76 Views

Keajaiban Sebuah Buku

b
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/03/20/m15yuj-tiga-buku-indonesia-dilarang-beredar-di-malaysia

Dalam mendidik anak terkadang kita menemui kesulitan-kesulitan yang tidak dapat ditangani hanya lewat nasihat atau contoh perilaku saja. Ternyata sebuah buku juga memiliki keajaiban dalam membantu kita untuk mengatasi suatu masalah yang dihadapi oleh anak. Dengan kita membacakan cerita dari buku dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku anak.

Suatu contoh kasus, orang tua manapun akan sedih bila melihat anaknya sulit makan. Apalagi badan anaknya sampai kurus, pucat, bibir pecah-pecah dan mudah lesu. Dalam mengatasi kondisi ini, seringkali kita jumpai, seorang ibu merayu anaknya untuk mau makan, dengan iming-iming nanti akan diberi reward, “Kalau kamu mau makan siang, nanti ibu belikan mainan yaa” atau “malam ini kamu mau makan dimana?”.

Berbagai pilihan rumah makan dijadikan alternatif tempat agar anaknya tertarik untuk makan. Biasanya anak akan cenderung untuk memilih jenis makanan cepat saji. Padahal kita pun tahu bahwa makanan cepat saji sebetulnya tidak baik untuk perkembangan anak. Namun kadangkala kita hanya mau menyelesaikan masalah dengan cepat tanpa memikirkan efek jangka panjangnya. Kita hanya sering berpikir “yang penting si anak pada saat itu mau makan”. Kebiasaan ini tentunya lama kelamaan menjadi tidak baik, bagi si anak maupun bagi kita sendiri. Anak baru mau makan bila dibelikan sesuatu, dan bagi kitapun akan menjadi boros dan konsumtif. Mengatasi hal ini, kenapa kita tidak mencari solusi lain dengan membuat kesadaran (awareness) bagi diri anak itu sendiri, bahwa makan adalah suatu kebutuhan, tidak boleh pilih-pilih makanan, makan harus yang sehat dan bergizi. Dan itu harus dibiasakan sejak usia mereka sedini mungkin.

Bunda Reina adalah salah satu orang tua yang bingung untuk mengatasi kesulitan makan pada anaknya. Ia sudah konsultasi ke dokter anak dan memberikan vitamin penambah nafsu makan pada anaknya. Namun hingga kini belum nampak hasil optimal, putranya masih sulit untuk makan.

Ketika sedang merenung mencari solusi terbaik bagi masalah anaknya, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah buku tua di lemari pojok ruangan. Segera ia menggerakan kakinya untuk mengambil buku tersebut. Buku yang sudah berdebu, kertasnya agak menguning menunjukkan bahwa buku itu sudah cukup lama hanya tergeletak di lemari tanpa pernah tersentuh untuk dibersihkan apalagi dibacanya. Buku itu dibuka halaman demi halaman, dan sang ibupun tersenyum. Ia terinspirasi untuk memanfaatkan buku tua itu sebagai salah satu cara agar anaknya mau makan.

Kemudian sang ibu membacakan cerita kepada putrinya sambil menunjukkan gambar-gambar yang ada di buku tersebut. Buku tersebut membahas tentang makanan dan gizi. Buku itu dipilih sang ibu karena informasinya cukup bagus dan foto-fotonya juga eksklusif. Sang ibu bercerita mulai dari bab satu tentang keanekaragaman makanan di berbagai negara dan kandungan gizinya. Bagaimana para pejuang berperisai dari suku Masai, Afrika Timur minum darah lembu pada musim tertentu. Orang perancis makan bekicot, orang jepang makan ikan mentah. Semuanya menarik perhatian si anak.

Pada bab berikutnya buku tersebut menggambarkan tentang makanan bergizi dan proses pembuatannya. Juga bercerita secara rinci bagaimana organ tubuh manusia menyerap makanan, serta rahasia vitamin. Pada bab ini pun si anak menyimak dengan baik.

Bab selanjutnya menimbulkan reaksi yang sangat tak terduga. Sebuah foto gadis kecil kurus kering dengan kulit berkerut, tulang belulang menonjol di sana sini, mata terbelalak dan rambut sangat tipis. Foto tersebut terpampang satu halaman penuh. Melihat foto ini, si anak bergidik. Foto-foto lainnya bercerita tentang mal gizi yang diderita anak-anak di berbagai negara. Dari foto inilah mampu berbicara banyak tentang perlunya kita makan yang bergizi bagi tubuh kita.

Si anak mendengarkan dengan seksama penjelasan sang ibu tentang nasib tragis anak-anak yang kesulitan mendapat makan. Banyak dari mereka yang mati kelaparan dan menjadi santapan burung bangkai. Bayi-bayi yang kurus kering dan masih hidup, diselamatkan para ibunya dengan cara harus berebut minta sumbangan makanan. Sang anak cukup lama memandangi foto tersebut. Tak lama kemudian sang anak berkata “ Ibu, aku ingin makan yang banyak, aku gak mau kurus seperti anak-anak yang ada di foto itu. Aku akan membuka mulut, gak mau menutup mulut dengan tangan lagi kalo lagi disuapin.”

Demikian masalah si ibu dapat teratasi oleh si buku tua. Dengan membacakan cerita, selain dapat mengakrabkan keharmonisan antara orang tua dengan anak, membangkitkan minat baca anak, dan tentunya dapat membantu menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Siapa tahu kesulitan kita lainnya dalam menghadapai si anak dapat terbantu dengan kita membacakan buku yang relevan dengan masalah yang sedang kita hadapi. Manfaatkanlah keajaiban sebuah buku! (Bunda Ranis)

Referensi :

Ida S. Widayanti. Catatan parenting 2 : Bahagia Mendidik, Mendidik Bahagia. Jakarta : Arga Tilanta. 2013