This post is popular. 501 Views

Hindari Berkata Kasar dan Membentak Anak

[cosmomom.net]
[cosmomom.net]
Orangtua terkadang hilang kesabaran karena anaknya tidak bisa diatur dan  dinasihati. Mereka sering membentak anak dengan tujuan sang anak bisa mematuhi keinginannya. Tahukah Anda bahwa membentak dan berkata kasar kepada anak memiliki dampak negatif bahkan menimbulkan kenakalan pada anak?

Kesalahan yang timbul dari anak bisa jadi karena hal-hal yang sepele, misalnya menumpahkan makanan, mencoret tembok, memecahkan piring, menjahili teman dan lain-lain. Orangtua sebaiknya tidak membentak dan berteriak pada anak, meskipun sudah terlalu emosi orangtua dapat menjelaskan dengan baik bahwa apa yang dilakukan anak adalah salah.

“Tahukah ayah bunda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 triliun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan mampu membunuh lebih dari 1 miliar sel otak saat itu juga? Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 miliar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 triliun sel otak saat itu juga.”

Ingatlah dampak buruk yang akan terjadi pada masa depan anak hanya karena satu bentakan yang dilakukan orangtua. Bukankah sangat menyakitkan ketika anak memiliki kepribadian yang rapuh pada saat menginjak dewasa nanti.

Anak yang sering disikapi negatif akan membentuk cara pikir yang tidak optimal. Informasi yang diterima anak tidak akan sampai ke pusat otaknya, melainkan hanya diproses di batang otak saja, sehingga sulit untuknya berpikir logis.

www.cosmomom.net
[cosmomom.net]
Bentakan tidak akan mengajarkan apa-apa untuk perkembangan anak. Saat usianya masih dibawah 10 tahun, mereka tidak akan melawan karena sikap pasif mereka. Lebih kritis lagi anak pada usia 1-6 tahun adalah masa ‘golden age’ yang dapat merusak kecerdasan emosinya. Seorang anak yang sering dibentak atau dimarahi akan berkeyakinan bahwa dia sah-sah saja berkomunikasi dengan menggunakan bentakan, omelan atau kemarahan.

Sebuah teguran, larangan, dan hukuman terjadi ketika timbul sebuah kesalahan yang telah dilakukan oleh anak. Namun, orangtua seringkali melakukan tindakan bukan dengan mencegah, membimbing, dan mengarahkan sebelum kesalahan tersebut terjadi.Anak yang sering diberi teguran keras atau perhatian negatif akan mudah tertekan jiwanya.

Berikut ini adalah dampak negatif dari seringnya membentak dan berkata kasar pada anak:

1.      Minder

Anak yang selalu dibentak akan tumbuh menjadi anak yang minder dan tidak percaya pada dirinya sendiri. Akan tertanam dalam jiwanya bahwa ia hanyalah anak yang selalu melakukan kesalahan, tidak pernah bisa berbuat kebaikan atau menyenangkan oranglain. Akibatnya anak menjadi ragu-ragu dan tidak percaya diri untuk melakukan sesuatu karena takut salah.

2.      Cuek dan tidak peduli

Anak yang sering menerima bentakan bisa berkembang menjadi anak cuek dan tidak peduli. Ia akan sering mengabaikan nasihat orangtuanya. Bisa jadi ketika dibentak atau dimarahi anak akan diam mendengarkan, tetapi yang terjadi adalah kata-kata orangtuanya hanya dianggap sebagai angin lalu, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Tidak ada artinya.

3.      Tertutup

Anak menjadi takut pada orangtuanya sendiri, sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tertutup. Ia tidak mau berbagi cerita dengan orangtua bahkan oranglain di sekitarnya. Anak takut bercerita karena ujung-ujungnya akan disalahkan oleh orangtuanya sendiri. Akibatnya komunikasi antara anak dan orangtua tidak berjalan baik, hal ini berbahaya karena anak akan menyimpan masalahnya sendiri, jiwa anak akan sangat rapuh.

4.      Pemberontak

Anak menjadi keras kepala, suka membantah dan membangkang apa saja kehendak orangtuanya. Mereka marah karena tidak dihargai oleh orangtuanya, untuk melawan tentu saja tidak bisa karena ia hanyalah seorang anak kecil. Maka ia berusaha menyakiti hati orangtuanya, anak akan senang bila melihat orangtuanya jengkel dan marah karena ulahnya. Semakin bertambah emosi orangtua, semakin senanglah ia.

5.      Pemarah

Anak meniru sikap orangtuanya. Bila orangtua suka marah dan membentak anak karena hal hal sepele, maka anak akan melakukan hal yang sama kepada teman-teman atau adiknya sendiri.

Mulai sekarang ayo kita tekatkan untuk tidak berkata kasar dan membentak anak, karena perilaku anak tergantung dari cara kita mengajarkan dan membimbingnya. Tetap Semangat dan Terus Belajar. (ern)

Bimbingan Minat Belajar dan Minat Baca Anak Usia Dini Indonesia is Stephen Fry proof thanks to caching by WP Super Cache