70 Views

Hal Terpenting dalam Membangun Minat Baca Anak

minat baca
Salah Satu Upaya Membangun Minat Baca Anak

Indonesia adalah salah satu negara terbesar dengan jumlah penduduk paling banyak ke-4 di dunia, setelah Cina, India, dan Amerika serikat. Dengan jumlah penduduknya mencapai 237.641.334 jiwa, menurut publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010.

Namun dari sekian banyaknya penduduk di Indonesia, sampai sekarang yang masih menjadi permasalahan adalah rendahnya minat baca. Mengapa minat baca? Semua orang memang bisa kok membaca. Ya, semua orang di Indonesia sebagian besar memang bisa membaca, tetapi mereka hanya bisa membaca tanpa memiliki minat membaca.

Berdasarkan survei UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Berarti dalam seribu masyarakat hanya ada satu masyarakat yang memiliki minat baca. Lain halnya pendapat Kepala Biro Komunikasi Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud Asianto Sinabela menegaskan minat baca masyarakat Indonesia masih tertinggal dari negara lain. Dari 61 negara, Indonesia menempati peringkat 60.

Kondisi inilah salah satu faktor yang menjadikan Indonesia tertinggal.  Masyarakat Indonesia belum terbiasa dengan kebiasaan membaca sehingga belum tertanam minat baca dalam dirinya. Seringkali hal yang kecil seperti kebiasaan membaca selalu dianggap sepele oleh kebanyakan orang. Padahal dari kebiasaan membaca sejak dini atau sejak kanak-kanak akan tertanam minat membaca.

Diibaratkan minat membaca  seperti memakan sayuran, jika kebiasaan tidak ditumbuhkan sejak dini akan sulit ditanamkan saat beranjak dewasa. Bukan perkara mudah soal membangun minat baca, namun dalam hal ini yang perlu dibangun adalah karakter minat baca pada anak sejak usia dini sehingga menghasilkan generasi pembelajar mandiri sepanjang hayat yang berkualitas.

Minat baca idealnya ditanamkan sejak dini dalam bimbingan orangtua ketika mereka belum memasuki bangku sekolah. Kemudian minat ini ditumbuhkan mengikuti perkembangan dan pendidikan anak selanjutnya. Peran orangtua sangatlah dominan dalam perkembangan literasi anak. Mereka akan gemar membaca jika melihat orangtua atau anggota keluarga lain di rumah sering membaca buku, koran, dan majalah.

Minat  membaca sangatlah penting untuk dibangun sejak usia dini agar masyarakat Indonesia mempunyai generasi berkualitas yang tidak tertinggal ilmu pengetahuannya, luas wawasannya dan mampu bersaing dengan negara maju lainnya. Berikut ini upaya untuk membangun minat baca dan membudayakan membaca pada anak sejak usia dini, sebagai berikut:

1.Sediakanlah waktu luang untuk membacakan buku untuk anak setiap hari, tentunya dengan cara yang menyenangkan (fun learning).

Dengan membacakan buku dongeng atau cerita-cerita yang menarik pada anak secara rutin akan menghasilkan perkembangan yang signifikan pada pemahaman membaca, kosakata, dan pemenggalan kata. Baik anak dalam usia belum sekolah maupun yang sudah, hal itu akan membuat mereka berkeinginan untuk membaca dengan sendirinya dan ingin mengulangi kegiatan untuk membaca jika kegiatan membaca dilakukan dengan cara menyenangkan.

2.Buatlah waktu membaca bersama keluarga.

Sediakan waktu seluruh anggota keluarga untuk membaca bersama-sama dengan tenang. Dengan melihat Anda maupun anggota keluarga membaca akan membuat anak Anda ikut membaca. Mulai membimbing anak untuk membaca dari tahapan membaca yang sesuai dengan kesukaannya atau dari tahap yang paling tidak sulit sesuai dengan kemampuan membaca anak (small step system)

3.Berikanlah dukungan dengan cara pendekatan individu seorang anak dengan orangtua pada berbagai aktivitas membaca mereka (individual system).

Jadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan anak. Biarkan mereka membaca menu, iklan di jalan, petunjuk pada mainan, ramalan cuaca, acara televisi, dan semua informasi praktis harian. Pastikan mereka selalu memiliki bacaan untuk waktu luang mereka.

4. Pakailah cara yang bervariasi untuk membantu anak Anda dalam mengembangkan kemampuan membaca mereka (variation skill).

Gunakan berbagai buku cerita, berdialog mengenai bahan bacaan yang anak sukai, bernyanyi sambil membaca dan berbagai permainan, cara ini akan membantu anak mengembangkan kemampuan mereka sambil bergembira.

5.Kelilingi anak dengan berbagai buku bacaan.

Bujuklah anak untuk membaca dengan mengoleksi buku-buku bacaan yang menarik dan majalah yang sesuai dengan umur mereka. Letakkan buku bacaan di mobil, tempat tidur, ruang keluarga, dan bisa juga di ruang televisi.

6.Biasakan pergi ke perpustakaan atau toko buku.

Ajak anak agar lebih banyak membaca dengan membawa mereka pergi ke perpustakaan atau toko buku setiap beberapa minggu untuk mendapatkan buku bacaan yang baru. Tidak hanya di rumah saja kegiatan membaca dapat dilakukan, dengan begitu anak merasa kegiatan membaca menjadi menyenangkan,

7.Ikuti terus perkembangan membaca anak.

Cari tahu kemampuan membaca anak untuk setiap level bacaannya. Hal ini juga dapat dilakukan dengan meluangkan waktu untuk mendengarkan mereka membaca buku, membaca apa saja yang dilihatnya. Sebagai orangtua harus peka terhadap perkembangan anak dalam hal kegiatannya seperti membaca.

8.Perlihatkan antusias Anda saat anak membaca buku bacaannya.

Reaksi Anda memiliki pengaruh yang besar pada seberapa tinggi motivasi mereka untuk berusaha menjadi pembaca yang baik. Pastikan Anda memberikan apresiasi dan pujian yang tulus atas usaha keras mereka. Apresiasi atau pujian pada anak ini merupakan faktor yang penting dan sangat berpengaruh terhadap mental anak untuk menumbuhkan minat baca. Tanpa ada sebuah apresiasi atau pujian minat  baca anak akan sulit terbentuk. Upaya ini akan memberikan dorongan bagi anak untuk membangun minat membaca anak sejak usia dini.

Hal yang terpenting adalah jangan pernah memaksakan kehendak Anda agar anak mau membaca. Tapi tumbuhkanlah minat baca anak sejak dini dengan upaya untuk menumbuhkan minat baca seperti yang telah dipaparkan di atas.

Anda dapat berkreasi sesuka Anda dalam menumbuhkan minat baca anak. Pada usia dini, anak akan lebih banyak melakukan sesuatu sesuai nalurinya. Mereka lebih banyak menyukai kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, penuh keceriaan, dan identik dengan nilai-nilai permainan.

Terakhir dan hal yang sangat penting, membangun minat baca anak merupakan sebuah investasi jangka panjang. Layaknya sebuah investasi, yang hasilnya mungkin baru bisa dirasakan lima, sepuluh, atau dua puluh tahun ke depan dengan jaminan anak Anda akan menjadi generasi pembelajar yang tanggap, cerdas, cekatan dan berkualitas. (Anjar Setio Mukti)