61 Views

Membaca Meningkatkan Kecerdasan Anak

Bagaimana Membaca Meningkatkan Kecerdasan Anak?

anak31

Setiap orang tua pasti mendambakan anak keturunannya menjadi generasi yang cerdas. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kecerdasan anak adalah dengan banyak membaca. Karena apa? Membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi dari otak manusia dan merupakan suatu proses yang kompleks.

Kapasitas otak anak memiliki sekitar seratus miliar sel otak. Sungguh angka yang fantastis! Jumlah ini sama dengan 20 kali lipat jumlah seluruh penduduk di dunia. Sangat disayangkan, bila kapastias yang sangat luas ini tidak dioptimalkan. Karena kemampuan otak akan berfungsi bila kita gunakan untuk berpikir. Pada saat berpikir inilah sel-sel otak akan terkoneksi antara satu dengan lainnya. Aktivitas paling kompleks yang dapat kita lakukan untuk mengoptimalkan fungsi otak adalah dengan membaca.

Menurut Paul C. Burns, Betty D. Roe & Elinor P. Ross dalam Teaching Reading in Today’s Elementary School, bahwa ada delapan aspek yang bekerja saat kita membaca, yaitu aspek sensori, persepsi, sekuensial (tata urutan kerja), pengalaman, berpikir, belajar, asosiasi, dan afeksi. Kedelapan aspek ini bekerja secara bersamaan saat kita membaca. Oleh karena itu semakin sering anak membaca buku maka semakin banyak sel otak yang terkoneksi. Sel-sel otak yang terkoneksi inilah yang membuat anak menjadi cerdas.

Dahsyatnya perkembangan otak anak usia dini

anak4

Bila dibandingkan dengan negara tetangga, Indonesia masih menduduki peringkat rendah dalam hal budaya membaca. Hal ini tidaklah mengherankan, karena masih banyak masyarakat kita yang belum sadar akan pentingnya membaca. Tetapi belum ada kata terlambat, kita masih bisa memulainya, dengan membantu anak kita untuk menumbuhkan minat membaca sejak anak usia dini.

Pada usia dini , yaitu rentang usia 0-6 tahun, terjadi proses perkembangan otak anak yang dahsyat. Ketika seorang anak telahir di dunia ini, pertumbuhan otaknya sudah 25%, ketika mereka berusia 18 bulan sudah mencapai 50% dan di saat mereka berusia 6 tahun pertumbuhan otak anak mencapai 90% dan mencapai ukuran maksimal ketika berusia 18 tahun yaitu sudah mencapai 100%.

Pertumbuhan otak ini seiring juga dengan perkembangan intelektual anak. 50% kemampuan intelektual anak berkembang saat lahir sampai umur 4 tahun, menurun menjadi 30% dalam rentang usia 4 sampai 8 tahun, dan ketika mereka berusia 8 sampai 18 tahun semakin menurun menjadi 20%. Betapa sayangnya jika usia-usia emas (golden age) seorang anak berlalu begitu saja tanpa mendapatkan sesuatu yang berarti. Padahal membentuk kebiasaan di usia ini jauh lebih mudah dibanding usia sesudahnya.

Unggul dalam Matematika dan Bahasa Inggris

b3

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh institusi pendidikan di Universitas London menyatakan bahwa anak-anak yang senang membaca cenderung lebih baik dalam menguasai Matematika dan Bahasa Inggris ketimbang anak-anak yang tidak suka membaca. Penelitian yang dilakukan terhadap 6000 anak ini juga menyimpulkan bahwa penguasaan kosakata yang diperoleh anak melalui aktivitas membaca akan membantu anak dalam menyerap informasi pada kurikulum pembelajaran di sekolahnya.

Berdasarkan data lembaga survei The 1970 British Cohort Study bahwa sebanyak 14,4% anak-anak yang gemar membaca mampu menguasai matematika dan memiliki nilai matematika yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang tidak suka membaca. Sementara 9,9% lebih mudah untuk memahami kosa kata sehingga anak akan mudah dalam menyerap dan memahami informasi baru.

Penanggung jawab dari penelitian ini, Dr Alice Sullivan, mengemukakan hal senada yaitu ada kemungkinan bahwa kemampuan membaca yang kuat akan memungkinkan anak-anak mampu menyerap dan memahami informasi baru. Hal ini akan mempengaruhi pencapaian mereka dalam semua mata pelajaran di sekolah. Jadi anak-anak bukan hanya unggul di Matematika dan Bahasa Inggris saja, melainkan juga dapat unggul di semua mata pelajaran sekolah.

Gemar membaca ≠ bisa membaca

anak5

Sebuah studi yang diterbitkan dalam the journal Research in Social Stratification and Mobility menemukan bahwa anak-anak yang terbiasa untuk membaca buku di rumah akan memiliki nilai akademis lebih baik di sekolahnya daripada anak-anak yang tidak suka membaca buku. Bahkan dari studi ini pula ditemukan bahwa korelasi buku agar anak tumbuh menjadi anak yang berprestasi ternyata lebih kuat dari pada latar belakang pendidikan atau tingkat pendapatan orang tua. Jadi walaupun orang tuanya bukan berlatar pendidikan universitas, tetapi memiliki kesadaran akan pentingnya membaca buku, maka akan mencetak anak-anak yang lebih berprestasi dibandingkan dengan anak-anak yang orang tuanya memiliki latar belakang pendidikan dari universitas dan memiliki penghasilan baik tetapi belum memiliki kesadaran akan pentingnya menumbuhkan minat membaca pada anak.

Oleh karena itu, peran orang tua dan guru lah yang harus mendukung anak-anak agar sejak mereka usia dini sudah dibantu untuk menumbuhkan minat membacanya. Sehingga anak bukan hanya sekedar bisa membaca , tetapi juga tumbuh menjadi anak yang gemar membaca.

Yang perlu kita ingat bahwa gemar membaca berbeda dengan bisa membaca. Anak yang bisa membaca belum tentu gemar membaca. Begitu pula anak yang gemar membaca, belum tentu sudah bisa membaca. Tetapi anak yang gemar membaca memiliki minat dan motivasi intrinsik untuk bisa membaca. Dengan demikian hanya dengan sudah bisa membaca saja belum cukup untuk membuat anak cerdas. Tetapi jika anak sudah gemar untuk membaca buku, maka dengan sendirinya anak akan senang belajar. Karena apa? karena buku dapat merangsang anak untuk mempelajari sesuatu yang baru. Sehingga rasa ingin tahu anak akan berkembang, dan anak selalu ingin tahu lebih banyak hal yang lainnya lagi. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membantu anak untuk tumbuh sebagai anak cerdas sesuai impian para orang tua dan guru.

Sumber :

http://chronicle.com/blogs/percolator/want-smart-kids-heres-what-to-do/24200

http://www.mizandiansemesta.co.id/meningkatkan-kecerdasan-anak-melalui-membaca/

http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/09/130912_pendidikan_membaca_anak.shtml

Bimbingan Minat Belajar dan Minat Baca Anak Usia Dini Indonesia is Stephen Fry proof thanks to caching by WP Super Cache