82 Views

Mendidik Anak Berkonsentrasi

Konsentrasi
Anak yang berkonsentrasi lebih mudah memahami pelajaran

Ayah bunda, pernahkah menemukan anak Anda yang sulit untuk duduk diam dan berkonsetrasi terhadap suatu hal? Ternyata hal ini wajar, karena sebagian besar aktivitas anak pada umumnya melibatkan gerakan fisik. Meskipun demikian mengajarkan anak berkonsentrasi sangat penting untuk kehidupannya di masa yang akan datang.

Mendidik anak agar berkonsentrasi tidak bisa dengan cara menyuruh apalagi memaksa, namun lakukan dengan cara bertahap karena tingkat kesabaran dan perhatian anak juga berkembang seiring dengan perkembangan fisiknya. Saat anak balita anak bisa memperhatikan saat kita menyampaikan sesuatu, pastikan anak dalam keadaan siap untuk mendengarkan apa yang dibicarakan. Kita juga harus menyampaikan maksud kita dalam keadaan fokus agar anak mengerti dan memperhatikan.

Kita juga bisa membantu anak berkonsentrasi lewat prakarya, di saat anak mengeksplorasi bahan prakarya, kita bisa menjelaskan cara melakukannya. Penjelasan kita dapat membantu anak berkonsentrasi pada apa yang dilakukan, saat anak duduk dan berkarya berarti anak menikmati proses tersebut. Itu merupakan hal yang baik untuk mengembangkan konsentrasi dan biasa anak lebih mudah fokus jika mengerjakan sesuatu yang mereka sukai.

Saat anak berusia 3 tahun, kita bisa melatih anak berkonsentrasi melalui permainan. Ajak anak mengenali warna atau bunyi, ini akan melatihnya berkonsentrasi untuk mengetahui nama warna atau bunyi tersebut. Anak juga bisa diberi tantangan seperti menyusun balok atau puzzle, mereka akan belajar berkonsentrasi dan memecahkan masalah.

Selain itu, ajak anak untuk melakukan kegiatan yang menjadi rutinitasnya, seperti mengancingkan baju, mengikat sepatu, merapikan mainan, dan sebagainya. Hal ini tak hanya melatih motorik mereka, tetapi juga mengembangkan kemampuan mereka berkonsentrasi.

Cara mengajarkan anak berkonsentrasi juga dilakukan dengan mengajarkan sikap tubuh yang benar. Misalnya saat menggambar, ajari anak menggambar dengan posisi duduk yang benar, atau dengan cara memegang pensil yang benar. Menggambar dengan sikap tubuh dan cara memegang pensil yang benar akan mengurangi rasa tidak nyaman saat menulis, yang pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan anak untuk berkonsentrasi.

Ayah bunda, apakah kita sudah menerapkan hal tersebut kepada anak? Jika belum, yuk kita coba lakukan kegiatan tersebut bersama anak agar mereka semakin berkonsetrasi dan fokus untuk melakukan hal yang disukainya. Tetap semangat dan terus belajar. (Ern)