77 Views

Kenapa Gaya Belajar Penting untuk Kita Ketahui?

Sumber : http://nurfaridafatimahshelly.blogspot.com/2013/04/pahami-gaya-belajar-anda-atau-anak-anda.html

Kenapa Gaya Belajar Penting untuk Kita Ketahui?

Pernahkah Ayah Bunda merasa, sebenarnya anak Ayah Bunda adalah sosok yang cerdas dan mampu untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam belajarnya, tetapi kenapa nilai mereka dirasakan belum pas atau masih kurang optimal?

Pikiran itulah yang sering ada dalam benak saya.   Awalnya saya bingung kenapa setiap mengajari anak saya yang kelas 1 SD, baik itu menghafal atau tanya jawab soal,    Ia lebih senang sambil lompat-lompatan di atas kasur.    Ia agak susah diminta untuk duduk manis, diam dan mendengarkan penjelasan saya.    Andaipun berhasil duduk, ada aja sesuatu barang yang harus dipegang atau digigitnya.    Pensil diketok-ketok di meja, pensil digigit-gigit, tali guling dililit-lilit ke tangannya, penghapus dicuwil-cuwil, kertas disobek-sobek dan berbagai hal lainnya yang membuat ia selalu menggerakkan tangan atau kakinya.    Tapi di satu sisi, saya suka heran, kok Ia bisa tetap konsentrasi dan menjawab dengan benar apa yang saya tanyakan.

Pertanyaan saya akhirnya terjawab ketika anak saya diikutkan tes minat dan bakat.   Menurut psikolognya, anak saya dominan memiliki gaya pembelajar kinestetik.    Anak tipe ini akan lebih mudah untuk menyerap dan memproses informasi dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh.

Ternyata dengan orang tua mengetahui gaya belajar anak, akan lebih bijaksana dalam menyikapi cara belajar yang disukai anak.    Anak tidak kita tuntut untuk mengikuti cara belajar yang kita mau,  justru kita akan mensupport cara belajar mereka demi mencapai hasil yang lebih optimal.

Gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kemampuan anak dalam belajar.   Jika anak akrab dengan gaya belajarnya sendiri, maka mereka dapat mengambil langkah-langkah penting untuk membantu dirinya agar belajar lebih cepat dan lebih mudah.

Gaya belajar dikenal dengan 3 macam, yaitu :

Gaya belajar Auditori

Sumber : http://nurfaridafatimahshelly.blogspot.com/2013/04/pahami-gaya-belajar-anda-atau-anak-anda.html

Anak dengan gaya belajar auditori mengandalkan “pendengaran” sebagai alat utama untuk bisa menyerap,  memahami dan mengingat suatu informasi atau pengetahuan.    Artinya, mereka harus mendengar, baru kemudian bisa mengingat dan memahami informasi itu.    Mereka sulit untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung atau lewat membaca

Ciri-ciri gaya belajar Auditori yaitu :

  • Mampu mengingat dengan baik penjelasan lisan, misalnya penjelasan guru di depan kelas
  • Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain
  • Pandai berbicara, lebih suka bercerita daripada menulis
  • Kurang terampil dalam mengerjakan tugas mengarang/menulis
  • Pendengar yang baik. Anak mudah menguasai materi/jingle iklan, suka mendengarkan musik
  • Kurang suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya
  • Mudah terganggu dengan suara lain saat belajar

Strategi belajar untuk anak yang memiliki gaya belajar auditori adalah :

  • Dalam menghafal bisa sambil dilagukan
  • Rekam materi pembelajaran dalam kaset dan dengarkan sebelum tidur
  • Belajar akan lebih efektif dengan Ikut berpartisipasi dalam diskusi kelompok, mendengarkan ceramah, buku audio, presentasi lisan, petunjuk lisan
  • Bila catatan tidak memadai, dapat ditambahkan informasi dari hasil diskusi dengan orang lain
  • Dalam membaca,  akan lebih mudah memahami bacaannya jika membacanya sambil mengeluarkan suara
  • Anak akan lebih cepat paham suatu topik dengan cara ia menjelaskannya kembali secara lisan dan ayah bunda membantu untuk mendengarkan penjelasan si anak
  • Ciptakan suasana belajar yang kondusif, sunyi dan tenang
  • Menggunakan asosiasi kata untuk mengingat fakta-fakta dan garis

Gaya belajar visual

Sumber : http://nurfaridafatimahshelly.blogspot.com/2013/04/pahami-gaya-belajar-anda-atau-anak-anda.html

Anak dengan gaya belajar visual mengandalkan indera “penglihatan” sebagai alat utama untuk bisa menyerap,  memahami dan mengingat suatu informasi atau pengetahuan.    Artinya, mereka harus melihat, baru kemudian bisa mengingat dan memahami informasi itu.   Mereka lebih suka membaca, memperhatikan ilustrasi yang ditempel, gambar warna warni,  diagram, grafik dan senang membuat catatan.

