10 Views

Mendidik Anak Bertanggung Jawab atas Kesalahan

Pernahkah Ayah bunda melihat anak menangis? Sewaktu anak masih kecil mungkin anak pernah tidak sengaja menabrak meja saat mereka berlari, kemudian anak menangis. Kebanyakan dari kita ingin agar anak berhenti menangis dengan memukul meja dan mengatakan “Mejanya nakal ya, nih mejanya sudah mama pukul, jangan menangis lagi ya?” Anak akhirnya berhenti menangis.

Anak belajar dari kesalahan

Tahukah bahwa saat kita memukul meja yang anak tabrak, sebenarnya kita telah mengajarkan pada anak bahwa anak tidak pernah bersalah dan yang salah adalah benda lain atau meja yang ditabrak. Hal ini akan terus dibawa sampai anak dewasa dan berakibat fatal, misalnya ketika anak mengalami suatu peristiwa dan melakukan kesalahan, anak akan menganggap dirinya selalu benar. Sebaliknya untuk orang yang tidak bersalah akan diberi peringatan atau sanksi atas kesalahan yang diperbuat oleh anak.

Bisa jadi kita sebagai orangtua baru menyadari hal tersebut ketika anak mulai melawan pada kita, perilaku semacam ini ternyata tanpa sadar sudah terbangun saat anak masih kecil yakni kita mengajarkan anak untuk tidak pernah merasa bersalah.

Lantas apa yang harus kita lakukan saat anak bersalah? Sebaiknya kita ajarkan anak untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan. Saat anak menabrak meja dan menangis karena kesakitan, katakanlah “Adik, sakit ya? Lain kali jalannya pelan-pelan saja agar tidak menabrak lagi.”

Ayah bunda, jangan biasakan memanjakan anak ketika anak melakukan kesalahan dan menyalahkan yang lain. Yuk, kita didik anak agar bertanggung jawab atas kesalahan yang diperbuatnya! (ern)

 

Bimbingan Minat Belajar dan Minat Baca Anak Usia Dini Indonesia is Stephen Fry proof thanks to caching by WP Super Cache