290 Views

Hypnoteaching

Guru dan kualitas pembelajaran adalah konsep dwitunggal yang tidak dapat dipisahkan.   Bagaimana suatu proses pembelajaran dapat diterima dan dipahami dengan mudah oleh peserta didik adalah tujuan dari pembelajaran itu sendiri.    Tugas guru adalah menciptakan suatu proses pembelajaran yang efektif dan efisien melalui berbagai metode, strategi atau kiat-kiat praktis menjalani pengajaran agar menjadi menyenangkan.

Salah satu metode menarik yang dapat membantu proses pembelajaran, meningkatkan prestasi belajar serta perkembangan anak didik adalah Hypnoteaching.

Apa itu Hypnoteaching

Hypnoteaching merupakan improvisasi dari sebuah metode pembelajaran yang menggunakan sugesti-sugesti positif untuk mencapai alam bawah sadar anak didik.     Hypnoteaching sebenarnya merupakan salah satu teknik yang menggabungkan antara ilmu hipnosis, komunikasi, psikologi dan teknik pengajaran di kelas.

Dalam penyampaian materi pelajaran, guru menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar, yakni bahasa persuasif,  yang akan menimbulkan ketertarikan tersendiri bagi anak didik. Kata hypnoteaching merupakan paduan dari dua kata yaitu hipnosis dan teaching.   Hipnosis berarti mensugesti dan teaching berarti mengajar.   Dapat diartikan bahwa hypnoteaching adalah Seni berkomunikasi dalam proses pengajaran dengan cara mengekplorasi alam bawah sadar, sehingga anak didik menjadi fokus, relaks dan sugestif dalam menerima materi pelajaran yang diberikan.

Dalam hypnoteaching, guru bertindak sebagai penghipnotis dan anak didik berperan sebagai suyet atau orang yang dihipnotis.   Guru tidak perlu menidurkan anak didik ketika melakukan hypnoteaching, tetapi cukup memberikan bahasa yang persuasif dalam berkomunikasi dengan anak didik dan memahami pola kerja pikiran anak didik yang sebenarnya sehingga apa yang dikomunikasikan oleh guru sesuai dengan harapan si anak didik.     Bahasa yang disampaikan tersebut harus mudah dipahami oleh anak didik, karena sangat tidak mungkin bila melakukan hipnosis tanpa suyet  paham akan maksud dari si penghipnotis.

Cara kerja hypnoteaching

Menurut penelitian akademis, cara kerja otak dibagi menjadi dua  yaitu alam sadar (consciousness) dan alam bawah sadar (sub-consciousness). Jika dipersentasikan ternyata alam sadar itu perannya hanya 12% , sedangkan  alam bawah sadar adalah 88%. Oleh karena itu hampir semua aktivitas harian kita sebenarnya dikendalikan oleh alam bawah sadar termasuk diantaranya penyimpanan data atau pengetahuan.

Contohnya, 1+1 adalah 2, itu kita sebut sebagai data.   Guru mengajar dan menyampaikan data tersebut kepada anak didik, kemudian anak didik menyimpannya.    Kapanpun data itu ditanya kembali, maka anak didik dapat menjawabnya dengan benar.   Data “1+1 =2” tersebut disimpan dalam gudang penyimpanan data yaitu alam bawah sadar.   Jadi proses mengajar itu adalah memasukkan data ke dalam alam bawah sadar anak didik karena data tersebut akan di simpan di sana.

Dalam hypnoteaching, guru mengkondisikan gelombang otak anak didik dari frekuensi gelombang otak beta (level alam pikiran sadar) ke dalam alpha menuju theta (pikiran alam bawah sadar).   Dimana pada fase alpha, otak dalam kondisi relaksasi dan penuh kreatifitas sehingga seseorang akan belajar dan menyerap informasi dengan sangat baik.    Fase ini menjembatani antara kesadaraan bheta dan theta.   Sedangkan fase theta sangat bagus untuk proses autohipnosis. Dalam fase ini terjadi peningkatan produksi catecholamines (sangat vital untuk pembelajaran dan ingatan).

 

Manfaat Hypnoteaching

Beberapa manfaat yang dapat dicapai melalui metode hypnoteaching adalah :

  1. Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan bagi anak didik dan guru
  2. Pembelajaran dapat menarik perhatian bagi anak didik melalui berbagai kreasi permainan yang diterapkan oleh guru
  3. Guru menjadi lebih mampu dalam mengelola emosinya
  4. Dapat menumbuhkan hubungan yang harmonis antara guru dan anak didik
  5. Guru dapat mengatasi anak yang sulit belajar dengan melakukan pendekatan personal
  6. Guru dapat membantu anak didik untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan  kurang baik yang anak didik miliki.

