125 Views

Manfaat Bersosialisasi bagi Anak

Bersosialisasi memiliki banyak manfaat untuk anak, apalagi anak usia dini yang memasuki tahap awal berinteraksi dengan teman-temannya. Anak yang memiliki masalah interaksi dengan teman sebayanya cenderung mengalami guncangan emosi yang lebih besar dan ini akan terbentuk sampai dewasa.

Kemampuan bersosialisasi sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak, dengan bersosialisasi anak akan lebih mudah mengembangkan karakternya. Beberapa anak memang terlahir pandai bersosialisasi, namun bagi anak yang kesulitan justru akan menbuatnya kurang percaya diri dan susah bergaul.

Anak Bersosialisasi

 

Ayah bunda merupakan role model bagi anak, mereka seringkali mencontoh dan sikap dari orangtuanya. Anak melihat bagaimana kita berbicara dan bergaul, maka dari itu secara tidak langsung anak belajar dari apa yang dilihat dan didengarnya.

Berikan pula anak kesempatan berkumpul dengan teman-temannya melalui kegiatan yang bermanfaat, seperti kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan yang dapat mendorong Minat mereka. Tahukah bahwa salah satu penyebab anak kurang percaya diri karena ia tidak memiliki tempat untuk mengekspresikan diri?

Apabila kita memberikan kesempatan kepada si kecil untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, maka diharapkan mereka akan banyak mempelajari sesuatu yang akan berguna bagi kehidupannya kelak, seperti belajar mengendalikan diri, belajar berempati pada orang lain, bersikap toleransi, keinginan untuk berbagi, dan lainnya yang akan berhubungan dengan kecerdasan emosi.

Kita hanya berperan sebagai pengamat dan pengawas yang baik. Apabila anak melakukan tindakan seperti bertengkar, merebut milik temannya, berlaku kasar, atau sikap lain yang cenderung menyakiti orang lain, maka kita dapat membantunya untuk mengelola emosinya. Misalnya dengan mengajak anak untuk pergi dari tempat itu untuk menenangkan emosinya, ajak mereka bicara, dan lain sebagainya.

Sebagai orang dewasa kita juga harus berkomunikasi mengenai kegiatan sehari-hari anak, luangkanlah waktu bersama mereka dan biarkan anak mengeluarkan isi hatinya, dengan cara ini anak akan belajar untuk berani bertanya atau berpendapat dan jangan pernah menyalahkan anak. Orangtua yang paling tahu bagaimana karakter anak, baik kelebihan atau kekurangan. Bantulah anak menemukan kepercayaan dirinya dengan berkomunikasi secara personal.

Jangan larang anak bermain, dengan bermain anak bisa mengakrabkan diri dengan temannya, biarkan anak bermain di luar rumah bersama temannya. Tentu saja kita harus berikan anak pengertian untuk dapat menghargai temannya dengan baik. Jangan membatasi anak-anak dalam berinteraksi, biarkan anak belajar segala sesuatunya sendiri.

Ayah bunda, anak memang terlahir dengan karakter yang berbeda-beda. Penting bagi kita untuk memperhatikan anak berinteraksi dengan oranglain. Apabila anak pemalu maka jangan terlalu memaksanya, namun bantu ia membuka diri dan berikan dukungan yang membangun. Berikan pemahaman pentingnya memiliki teman, berikan waktu yang membuka diri, ada saatnya anak merasa nyaman dan siap bersosialisasi dengan lingkungannya.

Banyak sekali manfaat bersosialisasi dan dapat dilatih sejak anak usia dini. Untuk melatihnya harus disesuaikan dengan kepribadian anak sehingga cara pendekatan juga berbeda. Tetap semangat dan terus belajar. (Ern)

Bimbingan Minat Belajar dan Minat Baca Anak Usia Dini Indonesia is Stephen Fry proof thanks to caching by WP Super Cache