128 Views

Makna Belajar

anak-belajar

Masih banyak anak yang belum memahami apa makna kenapa mereka harus belajar dan sekolah. Sekolah hanya dianggap sebagai suatu rutinitas harian yang terkadang membosankan bagi mereka. Bahkan sebagian anak melakukan aktivitas tersebut bukan karena kesadarannya sendiri tapi lebih karena takut dimarahi oleh orang tua atau gurunya.

Bila persepsi tentang belajar dan sekolah saja sudah negatif, bagaimana mungkin mereka mau enjoy untuk melakukannya. Apalagi kalau sudah ada embel-embel “takut” sehingga membuat anak merasa terpaksa dan tertekan melakukannya. Hati anak tidak senang, suasana juga jadi tidak menyenangkan. Kondisi seperti ini menjadi sulit untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga apa yang ingin dicapai juga sulit untuk diraih.

Banyak anak yang belum paham mengapa mereka belajar IPA, sejarah, PKN bahkan matematika. Definisi belajar yang kerapkali diterapkan oleh sekolah bahwa murid harus menghafal suatu pelajaran, lalu berhasil mengerjakannya saat ulangan atau ujian dan mendapatkan nilai bagus. Karena pola belajar yang diterapkan masih seperti ini, maka tidaklah heran bila setelah selesai ulangan, anak akan mudah lupa apa yang telah dipelajarinya. Coba saja kita tes, dalam waktu seminggu saja, banyak materi yang tadinya sudah hafal menjelang ulangan, setelah selesai ulangan menjadi lupa. Kalau sudah demikian, jadi apa makna belajar itu sebenarnya?

Definisi belajar

Menurut wikipedia, belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya.

Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut.

Menurut praktisi anak dan keluarga, Bunda Lucy, seperti kemukakan dalam buku “Ayah Bunda, Tolong Dukung mimpiku”, bahwa belajar itu adalah memahami dan mengalami sehingga kita mengerti dengan jelas tentang sesuatu materi. Jadi belajar merupakan suatu pemahaman yang kemudian dipraktekkan sehingga berguna bagi kehidupan kelak si anak. Belajar bukan sekedar hafalan , untuk mencari nilai di atas kertas saja. Tetapi kemudian lupa dan berlalu begitu saja.

Bukan hanya jenis dan materi pelajaran saja yang kita perhatikan, namun ada faktor lain yang tidak kalah penting dalam belajar anak, yakni “proses”. Bagaimana proses ketika anak sedang mengerjakan tugas, proses ketika anak gagal menyelesaikan tugas, proses dimana anak menerima hal-hal yang tidak disukainya dan proses ketika anak ingin mendapatkan hasil baik maka harus berusaha dengan lebih baik lagi.

Membuat Tujuan

Begini-Cara-Membuat-Anak-Rajin-Belajar

Berkaitan dengan belajar tentunya anak harus kita arahkan dan kita jelaskan apa sebetulnya makna dan tujuan belajar itu. Membuat tujuan itu penting. Ibarat seorang naik kapal dan tidak tahu kemana arah tujuannya, pasti arah jalannya pun juga menjadi tidak jelas. Bila suatu saat ditengah laut menghadapi karang besar, tidak siap untuk menghadapinya. Tetapi bila kita mempunyai tujuan, kita akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan mampu mengantisipasi terjadinya kesesatan dijalan. Tujuan itu dapat diibaratkan sebuah kompas atau petunjuk GPS yang akan mengarahkan dan membimbing kita hingga sampai ke tujuan.

Untuk mencapai tujuan, anak kita arahkan bahwa mereka harus membuat suatu alasan kuat. Misalnya seorang anak yang selalu mendapat nilai buruk untuk pelajaran matematika. Belum tentu ia seorang anak yang bodoh. Hanya saja ia belum memahami alasan yang tepat untuk mempelajari matematika sehingga ia tidak mau mengerti konsep dasar matematika dengan baik. Hal inilah yang sering menjadi dasar mengapa banyak anak tidak menyukai pelajaran tertentu. Alasannya karena ia tidak merasa tertarik dengan pelajaran itu dan belum menemukan alasan yang tepat untuk memahaminya.

Tujuan yang dimaksud adalah berupa cita-cita. Pemahaman cita-cita ini bukan hanya sebuah profesi yang nanti akan dijalani. Tetapi setidaknya anak sudah memiliki harapan dan keinginan untuk mencapai tujuan atau yang disebut sebagai cita-cita. Dengan memiliki cita-cita maka dapat mengarahkan pilihan-pilihan dan tindakan kita. Cita-cita juga dapat mendorong dan memotivasi anak serta dapat memperbesar potensi anak.

Visualisasikan tujuan

juara

Untuk mendukung tujuan sebaiknya anak diajarkan bagaimana caranya melakukan visualisasi tujuan. Maksudnya adalah anak mengkhayal dan membayangkan di dalam pikirannya mengenai apa yang ia cita-citakan sehingga pikiran bawah sadar akan membantu untuk mencapai keinginan itu.

Dibawah ini adalah cara melakukan visualisasi yang dapat kita ajarkan kepada anak adalah sebagai berikut :

Misalnya tujuan anak mendapat rangking 1 di kelas.

  1. Cari tempat yang nyaman dan tidak ada gangguan
  2. Anak boleh berbaring atau duduk dengan tenang
  3. Tutup mata dan tarik napas pelan-pelan
  4. Biarkan anak memikirkan tujuan dan keinginannya
  5. Visualisasikan seolah-olah ia sudah mencapai tujuan tersebut secara nyata
  6. Lakukan visualisasi lengkap dengan mengekspresikan perasaan, gambar-gambar dan suara-suara ketika anak sudah mencapainya. Anak membayangkan dengan jelas situasi dan kejadian saat ia berhasil mendapat rangking satu di kelasnya. Bagaimana perasaannya yang begitu bahagia dan diberi ucapan selamat oleh guru serta teman-teman dikelasnya. Ia membayangkan juga dengan jelas betapa ayah bundanya senang dan terharu melihat keberhasilan anaknya.
  7. Tersenyumlah dan tertawalah setelah membayangkannya
  8. Katakan pada diri sendiri (self talk) dengan penuh keyakinan, bahwa “aku bisa meraih tujuanku”

Jangan biarkan anak berada di comfort zone dan enggan melakukan lompatan-lompatan baru dalam hidupnya. Sebagai pendidik yang baik, kita harus mampu mendobrak comfort zone mereka dan memberikan multivitamin pola pikir untuk maju. Mari kita jelaskan dan arahkan anak kenapa mereka harus sekolah, apa makna belajar sesungguhnya dan gali secara mendalam apa tujuan atau cita-cita mereka. Tujuan yang kuat akan mengarahkan kembali ke arah yang benar bila perilaku dan pikiran anak sedang mengalami demotivasi.(Bunda Ranis)

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Belajar

http://panduanguru.com/pengertian-belajar-dan-mengajar/

Bunda lucy. Ayah, Bunda, Tolong Dukung Mimpiku. Jakarta : Grasindo. 2012

Bimbingan Minat Belajar dan Minat Baca Anak Usia Dini Indonesia is Stephen Fry proof thanks to caching by WP Super Cache