244 Views

Menerapkan Metode biMBA kepada Anak Istimewa

IMG20160106133201[1]

Setiap anak yang terlahir memiliki keunikan masing-masing. Tidak semua bayi terlahir secara sempurna baik fisik maupun psikisnya, bila boleh memilih pasti setiap orang ingin lahir dan hidup dengan sempurna tanpa kekurangan yang berarti.

Anak berkebutuhan khusus bukanlah produk Tuhan yang gagal karena Tuhan tidak pernah gagal. Mereka merupakan anak istimewa. Tugas kita adalah memberikan inspirasi dan motivasi kepada anak. Sekecil apapun anak berkebutuhan khusus masih memiliki potensi yang dapat dikembangkan, mereka juga berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar.

Faiz merupakan nama panggilan dari seorang murid biMBA-AlUEO Unit Griya Bintara Indah. Dia termasuk salah satu anak istimewa yang dapat menjadi inspirasi bagi kita. Usianya yang mulai berjalan lima tahun tidak menyurutkan semangatnya untuk belajar. Waktu kecil Faiz pernah sakit dan pernah di ICCU akibatnya Faiz menjadi agak lambat perkembangannya sehingga membutuhkan terapi.

Namun karena lokasi terapi yang jauh akhirnya Ibunda Faiz memasukkan Faiz ke biMBA-AlUEO.  Awalnya memang Faiz takut dengan orang baru, tetapi kini dia mulai nyaman untuk belajar dengan motivatornya di biMBA. Meskipun sekarang Faiz masih di level satu, tapi ia sudah bisa mengetahui huruf-huruf verbal dan huruf kembar. Perubahan-perubahan lainnya juga mulai terlihat dari Faiz.

“Dulu dia selalu memakai tangan kiri, mau pegang apapun juga tangan kiri, tapi sekarang sudah bisa pakai tangan kanan. Lalu kalau di rumah dia maunya belajar terus. Walaupun cuma nulis-nulis coret-coret,” kata Ibunda Faiz.

KU Griya Bintara Indah ibu Diana memberikan keyakinan kepada motivator untuk mencoba dan jangan menyerah, ini adalah tantangan untuk guru. Menurutnya pengajar itu sama seperti seorang Ibu harus bisa mendekatkan anak. Meskipun anak tersebut berkebutuhan khusus, ia pasti bisa berubah meskipun membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding anak lainnya.

Metode biMBA juga diterapkan oleh Ibu Dewi yang selama ini membimbing Faiz. Beliau mengaku baru pertama kalinya mengajar anak berkebutuhan khusus, awalnya Faiz tidak bisa kontak mata dengannya dan suka berbicara tidak nyambung, itu adalah salah satu kesulitan dalam menghadapinya.

Seiring dengan berjalannya waktu kini Faiz sudah mau ngobrol dan berinteraksi, mengerti huruf AIUEO, dapat memverbalkan huruf kembar, untuk motoriknya juga sudah semakin kuat karena sudah mau menulis dan mewarnai.  Selain menerapkan metode biMBA, Ibu Dewi juga memberikan tips untuk mengajar anak berkebutuhan khusus seperti yang dipaparkan,

“Menurut saya semua guru bisa mengajar anak berkebutuhan khusus, hanya saja harus lebih care dan yang paling penting adalah ikhlas, kalau kita tidak nyaman dan tidak ikhlas menjalaninya semua percuma saja.”  (Ern)

KU dan Motivator Anak Istimewa
KU dan Motivator Anak Istimewa
Penerapan Metode biMBA untuk Faiz Si Anak Istimewa
Penerapan Metode biMBA untuk Faiz Si Anak Istimewa