Langkah-langkah Hypnoteaching

N. Yustisia, dalam buku hypnoteaching : seni ajar mengekplorasi otak peserta didik, menyebutkan bahwa langkah-langkah hypnoteaching adalah :

  • Niat dan motivasi dalam diri

Seorang guru harus senantiasa memiliki niat dan komitmen yang kuat untuk meraih kesuksesan dalam proses pengajarannya.   Dalam Hypnoteaching, guru harus memiliki prinsip utama yaitu  “Bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka.”

  • Pacing                                                                                                                                            

Pacing artinya menyamakan posisi, gerak tubuh, bahasa serta gelombang otak dengan anak didik.  Sebelum guru membawakan materi pelajaran, seorang guru harus mau dan mampu menyamakan frekuensi antara dirinya dengan anak didik sehingga komunikasi dalam proses pembelajaran menjadi lebih kondusif dan efektif.   Pada prinsipnya manusia akan mudah menyampaikan pesan kepada orang lain bila memiliki gelombang otak yang sama sehingga akan merasa nyaman.

Cara-cara pacing adalah :

  1. Guru membayangkan bahwa dirinya menjadi sosok yang sesuai dengan usia anak didik.   Hal ini dapat disesuaikan dengan jamannya anak didik pada saat sekarang, bukan ketika jaman pada saat guru sekolah dulu
  2. Menggunakan bahasa sesuai dengan bahasa yang digunakan oleh anak didik
  3. Melakukan gerakan dan mimik wajah yang sesuai dengan tema bahasan guru
  4. Mengaitkan tema yang dibahas dengan tema yang sedang ngetrend dibahas anak didik

Melalui usaha diatas, tanpa sadar gelombang pikiran guru akan sama dengan anak didik.    Hal ini akan membuat anak didik akan merasa nyaman untuk berinteraksi dengan guru.

  • Leading                                                                                                                                           

Leading berarti memimpin atau mengarahkan.    Bila guru sudah berhasil melakukan pacing dan murid sudah merasa nyaman dengan guru tersebut, maka hampir setiap perkataan yang diucapkan oleh guru akan diikuti oleh anak didik dengan suka rela dan senang hati. Ketika leading, buatlah agar anak didik merasa tenang atau rileks.    Karena dalam kondisi ini,  gelombang otak berada pada posisi Alpha, dimana kondisi anak didik menjadi lebih relaks dan sugestif saat menerima materi pengajaran dari guru.

Contoh kalimat yang bisa digunakan oleh guru untuk membantu anak didik merasa relaks

“Anak-anak silahkan atur duduk kamu dengan nyaman, tegakkan tulang punggung, lalu ambillah nafas yang dalam dari hidung dan buang perlahan lewat mulut, dan katakan WOW !”

  •  Menggunakan kata-kata positif

Langkah ini merupakan langkah pendukung dalam melakukan pacing dan leading.   Ini sesuai dengan cara kerja pikiran bawah sadar bahwa tidak mau menerima kata-kata yang negatif.    Kata-kata positif yang diberikan guru dapat meningkatkan rasa percaya diri anak didik, yakni berupa himbauan atau ajakan.    Misalnya ketika anak didik ramai di kelas atau gaduh, guru jangan mengatakan “Jangan ramai” tetapi sebaiknya menggunakan kata-kata “Mohon tenang”.    Gunakan intonasi yang tepat saat berbicara, guru harus memahami dan memperhatikan ritme berbicara.    Karena dalam ilmu komunikasi efektif, intonasi memiliki peran 38% untuk memasukkan sugesti ke alam bawah sadar siswa

  •  Memberikan  reward & punishment (konsekuensi tindakan)

Dalam proses pembelajaran, salah satu yang harus diingat guru adalah reward dan punishment.     Reward merupakan peningkatan harga diri seseorang untuk membentuk konsep dirinya.    Dengan reward anak didik akan termotivasi untuk melakukan yang lebih baik dari sebelumnya.     Sedangkan punishment merupakan konsekuensi yang harus diterima oleh anak didik ketika mereka melakukan suatu tindakan yang kurang sesuai.    Punishment akan membuat anak didik menghindari perilaku-perilaku yang kurang baik dan tidak sesuai dengan norma.

  • Modelling

Modelling merupakan proses pemberian contoh atau teladan yang ditiru oleh anak didik atas ucapan dan perilaku yang konsisten.  Setelah anak didik merasa nyaman dengan situasi pembelajaran, mereka juga akan dimantapkan dengan perilaku dan ucapan konsisten dari gurunya sehingga hal ini akan menjadikan guru sebagai sosok yang dipercaya di mata anak didik.

  •  Menguasai materi pelajaran

Guru dapat melibatkan anak didik secara aktif dalam proses pembelajaran.    Guru menyampaikan materi secara kontekstual, memberikan kesempatan kepada anak didik untuk melakukan sesuatu secara kolaboratif, memberi umpan balik secara langsung dan lain sebagainya.

Penerapan Metode Hypnoteaching di kelas

  • Membuat Yel-yel (Yelling)

Yelling merupakan suatu kalimat yang telah disepakati antara guru dan anak didik yang diteriakkan secara bersama-sama.  Tujuannya untuk mengembalikan konsentrasi anak didik.    Misalnya “biMBA-aiueo… okee..”

