133 Views

Memahami Karakter Buah Hati Kita

Karakter
Anak akan lebih terbuka apabila kita memahami karakter yang ada pada mereka

Anak-anak tumbuh dengan keunikan masing-masing dan tidak ada karakter yang menyamainya. Terkadang kita sebagai orangtua belum bisa memahami karakter buah hati kita dan berharap terlalu banyak dengan buah hati kita, sehingga sering menyamakan atau membandingkan karakter anak kita dengan anak yang lebih baik.

Anak pada usia dini jauh lebih banyak didorong oleh perasaan dibandingkan pemikiran mereka, karena anak belum memahami cara mengendalikan emosinya. Kita harus memahami emosi yang dimiliki anak dan memberikan anak kekuatan untuk menemukan solusi dari masalah yang sedang dihadapinya.

Terkadang yang dibutuhkan anak hanya dimengerti dan didengarkan saja, hanya dengan memberikan perhatian kepada anak, kita akan melihat anak menjadi lebih terbuka, mau berbagi pikiran dan perasaannya. Biarkan anak mengungkapkan emosinya dengan bebas.

Saat kita turut mengerti perasaan, emosi anak, dan membiarkan mereka menemukan solusi atas masalahnya sendiri, maka anak akan merasa dipahami dan nyaman. Serta akan tumbuh rasa percaya diri di lingkungan yang menghargai dia. Berikutnya akan mudah bagi anak untuk terbuka terhadap orangtuanya, sehingga sikap saling percaya antara orangtua dan anak akan terbentuk dengan baik.

Pintu gerbang kekerasan hati anak akan terbuka lebar saat kita mau menerima dan mengerti anak, mereka akan mempersilahkan kita masuk dan bertamu di dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Di tempat itulah kita dapat meletakan pesan, arahan dan masukan positif bagi kebaikan masa depan anak.

Ayah bunda, setiap anak terlahir berbeda. Yuk pahami karakter buah hati kita agar mereka mau terbuka dengan kita. Tetap semangat dan terus belajar. (ern)