Ciri-ciri gaya belajar visual :

  • Mudah mengingat penjelasan jika menggunakan gambar, diagram, atau video
  • Suka membuat coretan saat berpikir dan mencatat
  • Suka membuat catatan sedetail-detailnya agar mendapatkan informasi yang lengkap
  • Cepat dalam memahami bacaan, lebih suka membaca dari pada dibacakan
  • Perhatian mudah teralih jika melihat sesuatu yang lebih menarik.
  • Tidak begitu banyak bicara, kegiatannya lebih banyak mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan abstraksi ruang seperti ;  mencoret-coret, mewarnai, bermain puzzel, menyusun balok, dan lain-lain
  • Sangat senang mengukur sesuatu dengan alat sederhana yang ditemukannya atau dengan anggota tubuhnya sendiri seperti; menjengkal atau melangkah, mengukur panjang atau pendek, besar kecil, jauh atau dekat, dsb
  • Rapi, teratur, teliti terhadap hal-hal detail, memperhatikan segala sesuatu dan menjaga penampilan.

Strategi belajar untuk anak yang memiliki gaya belajar visual adalah :

  • Ajak anak membaca buku-buku berilustrasi, grafik atau gambar
  • Gunakan multimedia, misalnya nonton film dan browsing berbagai hal yang ingin diketahui berkaitan dengan materi pelajarannya.  Kemudian ajak anak mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.
  • Biasakan membuat catatan yang rapi dan menarik agar Lebih mudah mengingat bila belajar langsung dari buku catatan
  • Gunakan highlighter untuk menandai hal-hal yang penting.  Bisa menggunakan stabilo, kata penting dilingkari, garis bawah dan kode warna kata
  • Membuat garis besar dari kalimat dan istilah yang merupakan informasi kunci dari buku pelajaran
  • Buatlah situasi belajar yang kondusif, sunyi dan tenang
  • Apabila mempelajari informasi yang bersifat angka angka dan rumus, tulislah kembali pemahamannya tentang materi tersebut dalam bentuk tulisan
  • Untuk menghafal, ayah bunda dapat membantu membuatkan flash cards
  • Lebih banyak menitikberatkan pada alat peraga. Ajak mereka ke objek-objek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada anak atau menggambarkannya di papan tulis

Gaya belajar Kinestetik

Sumber : http://nurfaridafatimahshelly.blogspot.com/2013/04/pahami-gaya-belajar-anda-atau-anak-anda.html

Anak dengan gaya belajar kinestetik dapat belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh.   Mereka mengandalkan indera peraba, yakni “tangan” sebagai alat utama untuk bisa menyerap,  memahami dan mengingat suatu informasi atau pengetahuan.  Artinya, mereka harus memegang objek tertentu untuk dapat menyerap dan memahami informasi itu.

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :

  • Sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak
  • Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif. Contoh: saat guru menerangkan pelajaran, dia mendengarkan sambil tangannya asyik menggambar
  • Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, symbol dan lambang
  • Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar (praktek atau percobaan)
  • Menyukai permainan dan aktivitas fisik
  • Menggunakan gerakan tubuh untuk menjelaskan sesuatu
  • Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca
  • Tidak memiliki tulisan tangan yang bagus

Strategi belajar untuk anak yang memiliki gaya belajar kinestetik adalah :

  • Anak tipe ini akan antusias apabila diajak bereksperimen atau praktek langsung. Karena mereka dapat dengan mudah memahami materi dengan “belajar dari pengalaman” (Experiential learning) dan menggunakan alat. sehingga anak dapat menyentuh langsung, bukan hanya membayangi konsep secara abstrak saja
  • Karena menggunakan otot-otot motorik besar ketika belajar,  oleh karena itu dalam menghapal pelajaran anak akan berjalan mondar-mandir dan melihat-lihat
  • Ajak anak bermain peran/role playing atau simulasi tentang materi yang dipelajari
  • Ajak anak kunjungan lapangan dan wisata untuk melihat objek yang sedang dibahas
  • Saat belajar diiringi musik yang disukai anak dengan suasana yang santai, tidak tegang
  • Lebih berpartisipasi aktif daripada hanya menonton video atau membaca dari buku
  • Berikan sesuatu yang dapat dipegangnya ketika belajar, misalnya play dough
Sumber : http://smpn3kebumen.sch.id/berita-243-kenali-gaya-belajar-anakanak-kita.html

Dari ketiga gaya belajar tersebut, setiap anak akan memiliki kecenderungan pada satu gaya belajar. Tetapi tidak menutup kemungkinan akan memiliki gaya belajar kombinasi, yakni perpaduan dari dua atau bahkan ketiga gaya belajar tersebut. Jika anak akrab dengan gaya belajarnya sendiri, maka mereka dapat mengambil langkah-langkah penting untuk membantu dirinya agar belajar lebih cepat dan lebih mudah.(Bunda Ranis)