694 Views

Kenapa Anak Banyak Bertanya

tanya

Kenapa anak banyak bertanya?

Setiap orang tua pasti pernah merasakan masa-masa ketika anaknya senang bertanya. Bertanya tentang hal apa saja, yang anaknya ingin tanyakan. Bila jawaban yang diperoleh dirasa belum puas, maka anak akan terus bertanya sampai ia benar-benar merasa puas. Adakalanya orang tua merasa kesal, tidak sabar bahkan bisa memarahi anak kalau anaknya bolak-balik bertanya. Atau ada juga yang bilang kalau anaknya itu cerewet atau bawel.

Proses bertanya merupakan fitrah bagi kehidupan seorang anak. Hal ini dikarenakan pada masa pertumbuhannya, sel-sel neuron otak anak tidak begitu saja menelan setiap informasi. Dia selalu mempertanyakan sebelum disimpan lekat dalam file memorinya.

Anak yang banyak bertanya sebetulnya karena ia memiliki segudang rasa keingintahuan tinggi akan berbagai hal. Pada masa ini perkembangan otaknya sangat pesat. Anak merasakan haus akan informasi dan pengetahuan. Makanya tidaklah mengherankan bila anak sering bertanya ini dan itu. Bersyukurlah kita ketika anaknya melewati masa bertanya. Masa ini hanya terjadi sekali seumur hidup. Bahkan menurut para ahli, jika anak kita kurang suka bertanya, maka orang tua harus memancing supaya anak banyak bertanya.

Banyak bertanya membangun sikap kritis dan kreatif

anak10

Masa-masa bertanya akan menentukan kepandaian anak kelak. Semakin sering orang tua mengajak anak berdialog, akan membuat buah hati semakin kritis dan kreatif. Jiwa yang kritis akan menjadikan anak tumbuh menjadi pribadi cerdas dan pemberani. Oleh karenanya, bila kita tidak memberikan respon positif terhadap pertanyaan anak, sama artinya kita telah menumpulkan sikap kritis dan kreativitasnya secara perlahan. Padahal dengan bertanya, rasa ingin tahu anak akan tersalurkan. Kondisi ini merupakan stimulan untuk mengembangkan proses berpikirnya. Saat-saat inilah merupakan saat terbaik untuk mengembangkan pengetahuan pada anak,karena dalam kondisi ini otak anak sedang terbuka. Ketika rasa ingin tahunya besar, maka informasi akan tersimpan sangat kuat. Agar potensi anak juga terarah dengan baik maka orang tua harus bijak mengarahkannya. Berbagai pertanyaan dari anak sebaiknya dijawab sesuai dengan kemampuan berpikirnya.

Anak yang suka bertanya namun hanya mengulang pertanyaan tanpa bertanya lebih mendalam, bukanlah termasuk anak yang kritis. Karena anak yang kritis tidak sekedar bertanya, tetapi juga membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Kemampuannya dalam menganalisa menyebabkan tidak menerima begitu saja apa yang dikatakan oleh orang tua, dewasa dan orang yang lebih tua darinya. Namun ia akan berani untuk bertanya lebih detail lagi.

Banyak bertanya juga akan menstimulasi kreativitas anak. Menurut penemu mind map, Tony Buzan, memaparkan hasil studinya terhadap berbagai kelompok umur tentang kreativitas. Soal-soal yang diberikan meliputi kecepatan berpikir, orisinalitas, berimajinasi, membangun koneksi, fleksibilitas dan lain-lain. Penilaian semua komponen tersebut diberikan angka tertinggi 100. Bagaimana hasilnya ? Nilai tertinggi ternyata diraih oleh anak usia dini dibawah 6 tahun dengan nilai 95 %. Nilai tertinggi kedua diraih oleh anak SD sebesar 75 %, SMP 50 %, Universitas 25 % dan orang dewasa 10 %. Ternyata kreativitas manusia paling subur ketika usia dini dan semakin menurun dengan bertambahnya usia.

Anak lebih senang bertanya kepada Ibu

anak32

Menurut penelitian terbaru di Inggris, dalam sehari selama 12 jam terhitung dari waktu sarapan hingga makan malam, para ibu bisa dibombardir sekitar 300 pertanyaan dari anaknya. Bahkan anak perempuan usia 4 tahun bisa memberikan 390 pertanyaan pada ibunya dalam sehari. Ini artinya setiap dua menit 36 detik sekali, muncul satu pertanyaan dari anak untuk ibunya.

