75 Views

Kisah Penebang Pohon

Dikisahkan di sebuah hutan, terdapat 2 orang yang bekerja sebagai penebang pohon.  Setiap hari mereka    pergi ke dalam hutan untuk menebang pohon.

Penebang A, ia adalah seorang pekerja keras.   Setiap hari ia pergi ke dalam hutan dengan semangat. Ia mampu menebang 10 pohon dalam satu hari.

Penebang B, ia juga bekerja dengan keras dan memiliki semangat yang sama dengan penebang A. Namun, ia hanya mampu menebang 5 pohon saja dalam satu hari.   Sahabat, ada satu kebiasaan penebang B yang terbilang “aneh”, yaitu setiap kali selesai menebang pohon, ia selalu mengasah kampak yang digunakannya untuk menebang pohon.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Setelah satu bulan berlalu…apa yang terjadi???
Ternyata kemampuan penebang A menurun.   Semula ia mampu menebang 10 pohon dalam satu hari, sekarang ia hanya mampu menebang 5 pohon saja.

Sedangkan kemampuan penebang B terus meningkat.   Semula ia hanya mampu menebang 5 pohon dalam satu hari, sekarang ia mampu menebang 10 pohon setiap harinya.   Demikian seterusnya, sampai akhirnya penebang A tidak mampu menebang 1 pohon pun dan kemampuan penebang B terus meningkat setiap harinya.

Sahabat…tahukah mengapa hal itu terjadi???
Apa yang membedakan penebang A dengan penebang B, sehingga kemampuan A terus menurun, sedangkan kemampuan B terus meningkat.   Ternyata kuncinya terletak pada kebiasaan “aneh” penebang B, yang selalu mengasah kampaknya setiap kali selesai menebang pohon.

Sahabat…bagaimana dengan kita sebagai seorang motivator biMBA-AIUEO? Apakah kita seperti penebang A atau penebang B?
Jika kita terus menerus sibuk dengan kegiatan mengajar dan kegiatan rutin lainnya, tanpa kita berusaha untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita dengan membaca buku atau mencari ilmu terbaru tentang apa yang kita ajarkan, maka kita akan menjadi seperti penebang A. Lama kelamaan kemampuan kita menurun dan akhirnya tidak bisa lagi mengajar dengan baik.

Sahabat…tentunya kita tidak ingin menjadi seperti penebang A bukan??
Untuk itu sebagai seorang motivator biMBA-AIUEO, kita perlu untuk selalu “mengasah kampak” dengan meningkatkan kualitas ilmu, kualitas pribadi, maupun kualitas kemampuan kita mengajar dengan cara belajar terus menerus secara mandiri.(Tari)

Salam biMBA…tetap semangat dan terus belajar.