32 Views

Guru Mencetak Generasi Berkualitas

g12

Siapa yang mencetak generasi berkualitas?

Hari ini adalah hari besar para guru se-Indonesia, karena pada hari ini merupakan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus sebagai Hari Guru Nasional (HGN). Peringatan ini dilaksanakan setahun sekali, setiap tanggal 25 November. Sebagai wujud penghargaan dan pemberian tanda jasa bagi guru, di tiap sekolah dan instansi selalu mengadakan upacara.

Di Indonesia, guru dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Profesi seorang guru adalah mulia. Tanpa guru, tiada pelajar yang berilmu. Tanpa guru, kita tidak mampu untuk mengenal angka 123, tidak mampu mengenal aksara ABC dan kita tidak mengerti apa-apa. Atas jasa-jasanya tersebut maka guru diibaratkan sebagai pelita bagi anak bangsa.

Guru dalam bahasa Jawa difilosofikan sebagai seorang yang digugu dan ditiru. Maksudnya, bahwa guru adalah sosok yang dapat dipercaya, dianut dan ditiru. Guru mampu berdiri di depan untuk memberi contoh, ditengah sebagai pemberi semangat dan dibelakang mampu memberikan dorongan bagi muridnya. Hal ini seperti dikemukakan oleh bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, dengan slogannya yang kita kenal dengan sebutan Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Slogan itulah yang hendaknya dapat dijadikan semangat mengajar dan mendidik bagi para guru di Indonesia.

Generasi berkualitas

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah para guru tersebut telah amanah dalam mengemban tugasnya sebagai seorang yang dipercaya, dianut dan diteladani ? Hal inilah yang menjadi kekhawatiran bangsa Indonesia. Tantangan dan persoalan yang kita hadapi semakin berat, rumit dan kompleks. Semakin majunya perkembangan jaman, semakin banyak pula permasalahan yang kita hadapi. Padahal, menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Bapak Mohammad Nuh, kenyataan yang akan kita hadapi adalah bagaimana upaya agar dapat mencetak generasi berkualitas sebagai generasi 2045, 100 tahun dari kemerdekaan Indonesia.

Menurut struktur kependudukan, di tahun 2010, terdapat 46 juta anak usia 0-9 tahun. Sedangkan anak usia 10-19 tahun ada 44 juta anak. Pada tahun 2045 mendatang, usia anak-anak ini telah mencapai 35-44 tahun dan 45-55 tahun. Mereka inilah para generasi bangsa yang akan memimpin dan mengelola bangsa Indonesia. Oleh karena itu, mulai dari tingkatan Pendidikan Anak Usia dini (PAUD), pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi hendaklah kita bekali dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan jamannya. Mereka harus memiliki kemampuan berpikir tinggi, kreatif, inovatif, berkepribadian mulia serta cinta tanah air dan bangga menjadi bangsa Indonesia.

Berkaitan dengan itulah, tema yang diusung pada Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-68 PGRI kali ini adalah “Mewujudkan guru yang kreatif dan inspiratif dengan Menegakkan Kode Etik untuk Penguatan Kurikulum 2013.” Harapannya, semoga tema tersebut dapat kita wujudkan. Tentunya melalui kerja keras yang sungguh-sungguh dan bekerjasama antara pihak-pihak yang terkait.

Guru = kreatif dan Inspiratif

g23

Sesuai dengan tema Hari Guru Nasional 2013, saat ini guru dituntut agar kreatif dan inspiratif. Guru seperti inilah yang dibutuhkan dalam implementasi kurikulum 2013 karena dengan kreatif dan inspiratif dapat menjadi salah satu faktor kunci sukses pada kurikulum 2013. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan, dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Syawal Gultom menyatakan bahwa guru seperti ini selalu mengedepankan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Diharapkan kehadirannya dapat menghasilkan peserta didik yang memiliki kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis dan kreatif, dan mampu menghadapi tantangan global.

Hal senada juga dikatakan oleh pemerhati pendidikan, Arief Rachman bahwa seorang guru harus mampu mendidik dan memberi teladan yang baik serta bisa memahami kondisi kejiwaan peserta didik. Jadi guru bukan sekedar mengembangkan kecerdasan otak anak, namun guru juga mampu mengembangkan moral, agama dan nilai kemanusiaan.

GURU = Gagasan, Usaha, Rasa, Utama

g33

Menurut Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember, Prof. Dr. Sunardi, M.Pd, bahwa seorang guru yang ideal hendaknya dapat menerapkan kepanjangan dari kata GURU itu sendiri, yaitu Gagasan, Usaha, Rasa dan Utama. Maksudnya bahwa seorang guru harus memiliki Gagasan atau ide kreatif agar peserta didiknya dapat lebih berkembang. Ide tersebut harus disertai dengan usaha yang maksimum untuk mewujudkannya. Ide dan usaha tersebut harus dilandasi dengan rasa atau empati sehingga ilmu yang dimiliki akan mengarah ke jalan yang positif. Kalau ketiganya sudah berjalan dengan baik maka keutamaan akan didapat.

Ayo para guru, terus semangat untuk mengajar dan mendidik generasi bangsa. Teruslah belajar, jangan pernah merasa tinggi ilmunya. Tetaplah membumi dalam mengajar, jangan menerawang. Tekunlah membaca dan menulis, jangan hanya berbicara dari yang didengar. Tuangkan ilmu ke “hati murid yang luas, jangan sesempit gelas”. Tetaplah istiqomah dalam belajar dan mengajar.(Bunda Ranis)

Selamat Hari Guru Nasional 2013 dan Dirgahayu ke-68 Persatuan Guru Republik Indonesia.

Sumber :

http://faperta.unej.ac.id/index.php/78-berita/24-guru

http://satuharapan.com/read-detail/read/hari-guru-nasional-mewujudkan-guru-yang-kreatif-dan-inspiratif/

http://www.kopertis12.or.id/wp-content/uploads/2013/11/Sambutan-Mendikbud-HGN-2013_0.pdf

http://news.detik.com/read/2013/11/25/075526/2422116/10/selamat-hari-guru-pengajar-yang-menentukan-masa-depan-bangsa?9922022

http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/11/24/selamat-hari-guru-25-november-2013-613704.html

http://edukasi.kompasiana.com/2013/11/25/hari-guru-guru-itu-bukan-kasta–610934.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Guru