Penelitian yang dilansir oleh yahoo news ini dilakukan terhadap 1.000 orang ibu dan anaknya yang berusia 2-10 tahun. Uniknya, sebanyak 82 persen anak cenderung suka bertanya pada ibunya terlebih dahulu daripada ayah. Sebab 24 persen dari anak tersebut mengaku jika bertanya pada ayah, jawabannya selalu sama, “Tanyakan pada ibumu.” Jadi anak-anak akan lebih senang bila bertanya langsung kepada ibunya.

Hati-hati menjawab pertanyaan anak

anak11

Saat terbaik untuk memberi pengetahuan pada anak adalah disaat mereka bertanya. Proses berpikir otak pada kondisi ini sangat pesat. Ketika rasa ingin tahunya besar, maka informasi akan tersimpan sangat kuat. Oleh karena itu, berhati-hatilah bila menghadapi berbagai pertanyaan anak.

Sebut saja namanya Dita, gadis kecil ini menanyakan kepada ibunya apa singkatan dari BJ pada nama depannya Pak Habibie. Sebetulnya sang ibu juga tidak tahu jawaban dari pertanyaan anaknya tersebut. Namun sebagai orang tua yang ditanya oleh anaknya, sang ibu merasa tidak pantas bila ia tidak tahu jawaban dari pertanyaan anaknya tersebut. Akhirnya ibunya menjawab kepanjangan BJ pada nama depan Pak Habibie adalah Brilian Jenius. Jawaban spontan dari sang ibu, karena yang terlintas dalam pikirannya bahwa image itulah yang terbentuk dari sosok Pak Habibie.

Dita sangat puas mendengar jawaban sang ibu. Esok harinya, ia segera memberitahu teman-temannya tentang kepanjangan BJ pada nama depan Pak Habibie. Beberapa orang kakak kelas yang mendengar malah menertawakannya. Para kakak kelas itu bilang sama teman-teman Dita “Eh, jangan dengerin omongan Dita, itu salah!” Namun, Dita tetap yakin bahwa jawaban dia benar. “Kata ibuku BJ itu memang singkatan dari Brilian dan Jenius, karena Pak Habibie memang orangnya cerdas”. Mendengar penjelasan Dita, kakak kelas semakin menertawakannya, “Eh, bilang sama ibumu, baca koran dong?”

Dita pun terdiam, ia sedih dan menyalahkan ibunya karena telah gegabah menjawab pertanyaan darinya. Namun kekesalan itu ia pendam terus karena iapun tak berani mengungkapkannya pada sang ibu. Peristiwa itu teringat terus hingga Dita dewasa. Ibunya tidak pernah tahu apa yang pernah terjadi pada anaknya tersebut. Semenjak itu, Dita mulai tidak percaya sepenuhnya pada kata-kata sang ibu.

Dengan demikian, berhati-hatilah bila menghadapi pertanyaan anak. Orang tua yang penuh perhatian terhadap setiap pertanyaan anak dan semangat mencari tahu jawabannya, akan membuat anak semakin termotivasi untuk mencari tahu berbagai hal lainnya. Yang harus kita ingat bahwa bukanlah hal tabu bila orang tua mengatakan “tidak tahu” pada anak terhadap pertanyaan yang mereka ajukan. Lebih baik jujur dan mencari solusi terbaik untuk mencari jawaban bersama-sama apa pertanyaan anaknya. Informasi tersebut bisa kita peroleh lewat membaca buku bersama-sama, browsing di internet, bertanya kepada orang lain yang lebih tahu jawabannya atau mengunjungi tempat tertentu berkaitan dengan pertanyaan anak. Misalnya kalau anak bertanya tentang pesawat terbang, kita bisa mengajak mereka ke museum. Sambil rekreasi, anak juga bisa belajar sambil bermain.(Bunda Ranis)

Sumber :

Ida S. Widayanti. Catatan Parenting 1 : Belajar Bahagia, Bahagia Belajar. Jakarta : Arga Tilanta. 2012

Ida S. Widayanti. Catatan Parenting 2 : Bahagia Mendidik, Mendidik Bahagia. Jakarta : Arga Tilanta. 2013

http://www.merdeka.com/gaya/dalam-sehari-anak-bisa-bertanya-300-kali-pada-ibu.html

http://www.perempuan.com/read/ketika-anak-mulai-bertanya-hal-aneh

http://joylivingpermatabank.com/joyliving/kids-corner/read/172

http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/bayi/psikologi/rajinlah.menjawab.jika.anak.bertanya/001/007/924/1/1