikut adalah beberapa yang bisa dilakukan untuk membantu anak belajar : 1. Ajarkan bertahap. Sebelum anak membaca huruf, kata, atau kalimat, perdengarkan terlebih dahulu bunyi huruf, kata, atau kalimat yang akan dibaca. Hal ini bertujuan untuk membentuk logika anak, jadi anak bukan menghafal huruf atau kata, tapi mereka mengerti apa yang dibaca. Perdengarkan bunyi huruf, kata, atau kalimat melalui lagu. Bunda bisa mempelajari lagu-lagu yang biasa digunakan di biMBA-AIUEO melalui website biMBA di http://www.bimba-aiueo.com.2. Bantuan gambar. Untuk beberapa anak, mengingat kata akan lebih mudah jika mereka menghubungkannya dengan gambar. Di biMBA kami menggunakan modul atau media belajar yang menarik menggunakan gambar dan kata-kata yang dibaca dalam modul adalah kata bermakna, mudah diucapkan, dekat dengan anak.3. Mengajak anak terlibat dalam proses belajar. Sebelum membaca kata, perdengarkan bunyi kata terlebih dahulu dan mengajak anak berperan aktif mengeja huruf yang membentuk kata tersebut sampai anak terampil, dalam arti sampai anak cepat dan reflek.Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Terima kasih