23 Views

Kisah Khairunisa Anak Berkursi Roda biMBA Gempol

nisa

Seperti apa kisah Khairunisa Anak Berkursi Roda biMBA Gempol?

“Nanti di kelas aku duduk di bangku ya Ma, seperti teman-temanku yang lain, ga usah pakai kursi roda. Setiap masuk kelas, mama menggendongku biar bisa duduk di bangku seperti teman-temanku”-Khairunisa Putri Kurniawan, gadis berusia lima tahun.

Khairunisa Putri Kurniawan, merupakan salah satu murid biMBA-AIUEO Gempol mempunyai semangat belajar yang sangat tinggi.   Putri kelahiran Jakarta ini, tidak seperti murid-murid lainnya yang memiliki keadaan fisik yang sempurna.   Dahulu sejak usia satu tahun, putri dari seorang mama yang bekerja membantu cathering tetangga ini belum bisa berjalan maupun berlari seperti anak-anak seumurannya.

Hingga ketika usianya beranjak dua tahun, Khairunisa merasa kakinya susah sekali untuk digerakkan, tulang pinggulnya terasa sakit, setiap kali dirinya ingin berdiri, saat itu pula Khairunisa selalu terjatuh.   Melihat keadaan tersebut, Ibundanya lebih memilih untuk membawa putrinya tercinta ke dokter terapi.  Meskipun, pada akhirnya Khairunisa harus menggunakan kursi roda setiap kali ingin pergi keluar dan untuk beraktivitas.

Bulan demi bulan pun berlalu, kini Khairunisa berusia empat tahun. Khairunisa pun memiliki sebuah keinginan untuk bersekolah seperti anak-anak seumurannya. Hal tersebut membuat Ibunda Khairunisa segera mendaftarkan ke PAUD terdekat di lingkungan rumahnya.   Awalnya Khairunisa merasa senang keinginannya terkabul. Namun, situasi berbanding terbalik, apa yang Khairunisa dapatkan tidak seperti yang dia inginkan.

Kondisi yang mengharuskan dirinya menggunakan kursi roda membuat Khairunisa menjadi tidak percaya diri.   Tak seperti Ibundanya, teman-teman Khairunisa menganggap kondisi tersebut tak wajar.   Hal ini membuat Khairunisa merasa terasingkan ketika bermain bersama teman-temannya.  Hari berikutnya Khairunisa tidak ingin bersekolah, akan tetapi Ibundanya terus mencari solusi agar putri tercintanya semangat bersekolah.   Akhirnya Ibundanya mencari tempat belajar lain yang lingkungannya menyenangkan.

Setelah mendapatkan banyak informasi, Ibunda Khairunisa membawa putrinya ke biMBA-AIUEO unit Gempol, lembaga pendidikan yang berfokus menanamkan minat baca anak yang terletak di Kemayoran, Jakarta Pusat. biMBA-AIUEO sendiri dikenal sebagai lembaga pendidikan yang memiliki lingkungan dengan metode pembelajaran yang menyenangkan.   Kepala unit maupun pengajarnya pun sangat ramah, hal ini terbukti ketika bunda Asih Darumsih, kepala unit biMBA-AIUEO Gempol  menyapa Khairunisa dengan ramah dan senyumnya.

Hari pertama Khairunisa “bermain” ke biMBA-AIUEO, Ibundanya menemani Khairunisa untuk belajar di kelas.   Khairunisa berkenalan dengan salah satu motivator yang bernama Ibu Ella.    Lingkungan di biMBA yang menerapkan satu guru tak lebih dari empat murid membuat Khairunisa semakin nyaman dalam belajar. Kenyamanan itulah yang membuat Khairunisa resmi menjadi murid biMBA-AIUEO unit Gempol.

Khairunisa pernah jatuh sakit.   Dua minggu tidak masuk sekolah membuat dirinya rindu terhadap lingkungan di biMBA-AIUEO.   Semangat belajarnya yang tinggi membuat dirinya ingin cepat kembali bersekolah.    Kendati demikian Ibunda tak mengizinkan Khairunisa untuk bersekolah saat itu.    Namun Ibundanya berjanji akan mengizinkan Khairunisa kembali bersekolah saat kondisi putri tercintanya sudah stabil. (Syafrida/Bim)