138 Views

Kesukaan Menulis Murid biMBA Wedomartani

Kesukaan Menulis Rere
Rere (kiri) bersama adiknya, Vivi dan ibunda

Agatha Josanie Redita memang baru berusia 6,5 tahun, tetapi anak perempuan yang biasa dipanggil Rere itu sudah memiliki kesukaan menulis. Isi tulisannya pun unik dan lucu, sebagian besar berupa curahan isi hatinya ketika senang maupun di saat kesal. Ada pula yang menceritakan tentang kegiatan kesehariannya di biMBA, di rumah, maupun peristiwa yang sudah lama berlalu.

Irene Ropita, ibunda Rere menuturkan puterinya mulai menujukkan kesenangan menulis setelah tiga bulan masuk biMBA. Rere merupakan murid biMBA Wedomartani Sleman Yogyakarta sejak September 2016. Ia mampu menyelesaikan level I di biMBA hanya dalam waktu satu bulan. “Dia kalau curhat dengan nulis di buku tergantung mood. Kadang siang, kadang juga pada waktu malam. Kebanyakan tulisannya isinya tentang kekesalannya sama mamanya hahaha…” terang Irene.

Meskipun tulisannya berisi tentang kekesalan terhadap dirinya, namun bunda Irene justru tertawa ketika membaca tulisan Rere. Seperti pada suatu hari bunda Irene memarahi Rere karena menjahili Vivi adiknya, hingga Vivi marah dan menangis. Kemudian malam harinya Rere menuangkan kekesalannya berupa tulisan di buku. Setelah selesai, tulisan tersebut ditunjukkan ke ibundanya. “Dia bilang, ‘nih ma, dibaca’ Jadi saya diminta membaca isi protesnya,” lanjut Irene.

Kepala unit biMBA Wedomartani, Khoirun Nisa menjelaskan Rere selalu antusias mengikuti permainan di dalam kelas, tetapi Rere menghadapi masalah berupa kurang percaya diri dalam membaca. “Katanya takut salah. Jadi kalau main modul baca hanya menarik garis tanpa mengeluarkan suara, meski jawabannya benar. Ketika saya tanya mengapa takut membaca? Katanya di sekolahnya di tempat lain sering disalahkan oleh gurunya ketika dia salah menjawab. Kami berusaha membangun rasa percaya dirinya,” ungkap Khoirun Nisa. (Aks)

Hasil kesukaan menulis rere
Hasil kesukaan menulis rere