This post is popular. 1.922 Views

Membuat Bingkai Lukisan dari Korek Api

Hasil karya mewarnai gambar dan membuat bingkainya

Secara umum orang membuat bingkai lukisan dari bahan dasar kayu atau logam yang dibentuk sedemikian rupa. Namun tidak demikian di biMBA-AlUEO Unit Belly Pekayon. Saat redaksi mengadakan kunjungan, para orangtua/wali murid sedang membuat bingkai lukisan dari korek api dan berbahan dasar kertas karton, sementara anak-anak mereka tengah asyik mewarnai gambar. Kegiatan tersebut adalah bagian dari Pentas Baca dan Seni Kreatiftas yang diselenggarakan oleh biMBA-AlUEO Unit Belly Pekayon pada Sabtu, 9 Mei 2015.

Anak dan orangtua/wali murid merupakan satu tim di dalam lomba tersebut.  Anak menyelesaikan mewarnai gambar dan orangtua membuat bingkainya. Bahan dasar pembuatan bingkai tersebut adalah kertas karton yang agak tebal, batang korek api dan tentu saja lem sebagai perekatnya. Kertas karton yang disediakan oleh panitia sudah disesuaikan dengan ukuran kertas mewarnai, orangtua/wali murid tinggal menempelkan batang korek api ditepi kertas karton sesuai kreatifitas masing-masing, meskipun panitia memberi contoh, namun tidak mengiikat. Hasil kerja tim ini tampak begitu bagus, terutama beberapa yang berhasil menjadi juara.

Kegiatan ini ternyata ampuh mengatasi intervensi orangtua/wali murid terhadap kegiatan lomba mewarnai yang biasanya terjadi. Barangkali karena rasa kasih sayang membuat orangtua/wali murid tidak ingin hasil karya buah hati mereka tampak kurang bagus, meskipun panitia seringkali mengingatkan agar anak diberi kebebasan dalam menentukan pewarnaan, namun mereka tak jarang memberikan instruksi-instruksi dari luar arena mewarnai kepada anaknya, seperti warna yang cocok untuk benda tertentu. Instruksi-instruksi seperti inilah yang sering menimbulkan kebisingan yang cukup mengganggu peserta lain, apalagi jika kegiatan lomba mewarnai bersamaan waktunya dengan pentas baca.

Namun tujuan lomba ini bukanlah cuma sekedar menghindari ikut campur tangan dari orangtua/ wali murid terhadap kreatifitas anak mereka, tetapi justru agar terjalin kerjasama di antara orangtua/wali dengan putra-putrinya. Sehingga keakraban dan kasih sayang makin terwujud. Hal ini disampaikan oleh Ibu Lina, kepala unit biMBA-AlUEO Belly Pekayon saat terjadi dialog ringan dengan redaksi.

Hal senada disampaikan oleh salah satu orangtua dari murid bernama Nazneen Maritza Putri, saat testimony di atas panggung, bahwa lomba membuat bingkai dan mewarnai gambar akan makin mempererat rasa saling membantu dan mengasihi di antara orangtua dan anak, sementara pentas baca dapat memupuk dan meningkatkan rasa percaya diri anak tampil di hadapan orang banyak.

Acara Pentas Baca dan Seni ini, tidak hanya diisi dengan pentas baca dan lomba membuat bingkai dari korek api dan mewarnai gambarn saja, tetapi juga disajikan tari-tarian kreasi, paduan suara, senam pinguin, chiken dance , sambutan –sambutan, testimony orangtua/wali murid juga penyerahan hadiah kepada juara lomba serta piala dan bingkisan bagi setiap peserta. (Wy)

Bu Tyas Membuka Acara
Bu Tyas Membuka Acara
Anak dan Orangtua Bekerjasama
Anak dan Orangtua Bekerjasama
Penyelesaian Akhir
Penyelesaian Akhir
Foto Bersama Para Juara Mewarnai dan Pembuatan Bingkai
Foto Bersama Para Juara Mewarnai dan Pembuatan Bingkai

Tinggalkan Balasan