140 Views

Komunikasi Guru dan Siswa Ibarat Baut dan Mur

Proses kegiatan belajar mengajar merupakan mata rantai yang menghubungkan antara guru dan siswa untuk menciptakan komunikasi yang baik sehingga proses pembelaran dapat berjalan dengan efektif.   Kedua belah pihak, baik guru dan siswa harus bersinergi , dimana guru harus dapat menyampaikan materi dengan baik dan siswa juga harus dapat memahami dan menyerap materi dengan baik.    Jika keduanya dapat memahami dan menyadari tugasnya masing-masing maka akan tercipta komunikasi pembelajaran yang kondusif.

Komunikasi antara guru dan siswa diibaratkan bagaikan baut (sekrup) dan mur karena keduanya harus saling memberi dan menerima.  Mur tidak akan bisa masuk ke baut kalau baut tidak mau menerima.   Sebaliknya, drat pada baut tidak bisa klop dengan mur jika ada yang tidak beres pada mur tersebut.   Untuk itu perlu diperhatikan dan dijaga jangan sampai ada benda yang menghambat kerja keduanya sehingga dapat mempengaruhi fungsinya masing-masing.

Kecocokan Drat

Sumber : http://nelson-pendidikankejuruan.blogspot.com/2011/06/baut-dan-mur.html
Sumber : http://nelson-pendidikankejuruan.blogspot.com/2011/06/baut-dan-mur.html

Proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik bila terdapat kecocokan antara guru dan siswa.    Guru harus mampu memiliki kecocokan secara personal maupun akademis, sedangkan siswa harus mampu untuk menjalankan tugas dan kewajibannya.   Bila ini tidak dapat ditempuh maka ibarat baut dan mur yang rusak, tidak bisa berpasangan secara harmonis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.   Misalnya pada kondisi saat ini, setiap guru juga harus mampu mengikuti perkembangan jaman dan dunia pendidikan. Teknologi semakin maju, perkembangan era digital pun semakin marak.    Cara guru mengajar pada jaman sekarang tentunya tidak dapat disamakan pada saat jaman guru tersebut sekolah.   Sekarang siswa sudah hidup di abad 21, siswa tidak bisa dipaksakan untuk menerima kondisi di era 80- an atau 90-an.    Jadi kecocokan antara siswa dan guru tersebut mutlak diciptakan oleh kedua belah pihak seperti kecocokan antara mur dan bautnya.

Perlu Pelumas

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pelumas

Komunikasi yang baik antara guru dan murid harus selalu dijaga.    Salah satunya adalah dengan mencairkan suasana agar tidak terkesan tegang dan kaku saat proses belajar mengajar berlangsung.   Berbagai upaya penyegaran dan pendekatan personal kepada tiap siswa harus diciptakan oleh guru sehingga suasana pembelajaran menjadi menyenangkan.   Misalnya bagaimana guru mampu untuk berkreasi dan berinovasi.    Kreasi dan inovasi ini bagaikan cairan atau pelumas yang mencegah baut dan mur berkarat.    Sehingga komunikasi antara guru dan siswa dapat berjalan dengan lancar, tidak tersendat seperti baut dan mur tanpa pelumas

Perlu Pengaturan Tekanan

Dalam mengencangkan baut adakalanya diperlukan tekanan keras ketika terjadi kemacetan.   Meskipun sebenarnya baut dan mur sudah sesuai dengan ukurannya.    Hal ini dapat disebabkan karena berbagai hal, sehingga melalui penekanan tersebut dapat membantu mempercepat pengencangan.

Dalam proses belajar mengajar, adakalanya diperlukan pengaturan tekanan berupa ketegasan dalam mengajar.   Namun yang perlu diingat bahwa dalam memberikan tekanan harus sesuai dengan kondisi baut tersebut, kalau tidak sesuai justru baut tersebut akan dol. Demikian juga dalam memberikan ketegasan kepada siswa harus disesuaikan dengan kapasitas siswanya.   Karena yang perlu diingat adalah bahwa setiap siswa tidak sama.    Ada siswa yang bisa diperlakukan dengan keras, tetapi adapula yang harus diperlakukan dengan lembut dan tidak mau ditegur didepan teman-temannya.

Oleh karena itu guru harus mempu untuk memahami kondisi psikologis dan sosiologis masing-masing siswa.    Bila ketegasan berupa teguran yang dilakukan oleh guru dapat diterima dengan siswa maka siswa pun akan menyadari kesalahannya.    Tetapi bila siswa tidak memahami dan tidak mau menerima teguran dari gurunya, yang ada justru siswa tersebut akan jengkel, marah, frustasi bahkan dendam terhadap gurunya.

Jadi pengaturan tekanan yaitu berupa tindakan tegas dalam proses pembelajaran perlu dilakukan, namun harus tetap memperhatikan kondisi psikologis dan sosiologis siswa agar siswa juga mau memahami dan menyadarinya.   Dengan demikian komunikasi yang baik antara guru dan siswa juga dapat terjalin dengan baik.(Bunda Ranis)

Referensi :

Yosodipuro, Arif.  Siswa Senang Guru Gemilang : Strategi mengajar yang menyenangkan dan mendidik dengan cerdik.  Jakarta : Kompas Gramedia. 2013

http://ebookbrowse.com/cara-membangun-komunikasi-yang-baik-antara-guru-siswa-dan-orang-tua-pdf-d413368957

http://www.siln-davao.com/komunikasigurusiswa.html

http://mahmuddin.wordpress.com/2010/02/18/komunikasi-efektif-antara-guru-dengan-siswa/