49 Views

Faktor penghambat minimnya Minat baca anak

Minat Baca
Agar anak menyukai kegiatan membaca maka harus dibiasakan sejak kecil
[pongkyspirit.blogspot.co.id/]
Mungkin sudah sering kita dengar atau lihat bahwa negara yang disebut maju itu adalah bila warga negaranya memiliki Minat baca yang tinggi. Kemudian kondisi tersebut akan dibuktikan dengan jumlah perpustakaan yang tersebar ke seluruh penjuru negeri serta banyaknya jumlah buku yang diterbitkan di negara tersebut per tahunnya. Minat baca di negara kita, terutama Minat baca anak hingga saat ini dapat dikatakan bahwa kondisinya memang masih cukup memprihatinkan. Topik tersebut hingga sekarang ini juga masih sering dikaji, didiskusikan, dan diseminarkan pada berbagai forum.

Faktor penghambat minimnya Minat baca anak

Kondisi minimnya Minat baca pada anak sesungguhnya jauh lebih menyedihkan karena hal ini berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia saat mereka dewasa kelak. Kesempatan negara ini untuk berkompetisi dengan negara-negara lain untuk menjadi lebih maju dan berkembang akan semakin kecil bila kualitas generasi penerus bangsanya juga minim karena tak ada upaya untuk meningkatkan kualitas diri dengan membaca. Inilah beberapa penyebab mengapa Minat baca anakIndonesia dapat dikatakan kalah bila dibandingkan dengan anak-anak dari sejumlah negara bahkan di Asia sendiri:

  1. Sistem pendidikan di negara kita belum terlalu optimal membuat siswa mencari informasi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih banyak dibandingkan informasi yang diperoleh dari materi pelajaran sehari-hari.
  2. Banyak hal yang mengalihkan perhatian dari buku seperti misalnya televisi, video games, dan gadget yang terkoneksi internet. Internet sendiri sesungguhnya bisa menjadi salah satu sarana untuk memperoleh sumber bacaan tetapi dibutuhkan bimbingan orangtua untuk menggunakan sarana tersebut.
  3. Selain hal-hal di atas yang bisa mengalihkan perhatian anak dari buku bacaan, tersedia pula beragam pilihan lain untuk menghabiskan waktu luang misalnya di tempat rekreasi, mall, karaoke, dan sebagainya.
  4. Nenek moyang kita memang tidak mewariskan budaya membaca melainkan lebih ke mendongeng. Inilah sebabnya kebiasaan ini perlu pembiasaan terutama bagi keluarga-keluarga modern.
  5. Orangtua di rumah sendiri tak punya kebiasaan membaca sehingga putra-putrinya pun tak mempunyai teladan atas kebiasaan baik ini. Apalagi bila kedua orangtua adalah pekerja yang sibuk mencari nafkah sehingga buah hati mereka sering tinggal sendirian di rumah.
  6. Jumlah buku-buku yang tersedia sebagai sumber bacaan baik di rumah atau pun di lingkungan sekitar sangat terbatas. Selain itu orangtua tidak mempunyai dana khusus untuk membeli buku-buku berkualitas sebagai sumber belajar si kecil. Hal ini sesungguhnya ada solusinya yaitu dengan memanfaatkan perpustakaan yang pasti selalu ada di setiap daerah. Pemerintah juga sudah semakin aktif menggalakkan budaya membaca misalnya dengan pengadaan perpustakaan keliling. (Ern)