13 Views

Jadikan Anak Pembelajar, maka Anak Akan Bahagia

IMG_4785

Tujuan hidup setiap manusia adalah untuk menjadi bahagia. Banyak orang yang mengakui bahwa mereka akan bahagia apabila memiliki harta, jabatan, kekuasaan, kesuksesan, dan lain-lain. Namun benarkah dengan memiliki banyak harta, jabatan, dan lainnya akan menjamin seseorang akan bahagia? Lantas bagaimana jika suatu saat harta mereka habis, masih bahagiakah? Tentunya tidak. Hal ini membuktikan bahwa harta, jabatan, kedudukan, bukanlah jaminan seseorang menjadi bahagia.

Lalu apa sebenernya definisi bahagia itu? Ya, bahagia adalah sebuah kondisi dimana hati kita merasa nyaman, aman, damai, dan optimis. Bahagia bukanlah suatu hal yang bisa terlihat tetapi hanya bisa dirasakan. Untuk menjadi bahagia tentunya harus memiliki kunci, salah satu kuncinya adalah dengan menjadi seorang pembelajar. Pembelajar adalah seorang yang suka dengan kegiatan belajar. Belajar disini tidak identik dengan buku, tetapi belajar tentang kehidupan. Belajar menerima perbedaan dan memperbaiki diri terus menerus sehingga kita akan berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Sesungguhnya hidup adalah proses tanpa batas, untuk itu diperlukan ilmu untuk menjadi pembelajar, ilmu diperloleh dengan cara belajar. Seorang pembelajar tidak akan mudah menyerah apalagi menyalahkan orang lain. Seorang pembelajar mampu melihat sisi positif dari setiap kejadian yang terjadi dalam kehidupannya sebagai anugerah terbaik dari Tuhan. Dampaknya ia akan selalu tenang, tidak khawatir dan optimis dalam menjalani kehidupan.

Karakter pembelajar harus dimulai sejak dini, itu tandanya orangtua telah mempersiapkan anak-anak menjadi pribadi bahagia yang berdampak sukses karena keyakinan bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik.

Menumbuhkan karakter pembelajar harus diawali dengan menumbuhkan minat belajar dalam diri anak-anak kita. Membangun minat juga harus dilakukan dengan proses yang menyenangkan, tanpa ada paksaan kepada anak. Tentunya dibutuhkan kesabaran ekstra dsri orangtua untuk membimbing anak di rumah.

Metode yang baik adalah dengan cara fun learning, small step system, individual system, disertai dengan variation skill, seperti yang sudah diterapkan oleh motivator biMBA AIUEO. Metode ini bukan hanya dapat dilakukan oleh motivator biMBA AIUEO tetapi dapat diterapkan oleh orangtua di rumah, asalkan orangtua dapat meluangkan waktu untuk berdialog, bercerita, atau bermain dengan anak.

Apabila orangtua akan belajar bersabar dalam membimbing anak dan membiarkan anak melakukan apa yang mereka suka. Orangtua juga turut serta memotivasi kesukaan anak dan membantu menumbuhkan minat anak lewat metode biMBA dengan itu anak akan menjadi seorang pembelajar dan nantinya akan menjadi bahagia yang berdampak sukses. (LPH/ern)