  •  Jam emosi

Jam emosi merupakan jam untuk mengatur emosi sehingga dapat melatih anak didik untuk mengendalikan emosinya.    Jam emosi dibagi menjadi 4 bagian dan ditandai dengan warna atau tulisan sebagai berikut :

  1. Jam tenang, misalnya ditandai dengan warna hijau atau ada tulisan “tenang”.    Maksudnya bahwa anak didik diminta untuk tenang dan berkonsentrasi karena ada materi penting yang akan diajarkan oleh guru.
  2. Jam diskusi, misalnya diberi warna biru atau ada tulisan “diskusi”.     Pada jam ini maksudnya bahwa anak didik diminta untuk melakukan aktivitas diskusi tentang materi yang baru saja disampaikan oleh guru
  3. Jam lepas, misalnya diberi warna kuning atau dengan tulisan “lepas”.    Maksudnya anak didik diminta untuk meluapkan emosinya, boleh berbicara, tertawa, bermain dengan batas dan waktu tertentu asalkan tidak mengganggu kelas yang lain.
  4. Jam tombol, misalnya diberi warna merah atau ada tulisan “tombol”.    Jam ini maksudnya bahwa anak didik mengaktifkan kondisi aktif belajarnya kembali.

  • Mengajarkan teman dan beri pujian

Materi yang telah disampaikan oleh guru, didiskusikan oleh anak didik dengan cara mereka dapat melihat, mendengar, mengatakan dan melakukan.    Mereka dibiasakan untuk mengajarkan kembali materi tersebut kepada teman yang lain, sehingga anak didik akan memahami materi pembelajaran yang telah mereka terima sebelumnya.    Ini sesuai tdengan teori bahwa proses pembelajaran menunjukkan bahwa anak mengingat 20 % dari yang mereka baca, mengingat 30 % dari yang didengar, 40 % dari yang dilihat, 50 % dari yang dikatakan, 90 % dari yang dilihat, didengar dan dikatakan.     Dan menyerap 100 % lebih bila dilihat, didengar, dikatakan, diajarkan kepada orang lain.     Antar anak didik yang sudah mengajarkan kepada temannya, lalu bergantian memberikan pujian. Misalnya “Terima kasih, penjelasanmu sangat bagus”. Apresiasi ini dapat menambah rasa percaya diri bahwa mereka telah mampu mengajarkan materi yang disampaikan guru.

  • Pertanyaan ajaib

Buat suatu pertanyaan khusus yang dapat membangun proses pembelajaran, memberikan solusi, meningkatkan potensi dan mengarahkan anak didik untuk menjadi lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran.     Pertanyaan ini harus menggugah anak didik agar menjadi bersemangat dan termotivasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ajaib yang diajukan oleh guru.    Misalnya, sebelum memulai pelajaran guru memberikan pertanyaan kepada anak didik

“Anak-anak, apakah kalian suka membaca? Bagaimanakah membaca menurut kalian?”

Melalui metode hypnoteaching tersebut diharapkan para pendidik dapat membantu merubah paradigma anak didik dari   “belajar itu membosankan, bikin capek, ngantuk, bete, lemes, nggak penting, stres, dan terpaksa”, menjadi    “belajar itu adalah suatu proses yang menyenangkan”.

Dengan begitu anak didik akan mencintai proses belajar dan menjadikan proses tersebut sebagai cara hidup (way of life) mereka.    Hal ini sejalan dengan manfaat biMBA-aiueo bagi bangsa dan negara, yakni melahirkan generasi pembelajar mandiri sepanjang hayat dan terbentuknya generasi yang tangguh serta kreatif karena tidak menyerah dengan keadaan dan memiliki semangat belajar yang tinggi serta negara menjadi maju karena memiliki sumber daya manusia yang berkualitas.  Guru harus meng up to date diri agar dapat memenuhi kebutuhan pendidikan tersebut dengan belajar berbagai hal baru berkaitan dengan metode pembelajaran.(Bunda Ranis)

 

Referensi :

N. Yustisia. Hypnoteaching :  Seni Ajar Mengeksplorasi Otak Peserta Didik. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media. 2012

Setiabudi, Tessie & Maruta, Joshua. Cerdas Mengajar : Dampingi Anak Anda Belajar dengan 13 Kiat Jitu. Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia. 2012

http://www.onestopsuccessshop.com/selfhypnosis.html

http://hypnodude.hubpages.com/hub/Self-Hypnosis-Induction-Learn-how-to-go-into-trance-by-yourself

http://edukasi.kompasiana.com/2013/02/25/hypnoteaching-memberdayakan-mindset-guru-532036.html

http://edukasi.kompasiana.com/2012/10/21/hypno-teaching-metode-pengajaran-terdahsyat-503186.html

1 Komentar