102 Views

Hak Anak

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah pu
tra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.

Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.

Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan

 

Petikan puisi dari Khalil Gibran itu cukup menegaskan bahwa sebagai orang dewasa, kita berkewajiban memenuhi hak anak, mengapa?

  • Karena anak adalah anugerah dari Tuhan yang Maha Kuasa, dari mereka kita belajar banyak hal.
  • Anak-anak sekaligus amanah untuk orang dewasa, dimana terdapat tanggung jawab kita untuk memenuhi hak-hak belajar mereka dan menciptakan suasana belajar yang seratus persen menyenangkan.
  • Anak-anak adalah harapan di masa yang akan datang.
  • Anak merupakan cikal bakal lahirnya suatu generasi baru yang  merupakan penerus cita-cita bangsa dan sumber daya manusia bagi pembangunan nasional.  Masa depan bangsa di tangan anak-anak kita. Semakin baik kepribadian anak, semakin baik pula kehidupan masa depan bangsa.

 

Hak-hak Anak :

1.     Cinta dan Kasih Sayang

Kasih sayang yang diberikan orang dewasa kepada anak dalam mendidik, merupakan mempersiapkan serta membimbing anak untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesan yang paling besar.  Cinta dan kasih sayang yang kita berikan kepada manusia kecil (anak didik), merupakan pengundang kasih sayang Tuhan yang Maha Kuasa.

Karena Anak adalah Anugerah, maka cintailah ia sepenuh hati.

 

 

2.     Bermain

  • Bermain adalah melakukan aktifitas apapun yang menyenangkan bagi anak, tanpa melihat adanya dampak masa yang akan datang.
  • Bermain adalah bagian dari pekerjaan anak.  Bermain merupakan naluri manusia, berapapun usianya!
  • Bermain hak setiap anak!
  • Dari bermain, orang tua/pendidik dapat melihat perkembangan anak.
  • Bermain merupakan  kebutuhan mulai dari anak-anak hingga kita orang dewasa.  Mengapa demikian?

Karena melalui bermain, anak-anak belajar apaupun lewat melihat, menganalisa, merasakan, mengamati, bertindak, hingga belajar mengambil keputusan. Bermain bermanfaat bagi perkembangan kognitif, psikomotorik, afektif bahkan bagi sosial-emosial anak-anak.

Orang dewasa berkewajiban memfasilitasi permainan yang baik untuk mengembangkan Emotional Quotient (EQ)  dan Spiritual Quotient (SQ) anak.

Janganlah sekali-kali mengambil hak bermain anak!           

 Tindakan itu sangat fatal dan  akan menghambat perkembangannya.

3.     Belajar

Anak terlahir sebagai pembelajar, namun orang dewasa seringkali memutuskan minat belajarnya. Maka sudah layaknya kita sebagai orang dewasa berkewajiban memberikan hak anak yaitu  belajar yang menyenangkan, karena dengan belajarlah mereka akan bahagia.

Belajar adalah gerakan memperbaiki diri.

Ketika anak mendapatkan hak belajar yang sepenuhnya menyenangkan, pada saat itulah anak sedang menumbuhkan karakternya, yaitu karakter yang senantiasa senang belajar.

Anak belajar dari kehidupannya.

Jika anak dibesarkan dengan cinta dan kasih sayang, maka ia belajar memaknai kehidupan.  Hal inilah yang membuat mereka bahagia dan berdampak sukses.

 

4.     Kepercayaan, Dihargai dan Didengarkan Ketika Mengemukakan Pendapat.

 “Aku harus dihargai dan didengarkan ketika mengemukakan pendapat”

(Konvesi Hak-Hak Anak: Pasal 12),

Anak membangun kepercayaan dirinya dari bukti dan pengakuan orang-orang di sekitarnya. Merasa dipercayai dan dihargai oleh manusia dewasa, maka akan berdampak tumbuhnya karakter optimis dari anak.  Hal ini sangat positif bagi perkembangan kepribadiannya.

Setelah dijabarkan apa saja hak-hak anak, maka kita ketahui bahwa bimbingan MINAT belajar Anak (biMBA) merupakan Hak anak sekaligus Kewajiban orang dewasa, karena biMBA satu-satunya lembaga yang memenuhi hak-hak anak (Cinta dan Kasih sayang,  Bermain,  Belajar, Kepercayaan dan Penghargaan).

Dengan menggunakan metode 100 % Fun Learning, Small Step System, Individual System dan Variation Skill sebagai penunjangnya, biMBA ingin menumbuhkan MINAT  belajar anak ssehingga membuat anak mencintai membaca dan belajar.

Bersama biMBA kita penuhi hak anak, yaitu dengan menumbuhkan MINAT belajar anak secara intrinsik, yang membuat anak bahagia dan berdampak  sukses.(Fauziah AIUEO)

 

Salam biMBA, Tetap Semangat dan Terus Belajar!