375 Views

Memahami Konsep Fun Learning

Banyak pelaku pendidikan yang menggunakan kata fun learning, tetapi konsep ini nyatanya tidak seluruhnya digunakan sebagai konsep belajar, fun learning tersebut hanya sebatas digunakan untuk jenis mata pelajaran ekstrakulikuler, mengisi games saat anak mulai jenuh, namun saat proses belajar tersebut konsep fun learning tidak digunakan sebagaimana mestinya.

fun learning

Proses belajar yang menyenangkan bukanlah kepentingan guru tetapi kepentingan anak yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Tugas guru atau orangtua adalah sebagai fasilitator yakni  menyediakan fasilitas kebutuhan anak mengenai hal yang disukai anak dan membantu anak menumbuhkan minatnya.

Kita pernah mendengar ada sebuah pepatah yang mengatakan “Jangan melarang tapi menjelaskan, jangan menyuruh tapi mengajak, dan jangan mengatakan tetapi menunjukkan” ini tentu ditujukan kepada orang dewasa agar bisa membimbing dan mengarahkan anak dengan benar.

Dampaknya juga akan terlihat, sebagai contoh anak tidak suka dilarang dan akan paham apabila dijelaskan dengan cara yang baik, dibanding menyuruh anak melakukan sesuatu lebih baik mengajaknya melakukan suatu hal bersama-sama, terakhir daripada mengatakan jauh lebih baik kita menunjukan dengan memberikan contoh kepada anak.

Anak akan jauh lebih senang saat proses pembelajaran ketika ia tidak dilarang, tidak disuruh, dan tidak di kritik. Tentu saja harus melewati fase small step system dan individual system terlebih dahulu, guru atau motivator harus memahami keingian anak sehingga konsep 100% fun learning dapat berjalan dengan baik. (ern)