19 Views

Keajaiban Pujian Bagi Minat Belajar Anak

“Pujian ibarat sinar matahari untuk jiwa anak.  Anak tidak akan dapat tumbuh dan berbunga dengan baik tanpa pujian”.

Sumber : http://www.artikelpendidikan.net/2012/03/memuji-juga-harus-dengan-ilmu.html

Setiap orang haus akan penghargaan dan pengakuan.   Mereka akan melakukan berbagai cara untuk dapat memperolehnya.   Salah satu bentuk penghargaan dan pengakuan tersebut adalah pujian.

Bila kita lihat contoh hewan sirkus, sejak berabad-abad dulu, para pelatih sirkus menggunakan metode pujian untuk melatih hewan agar sesuai dengan keinginan si pelatih. Coba ayah bunda amati ketika kita menyaksikan pertunjukkan singa laut di Ancol, dalam prosesnya,  peningkatan sekecil apapun, si singa laut akan diberikan tepukan dan pujian oleh si pelatih.

Sama halnya dengan manusia.  Mengapa kita tidak menggunakan akal sehat untuk memberikan pujian kepada seseorang yang telah berhasil melakukan suatu pencapaian khusus?   Mulai dari hal sekecil apapun!

Pujian diyakini dapat membantu proses  perkembangan kepribadian anak agar ayah bunda memiliki anak yang berkualitas.   Melalui pujian pula anak dapat termotivasi untuk tumbuh dewasa, percaya diri dan sukses.   Dalam proses belajar mengajar,  pujian dari ayah bunda, guru, teman dan lingkungan sekitarnya akan memberikan nilai-nilai positif bagi anak.   Di dalam memori mereka akan terbentuk penguatan pikiran yang kemudian mendorong mereka untuk mengulang hal yang baik dan akan terus berbuat yang lebih baik lagi.

Sumber : http://kamuharustau99.wordpress.com/2011/02/11/mendidik-anak-cerdas-berbakat/

Penguatan pikiran akan menjadi afirmasi positif bagi anak.   Hal ini dapat mempengaruhi alam bawah sadar anak sehingga anak dapat fokus mencapai tujuan yang diharapkan.    Ketika anak mendapatkan penghargaan dari lingkungannya akan terekam dalam memori mereka.    Ini bisa dijadikan sebagai tonggak penyemangat bahwa dirinya memang diperhatikan oleh lingkungan sekitarnya.    Mereka merasa keberadaan mereka dihargai dan bermanfaat untuk lingkungan mereka.     Dalam proses ini imajinasi anak akan terbangun dan memberikan gambaran dipikiran anak terhadap hasil yang ayah bunda ingin capai, khususnya merangsang minat belajar mereka.     Namun sebaliknya, bila lingkungan tidak memberikan kesan positif kepada anak, maka mereka justru akan merasa rendah diri atau minder.

Sumber : http://sihatdengansaya.blogspot.com/2014/11/bagaimana-nak-kawal-tantrum-anak-kecil.html

Minat merupakan gejala psikologis yang dapat ditimbulkan bila anak senang terhadap objek tertentu.    Buatlah perasaan anak menjadi senang melalui pujian yang diberikan.    Ayah bunda dapat mengungkapkannya secara informatif bila anak telah berhasil melakukan suatu pencapaian khusus atas hasil usaha mereka.     Bukan hanya sekedar pujian yang bersifat umum.     Misalnya “kamu rajin!” , “Kamu hebat!”.    Berikan penjelasan atas usaha yang berhasil dilakukan anak.    Misalnya “ Terima kasih sayang, kamu telah merapikan buku pelajaranmu, ayah bunda sangat terbantu dengan usaha kamu.”  Atau “Selamat yaa.., kamu berhasil mendapatkan nilai 95 untuk pelajaran musik pianika hari ini,.  Bunda bangga atas prestasi kamu, usaha kamu untuk berlatih menghafal not lagu dan kepiawaian tanganmu bermain pianika sangat bunda hargai.”  Atau kalimat pujian lainnya yang ayah bunda dapat berikan berkaitan dengan belajar anak sehingga dapat merangsang minat mereka untuk lebih giat belajar.

 

Sumber : https://www.lintas.me/article/editor/6-cara-tepat-memberi-pelukan-untuk-anak/slide/5

Mari ayah bunda kita berikan pujian tulus dari hati untuk anak-anak kita.    Tunjukkan bahwa memang ayah bunda senang dan menghargai tindakan yang telah mereka lakukan.    Tetapi yang harus ayah bunda ingat, jangan berikan pujian kepada anak secara berlebihan karena ini justru akan menjadikan anak sombong dan tidak mau berbuat bila tidak ada pujian.(Bunda Ranis)

Tinggalkan Balasan